Posted by: Dewa on: Juni 24, 2009
Bercinta bukan lagi sekadar urusan penyaluran hasrat biologis semata. Bukan juga hanya urusan bikin anak buat pasangan suami istri (pasutri). Lebih dari itu, ia jadi kegiatan rekreatif yang memberi kesenangan dan kepuasan keduanya
Mengubah gaya bercinta membuahkan sensasi berbeda dan tentunya kepuasan tiada tara. Tak ada batasan dan panduan khusus soal gaya bercinta. Berganti-ganti gaya bercinta menjadi bagian penting dari aktivitas seksual. Tak hanya mendukung proses reproduksi (bertemunya sel telur dan sperma untuk kemungkinan menghasilkan pembuahan), tapi juga kepuasan pasangan, terutama buat para wanita.
Perlunya berganti posisi saat berhubungan intim membantu perempuan mencapai orgasme yang tidak mudah didapatkan hanya lewat posisi missionary (pria di atas perempuan). Pada dasarnya ada tiga posisi dasar dalam bercinta), yaitu berbaring, duduk, dan berdiri. Tiga posisi itu kemudian dikembangkan menjadi banyak variasi tanpa batas. Berkembangnya berbagai variasi posisi bercinta inilah yang membuat kaum hawa tak sekadar objek dan bisa mengendalikan permainan sehingga juga mampu mencapai kepuasaan sama seperti pasangan prianya.
Perempuan berbaring telentang dengan kaki terbuka lebar tapi bagian tengah tubuh (perut, pinggul) diangkat lalu pasangannya menahan dengan tangan sehingga penetrasi terjadi lebih dalam.
Posisi missionary yang ditambahkan teknik mengunci dengan kedua paha perempuan dan bergerak dari depan ke belakang.
Salah satu paha perempuan berada pada posisi melintang di paha pasangannya. Cara ini mudah dilakukan, santai dan tidak terlalu berbelit yang dilakukan sambil duduk berhadapan, sementara kedua tangan saling berangkulan.
Pria bersandar pada dinding sedang sang perempuan duduk di atas kedua tangan pria dengan posisi meletakkan paha di pinggang pria. Kedua tangan perempuan diletakkan di leher dalam posisi melingkar untuk menahan tubuh agar tidak jatuh. Ini lebih cocok dilakukan jika perempuan bertubuh jauh lebih ringan daripada pasangannya.
Perempuan menekuk lututnya sehingga kedua paha dan betisnya saling berdempetan lalu berbaring menyamping. Sementara pasangannya bisa menyerang dari posisi yang paling mudah. Posisi ini dalam Kamasutra disebut posisi Indrani.
Perempuan duduk di atas meja dapur lalu pasangan pria berdiri berhadapan sehingga terjadi pertemuan dua organ intim. Posisi berhadapan ini harus diusahakan seimbang.
Gaya liar ini paling disukai artis Madonna, yaitu dengan melumuri tubuh pasangannya dengan makanan lalu memakai media lidah untuk menyapu bersih taburan makanan itu.
Posisi pasangan seperti baling-baling dalam kondisi diam pada sudut 360 derajat. Sang pria tengkurap dan perempuan terlentang, yang mirip posisi missionary tapi tanpa berhadapan wajah, lalu si perempuan bisa membantu pasangannya untuk berpenetrasi lebih dalam, bahkan bisa bermanuver sampai wajah berhadapan.
Perempuan tengkurap lalu bagian tengah tubuh diganjal agar lebih tinggi sehingga pasangannya bisa menyerang organ intimnya dari belakang.
Pria menggendong pasangannya tapi kaki sang perempuan tetap bertumpu pada tepi ranjang sehingga posisinya tidak sepenuhnya menjadi beban pria. Sebaiknya gaya ini dilakukan pasangan yang berat tubuhnya sama-sama ramping.
Posisi variasi dari missionary hanya saja daerah panggul lebih diangkat sehingga pria berpenetrasi lebih dalam. Posisi ini memungkinkan terjadinya kehamilan lebih besar.
Keduanya menjadikan satu lutut sebagai tumpuan lalu melakukan penetrasi. Ini membutuhkan stamina lebih besar dan kekuatan lutut. Sebaiknya tidak dilakukan bagi yang pernah mengalami cedera lutut atau pasangan yang bertubuh gemuk. (Grandfa)