Dewa Cinta

Ingin Bayi Laki-Laki atau perempuan?

Posted on: Juni 24, 2009

Bayi Laki-laki

POSISI saat senggama dan pilihan menu makanan diyakini bisa membantu proses pemilihan jenis kelamin bayi yang diinginkan. Meski manusia menginginkan bayi dengan jenis kelamin tertentu, “keputusan” akhir berada pada Tuhan YME. Ya… setidaknya sudah ada usaha untuk mencapai yang diidamkan. Pasangan yang menginginkan mendapat bayi laki-laki sebaiknya menghindari senggama semenjak selesai haid hingga tiba masa subur. Kegiatan prokreasi sebaiknya sedekat mungkin dengan waktu ovulasi (12 jam sebelum dan sesudahnya).

Vagina dibilas menjelang senggama dengan larutan yang terbuat dari campuran 1 liter air dengan 2 sendok makan natrium bikarbonat (soda kue).

Posisi hubungan intim yang disarankan adalah genu pectoral alias suami melakukan penetrasi dari arah belakang ( dog style ). Saat ejakulasi, suami melakukan penetrasi dalam, serta sebaiknya istri mencapai orgasme terlebih dahulu.

Menyangkut menu makanan. Suami menjadi karnivora alias mengonsumsi daging-dagingan, sedangkan istri menjadi herbivora yang memperbanyak konsumsi sayur-sayuran.

Dengan segala upaya tersebut di atas, jika bayi yang lahir adalah perempuan, janganlah kecewa. Siapapun dia, dia adalah keturunan yang dititipkan Tuhan untuk dipelihara dan dididik.

Bayi Perempuan

JIKA mengharapkan memperoleh bayi perempuan, senggama sebaiknya dilakukan agak sering, termasuk mengatur posisi saat berhubungan intim. Jangan lupakan pula menu makanan pilihan bagi suami dan istri. Hanya saja, suami dan istri harus agak menahan diri. Istri tidak orgasme, suami tidak melakukan penetrasi dalam saat ejakulasi.

Pasangan suami-istri yang sangat menginginkan bayi berjenis kelamin perempuan sebaiknya melakukan senggama agak sering, yaitu setiap 2 – 3 hari sekali. Hubungan intim dimulai sejak haid kering dan berhenti sebelum masa subur (dua hari sebelum ovulasi). Tetapi jangan khawatir, senggama dapat dilakukan kembali 3 hari setelah ovulasi.

Vagina dibilas menjelang senggama dengan larutan yang terbuat dari campuran 1 liter air dengan 2 sendok garam meja (natrium klorida) atau asam cuka. Posisi hubungan intim yang disarankan adalah konvensional, di mana suami dan istri saling berhadapan.

Para suami perlu menahan diri saat ejakulasi dengan tidak melakukan penetrasi dalam. Demikian pula sang istri harus menghindari orgasme.

Untuk menu makanan, suami sebaiknya mengonsumsi sayur-sayuran alias menjadi herbivora, sementara istri menjadi karnivora dengan memperbanyak konsumsi daging-dagingan.

Nah…. meski manusia menginginkan bayi dengan jenis kelamin tertentu, “keputusan” akhir berada pada Tuhan YME. Ya… setidaknya sudah ada usaha untuk mencapai yang diidamkan. (Dikdo M.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 372,420 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: