Dewa Cinta

Mitos Seks Yang Jadi Perdebatan

Posted on: Juni 24, 2009

1.)    Jangan Ngeseks Sebelum Bertanding.

Peringatan ini sudah menjadi aturan wajib bagi setiap pelatih kepada anak asuhannya. Setiap pelatih di banyak cabang olahraga pasti akan melarang para pemainnya untuk berhubungan seks di malam sebelum pertandingan besar. Namun begitu, banyak riset menunjukkan bahwa seks sebelum pertandingan sama sekali tak mempengaruhi penampilan atlet. Riset ahli dari College of St. Scholastica di Duluth, Minnesotta, Amerika Serikat misalnya mengungkapkan bahwa pria menunjukkan kemampuan yang baik dalam tes ketahanan saat treadmill di pagi hari usai berhubungan seks malam harinya.

2.) Pria Mencapai Puncak Seksual Pada Usia 18, Sedangkan Wanita Pada Usia 30”an.

Menyikapi mitos ini, apa yang harus dipegang teguh pikiran Anda adalah bahwa pemahaman soal puncak ini adalah menyesatkan. Puncak dari segi hormonal tidak serta merta mempengaruhi puncak dari kemampuan seksual. Lebih jauh lagi, kualitas fisik dan seksual bukan suatu hal yang sama. Ketika hormon testosteron mencapai puncaknya pada usia 18, seorang pria cenderung belum mengalami seks terbaik dalam hidupnya sebagai remaja. Kesimpulan yang dapat diambil dari fakta ini adalah jangan biarkan pikiran penuh prasangka mendikte Anda.

3.) Alkohol Perbaiki Kemampuan Seksual.

Alkohol sejak lama dipertimbangkan sebagai aphrodisiac. Dahulu, manusia kerap dibayang-bayangi oleh kemampuan dan kekuatan alkohol, yang diduga mampu memperbaiki dan meningkatkan kenikmatan seksual.Alkohol justru akan membuat mandul fungsi-fungsi otak yang lebih tinggi, yang biasanya mengontrol atau menghambat impuls seksual. Lebih jauh lagi , meskipun minuman keras dapat meningkatkan gairah seks, namun juga dapat menurunkan kemampuan Anda atau secara negatif mempengaruhi respon seksual Anda.

4.) Cinta Dibutuhkan Untuk Menikmati Seks Satu lagi mitos yang agak menyesatkan.

Yang benar adalah cinta¨ tidak berkaitan dengan kepuasan seksual. Tentu saja, saat seseorang jatuh cinta dan memiliki perasaan kuat pada pasangannya, pengalaman seksualnya menjadi lebih baik. Namun hal ini tak bisa diterjemahkan dalam orgasme yang luar biasa.Banyak pasangan yang bingung bahwa seks yang mereka nikmati tidak seindah seperti kehidupan cinta mereka Setiap pasangan harus menyadari bahwa belajar untuk ¨menikmati¨ satu sama lain akan menjadi mahir seperti halnya memainkan alat musik. Anda butuh latihan kerja keras, kesabaran, sebelum musik yang hasilkan sempurna dan manis.

5.) Single Lebih Sering Ngeseks Ketimbang Yang Berpasangan.

Meskipun kita cenderung berpikir bahwa orang yang belum menikah lebih sering melakukan seks, namun mereka yang telah menikah atau hidup bersama-lah yang justru menjadi pemenang untuk soal yang satu ini. Ini bisa terjadi karena dua hal yakni : modal dan kemudahan. Kedua, Anda akan mencapai jumlah seks yang optimal bila Anda hidup dengan pasangan yang dicintai. Anda juga akan memiliki kehidupan seks yang nikmat ketimbang saat masih single. Menurut penelitian, kualitas seks yang lebih tinggi akan dicapai seseorang bila telah memiliki pasangan dalam ikatan pernikahan. Hal ini terjadi karena model relasi seperti ini biasannya menawarkan komponen-komponen kunci dari eksplorasi seksual dan kesenangan yakni kepercayan dan keterikatan. (tedifa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 372,420 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: