Dewa Cinta

Foreplay Untuk Kepuasaan Dalam Bercinta atau Sex

Posted on: Juni 24, 2009

Seorang teman mengeluh bahwa selama ini ketika dia dan suami melakukan hubungan intim, dia tidak bisa mencapai orgasme. Menurutnya selama ini mereka sudah melakukan persiapan-persiapan menjelang bercinta, seperti mengenakan lingerie seksi, aroma yang menggairahkan. Namun Anya mengaku bahwa suaminya sering melewatkan foreplay karena menurut suami inti dari aktivitas itu adalah hubungan badan, intercourse.

Bercinta bukanlah hanya pada penyatuan tubuh antara laki-laki dan perempuan, namun lebih dari itu, bagaimana keduanya menikmati aktivitas tersebut dan mencapai orgasme sebagai tanda kepuasan. Karena itulah foreplay menjadi penting

Apa itu foreplay?

Foreplay adalah persiapan menjelang persetubuhan. Berupa rangkaian rangsangan yang dapat menggelitik dan membangunkan indra perasa Anda dan meningkatkan gairah seksual.

Foreplay yang baik adalah jika pasangan bisa saling menengahi perbedaan, memperlambat sedikit gairah laki-laki dan meningkatkan sedikit pada perempuan dan kemudian Anda berdua bisa bertemu di tengah-tengah. Foreplay bisa berupa ciuman, lirikan nakal atau kalimat nakal juga sentuhan mesra.

Mengapa Foreplay penting?

Karena perempuan membutuhkan waktu lama untuk mencapai orgasme dibanding laki-laki. Seorang psikolog dan juga terapi seks, Jude Cotter mengatakan respons seksualitas laki-laki seperti menyalakan lampu. Jika Anda menyulutnya, laki-laki akan langsung terangsang, dan jika Anda mematikannya, maka akan langsung turun seketika. “Berbeda dengan perempuan, gairah seksual perempuan seperti menyalakan setrika. Anda harus menunggunya untuk panas dan begitu juga sebaliknya,” ujar Jude.

Hanya perempuan saja yang butuh foreplay ?

Tidak. Foreplay bukan hanya untuk mendekatkan Anda secara psikologis, namun juga penting agar ereksi lancar dan kuat. Menurut Shirley Zussman, seorang terapis seks, banyak laki-laki mengatakan foreplay yang lama meningkatkan kualitas orgasme mereka. Bahkan semakin tua seorang laki-laki, mereka semakin menganggap foreplay penting untuk kehidupan seksual mereka. “Semakin tua seorang laki-laki, ia akan memerlukan lebih banyak stimulasi langsung ke area genital agar dapat berereksi seperti masih muda,” ujar Shirley menjelaskan.

Berapa lama foreplay berlangsung ?

Lamanya foreplay sangat tergantung pada Anda dan pasangan. Bisa 10 menit, atau bahkan 2 jam. Sebuah survei yang pernah dilakukan kepada 709 suster perempuan, rata-rata mereka berpendapat lamanya foreplay sekitar 17 menit. Namun ini bukan ukuran ideal. Tidak ada kata waktu ideal untuk foreplay. Jika memang harus memakan waktu 1 jam, namun hasilnya benar-benar sepadan, mengapa tidak ?

Ciri-ciri foreplay berhasil ?

  • Puting mengeras dan tegak
  • Pipi bersemu merah
  • Nafas berat
  • Klitoris menegang
  • Area V basah
  • Senyum unik

Tip khusus:

Sebenarnya Anda tidak perlu kuatir. Tidak sulit membangkitkan gairah lelaki. Pusatkan perhatian Anda pada area genital, jangan lupa paha bagian dalam, perut, dan bokong. Daerah itu sangat sensitif, Anda bisa manjakan ia dengan sentuhan lembut atau ciuman mesra. Namun ingat, jangan melakukannya terlalu lama karena pria mudah terangsang. Sebaliknya, bagi Anda yang belum merasakan kenikmatan bercinta. Anda perlu mengomunikasikan kepada suami. Atau pandu dia agar Anda berdua bisa merasakan kepuasan.

Sumber: http://id.shvoong.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 372,555 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: