Dewa Cinta

Archive for the ‘Orgasme’ Category

Apa yang membuat seseorang menarik bagi yang lainnya, dengan mengabaikan orang ketiga? Jawabannya belum diketahui. Tapi nampaknya setiap orang sudah mulai membentuk pola masing-masing di masa anak-anak. Pola tersebut diperoleh dari kenangan masa kecil dan fantasi yang didapat dari orang tua dan teman-teman. Pola ini bertambah, dimodifikasi, diperluas dan ditulis ulang seiring dengan pertumbuhan orang tersebut, sampai menghasilkan pola yang unik. Ia menciptakan dan mengidentifikasi tipe orang yang secara seksual menarik baginya. Bila bertemu dengan orang tipe seperti itu, mereka akan membentuk hubungan yang lebih dekat. Mungkin bersifat emosional atau fisik, tapi biasanya kedua-duanya. Dengan hubungan tersebut, mereka dapat saling mempelajari kepribadian satu sama lain dan menjadi lebih dekat, atau sebaliknya, berpisah. Jika hubungan menjadi lebih dekat, gairah seks dan kenikmatan meningkat.

Semua indra penglihatan, suara, rasa, bau dan sentuhan dilibatkan dalam meningkatkan gairah seksual. Penglihatan nampaknya merupakan perangsang yang potensial bagi pria dan memegang peranan dalam permainan erotika, dengan menggunakan tubuh wanita sebagai simbol seks. Di negara-negara Barat, payudara wanita, baik dalam keadaan tersembunyi oleh pakaian ataupun telanjang, dan pantatnya, dianggap membangkitkan gairah seks pria. Bau tubuh yang bersih merangsang bagi kedua jenis kelamin, dan dibanyak kebudayaan, parfum, yang biasa dijual dengan nama provokatif berbau seks, digunakan oleh wanita sebagai kesenangan mereka sendiri dan untuk menarik pria. Bau yang tidak menyenangkan dapat menimbulkan penolakan seksual. Wanita mempunyai cita rasa bau yang lebih jelas daripada pria, sehingga bau tidak sedap dari seorang pria dapat menimbulkan tekanan seksual pada wanita. Bunyi, dari suara atau musik, dapat membangkitkan gairah seks, seperti rasa dari rambut, bibir atau tubuh seorang pasangan.

Pada umumnya, orang merasakan sentuhan yang berasal dari kontak tubuh paling membangkitkan gairah seks dibanding indera lain. Kebanyakan pria dan wanita bangkit gairahnya ketika saling mencium atau memeluk, khususnya ketika bagian-bagian tubuh paling erotis disentuh. Setiap orang mempunyai bagian tubuh erotis sendiri. Pria umumnya terangsang oleh penglihatan dan rasa dari payudara wanita, pantat dan vulva. Sedangkan kebanyakan wanita terangsang oleh pantat dan alat kelamin pria. Beberapa yang lain terangsang oleh bagian tubuh yang lain. Anda sendiri dapat menemukan bagian mana dari tubuh anda dan pasangan yang paling membangkitkan gairah seks.

Komponen emosi dan fisik yang menyebabkan bangkitnya gairah seks akan menimbulkan keinginan seksual. Keinginan seksual adalah persaan ingin menyentuh dan menjelajahi organ orang lain dan mungkin juga berhubungan kelamin, atau secara seksual dirangsang dengan cara lain. Keinginan seksual menyebabkan perasaan nikmat, yang menimbulkan perubahan fisik, yang telah diamati dan dijelaskan. Beberapa diantaranya telah dikenal selama beberapa abad. Karena seksualitas wanita merupakan pengalaman bersama dan setiap pasangan (seharusnya) memperoleh kesenangan dan kepuasan, saya rasa berguna menjelaskan apa yang terjadi pada setiap jenis kelamin jika kesenangan seksual dilanjutkan dan tidak ditekan.

Respon seks pria
Tanda paling jelas dari bangkitnya gairah seks pada pria adalah ereksi penis. Panjang dan diameter penis membesar. Dengan semakin terangsang pria itu, sedikit atau banyak yang dihasilkan dari mata penis dan meminyaki kepala penis. Baik penis tersebut mempunyai kulit kulup atau tidak. Setelah penis ereksi, pria mencapai keadaan dimana rangsangan seks tambahan akan membuatnya menginginkan hubungan seks. Atau dengan mengocok penis sehingga dia dapat mencapai orgasme dan ejakulasi. Dalam ereksi, panjang penis membesar kira-kira dua kali ukuran semula, menjadi 9,5 cm.

Ada beberapa kesalahan yang dikaitkan dengan penis. Pertama, semakin besar penis, semakin baik pria itu menjadi kekasih. Ini tidak benar, karena ukuran penis tidak berhubungan dengan fungsi. Pria dengan penis kecil secara seksual sama saja dengan pria berukuran penis besar, dan dapat memberikan kepuasan seksual yang sama besar. Kesalahan kedua, pria yang disunat lebih lama mencapai orgasme, sehingga lebih siap membantu wanita mencapai orgasme. Bukti-bukti menunjukkan, tidak ada perbedaan waktu untuk mencapai orgasme antara pria disunat dan yang tidak. Tentu saja, perbedaan yang menyolok antara dua pria ditemukan pada saat mereka mencapai orgasme. Tetapi disunat atau tidak bukanlah salah satu faktor. Setelah ereksi penis terjadi dan rangsangan dilanjutkan, pria akan berusaha mengadakan senggama atau bermasturbasi. Dalam hal ini ada sedikit perbedaan menyangkut penis.

Selama senggama, pria memasukkan penis dan mengeluarkannya dari vagina pasangannya. Selama masturbasi dia merangsang penis dengan memegangnya dengan lembut dan mengusap-usap sepanjang batang penis. Dengan semakin mendekati orgasme, pria itu mengetahui dalam beberapa saat akan terjadi ejakulasi. Tahap ini berlangsung sekitar 3 atau 4 detik, dan meskipun dia menahan semua gerakan penisnya, dia mengetahui ejakulasi segera terjadi. Tidak ada yang dapat dilakukan untuk menghentikannya. Gerakan ini diikuti dengan perasaan hangat di sepanjang penis karena aliran terminal bergerak dari daerah di dalam pinggulnya ke bagian atas penis. Kemudian tiga sampai enam kontraksi otot di bagian dasar penis mendorong keluarnya cairan terminal, dan otot-otot di bagian paha serta perut bagian bawah menegang. Selama periode ini, dia mungkin menekan si wanita erat-erat ke tubuhnya. Tahap kritis dengan kontraksi lebih sedikit itu akhirnya berlalu. Segera setelah ejakulasi, kepala penis menjadi mengendur untuk sementara, dan perasaan hangat menjalar ke tubuh pria. Biasanya untuk relaksasi sepenuhnya, terjadi pengenduran dan tidur sejenak atau “kematian kecil” dalam bahasa Perancis, selama penis mengendur.

Dengan bertambahnya usia seorang pria, perubahan tertentu dalam respon seks bisa terjadi. Dia mungkin memerlukan waktu cukup lama untuk ereksi. Selama rangsangan pendahuluan, ereksi mungkin timbul tenggelam beberapa kali. Penis mungkin tidak dapat mengeras dan memerlukan waktu lama untuk ejakulasi. Setelah ejakulasi, periode membangunkan kembali nafsu seksual mungkin meningkat, sampai 24 jam. Perubahan ini beragam tingkatannya, beberapa pria tidak mengalami respon seks, sementara pria yang lain mengalami perubahan yang berarti. Penting bagi wanita mengetahui perubahan ini. Dia mungkin merasa karena pasangannya menjadi lebih lambat memberi respon seks, maka dia tidak lagi dicintai, atau pria itu menemukan wanita sudah tua, sehingga kurang puas dan tidak mudah terangsang. Hal ini bukan mustahil terjadi. Tetapi perubahan pun bisa karena peningkatan usia. Jika wanita memahami, maka hubungan mereka akan meningkat. Ini lebih baik lagi pada pasangan yang dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lain.

Respon seks wanita
Respon seks wanita dapat di bagi menjadi 4 tahap, antara lain:

1. Kenikmatan atau fase bangkitnya gairah.
2. Fase Plateu.
3. Fase orgasme.
4. Fase resolusi.
Fase-fase ini menjelaskan respon seks, tetapi tentu saja berkelanjutan dengan fase berikutnya dalam kehidupan nyata.

Fase kenikmatan: Fase ini dimulai dari hubungan kontaks tubuh dengan pria, bukan oleh rangsangan seksual meskipun pandangan terhadap pria yang menarik memainkan peranan. Bangkitnya gairah seks bervariasi tergantung waktu. Banyak wanita mengalami minat seks yang tinggi pada saat-saat tertentu, seperti pada pertengahan siklus atau sebelum dan selama haid. Tetapi tidak ada pola yang konsisten dapat ditemukan. Tradisi mempercayai, hubungan kelamin selama haid berbahaya karena jaringan lebih rapuh terhadap infeksi. Tetapi sebab yang sebenarnya adalah hukum Yahudi lama yang menyatakan wanita tidak bersih selama haid. Tidak ada alasan medis mengapa wanita yang menginginkan hubungan kelamin selama haid tidak boleh mengadakan hubungan seks. Jaringan tubuh sebenarnya tidak rapuh dan infeksi belum tentu terjadi. Jadi, tidak ada bahaya dan wanita itu juga bersih.

Fase kenikmatan seorang wanita tergantung pada kelambatan mencapai puncak, yang lebih lama dari pria. Selama itu, klitoris bereaksi dan areola di sekitarnya membengkak. Ukuran klitoris juga meningkat, khususnya dalam hal lebar dan di sekitar bibir-bibirnya. Saluran vagina menjadi lebih halus dan tebal karena dipenuhi darah yang membentuk benjolan halus. Perubahan ini beragam tingkatnya dari satu wanita dengan wanita yang lain.

Di saat yang sama ketika hal itu terjadi, cairan memasuki jaringan pinggul. Vagina menjadi lebih halus dan beberapa cairan masuk ke lapisan sel-sel tipis yang membentuk dinding vagina, sehingga vagina menjadi basah. Dua kelenjar kecil yang terletak di sekitar jalan mesuk ke vagina juga mengeluarkan cairan, sehingga vagina dan jalan masuknya menjadi basah dan licin. Jika pria berusaha memasukkan penis sebelum cairan itu dikeluarkan dan dan menjadi basah, maka hubungan seksual akan menyakitkan. Itulah salah satu alasan mengapa pria merangsang dengan mencium dan menyentuhnya, sampai wanita itu terangsang secara seksual. Di saat yang sama, jaringan yang mengelilingi bagian bawah dari 1/3 vagina membengkak oleh darah, sehingga rasa lembut, hangat, dan bentuk bergelombang halus dirasakan oleh penis pria ketika memasuki vagina.

Fase plateu: Sekarang wanita itu memasuki fase plateu dan jika dia cukup peka, maka akan merasakan penis yang bereaksi di dalam vaginanya yang basah. Bahkan jika pria tidak peka terhadap kebutuhan seksual wanita, secara fisik wanita dapat memerima penisnya tanpa rasa sakit, meskipun dia akan menolak dan menegangkan vagina.

Dalam survei baru-baru ini, banyak wanita mengatakan bagian yang menyenangkan dari hubungan seksual, terpisah dari orgasme itu sendiri, adalah perasaan ketika penis memasuki vagina. Begitu juga kontak yang lebih dekat antara tubuh keduanya bisa merangsang daerah klitoris secara langsung, yaitu ketika gerakan penis, dengan menggerakkan bibir-bibir vagina, merangsangnya secara tidak langsung. Rangsangan bisa membawanya kepada orgasme. Sekitar 1 di antara 3 wanita mencapai orgasme pada saat penis masuk ke dalam vagina, sebelum pria mencapai ejakulasi, bersamaan dengan orgasme pria atau segera sesudahnya. Tetapi jika wanita tidak mengalami orgasme pada saat itu, dia mungkin menginginkan pria membantunya mencapai orgasme dengan mengusap daerah klitoris secara lembut atau mengusap dengan lidah dan bibir. Ini disebut cunnilingus. Wanita mungkin lebih senang mengalami orgasme sebelum mereka memulai senggama, atau setelah pria mengalami ejakulasi, tergantung pada suasana hati mereka berdua.

Kapan pun wanita mengendalikan, seharusnya memberitahu pasangan tentang gerakan tangan atau lidah yang paling merangsang, dan gerakan yang paling tidak disukai. Pada umumnya wanita lebih suka dirangsang di bagian klitoris daripada di bagian ujung atau kelenjar, dan rangsangan oleh jari terasa lebih nyaman jika daerah itu sudah basah. Dia seharusnya memberitahu pasangannya apa yang diinginkan, dan pria seharusnya mengetahui apa yang paling menyenangkan bagi wanita. jadi dia bukan hanya mengasumsikan apa yang paling disukai wanita itu.

Fase orgasme: Sulit menjelaskan orgasme. Karena setiap orang merasa dan menerima orgasme secara berbeda. Penjelasan yang diberikan beberapa wanita menunjukkan, orgasme adalah perasaan nikmat yang tertinggi dari bangkitnya nafsu seks. Perasaan ini biasanya dimulai dari bagian pinggul, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Selama orgasme, perasaan wanita berpusat pada sensasi, dan sebagian besar pada pengeluaran sesuatu. Ini dimulai pada saat-saat ketegangan yang tidak terkontrol, nikmat, pelepasan ketegangan mental, dan kelegaan.

Orgasme disebabkan oleh suatu refleks. Rangsangan di daerah klitoris baik secara langsung ketika wanita bermasturbasi, atau dirangsang secara tidak langsung oleh gerakan penis ketika memasukkan ke dalam vagina, membuat pesan dikirim ke dalam sumsum tulang belakang. Di sumsum tulang belakang, refleks ini terjadi dan pesan diedarkan ke seluruh syaraf yang mengendalikan otot-otot pinggul. Tetapi apakah pesan ini seluruhnya diedarkn, ditingkatkan intensitasnya atau dihentikan, tergantung tingkat kontrol oleh otak wanita terhadap refleks. Wanita yang tidak terbiasa dengan seks, biasanya akan menambah kesan itu dan mencapai orgasme. Tetapi jika dia tidak menyukai perasaan, pria itu memanfaatkannya, dia mungkin gagal mencapai orgasme selama persenggamaan, meskipun dia dapat mencapai orgasme dan berfantasi ketika bermasturbasi.

Orgasme seorang wanita biasanya dihubungkan dengan gerakan kejutan di daerah paha dan otot pinggul seperti pada pria. Tetapi beberapa orang wanita tetap berdiam dan kaku selama orgasme. Orgasme seorang wanita berbeda dengan orgasme pria, karena tidak ada ejakulasi. Berlawanan dengan keyakinan umum, wanita tidak selalu harus melengkungkan punggungnya atau berteriak selama orgasme. Otot rahim dan vagina berkontraksi, dan beberapa wanita mengalami orgasme yang lebih kuat ketika penis berereksi di dalam vagina pada saat tertentu, sehingga dapat dijepit dan dilepaskan oleh otot-otot vagina yang berkontraksi.

Pada hampir semua orgasme, dorongan orgasme dimulai dengan refleks yang ditimbulkan rangsangan pada klitoris, meskipun pesan tambahan mungkin berasal dari rangsangan pada vagina. Namun pada semua orang, orgasme dinyatakan dengan kontraksi otot-otot pinggul, termasuk otot vagina, dan dirasakan sebagai kenikmatan oleh daerah tertentu di otak. Banyak wanita yakin, pria memberikan mereka orgasme dan jika wanita gagal mencapai orgasme selama hubungan seks, berarti dia tidak feminin dan pasangannya pun merasa tidak jantan. Wanita memalsukan orgasme agar pria tidak merasa tidak jantan atau wanita itu sendiri tidak feminin. Dengan pendekatan lebih terbuka terhadap seksualitas wanita, kini diketahui wanita yang gagal mencapai orgasme selama persenggamaan tidak mengalami kelainan seks, dan tidak seharusnya memalsukan orgasme.

Hampir setiap wanita dapat mencapai orgasme dengan bermasturbasi, atau dengan rileks dan yakin terhadap hubungannya untuk memberitahu pasangan terhadap kebutuhan, sehingga pasangan dapat membantu mencapai orgasme dengan perangsangan. Dalam hubungan yang saling mengisi, pria harus bersedia dan senang merangsang wanita secara seksual dengan cara yang diinginkan si wanita. Idealnya wanita tidak merasa malu meminta pasangan untuk melakukan hal ini, juga kekasih yang peka tidak seharusnya menolak. Tetapi banyak wanita merasa malu untuk meminta, sehingga kenikmatan seksual mereka berkurang.

Fase resolusi: Pada pria dan wanita, kontraksi otot konklusif dan kenikmatan orgasme diikuti dengan relaksasi. Tetapi berbeda dengan penis pria, biasanya klitoris tidak mengendur, dan beberapa wanita dapat mencapai satu orgasme setelah orgasme yang lain, tanpa selingan. Banyak wanita merasa cukup dengan hanya satu kali orgasme. Dalam lima sampai sepuluh menit pertama dari fase resolosi, jaringan vagina dan vulva kehilangan cairan yang akan membasahi vagina. Tetapi jika wanita dirangsang kembali secara seksual, maka dia dapat terangsang dan mengalami orgasme yang lain pada jarak waktu lebih pendek daripada pria. Sebaliknya, jika wanita dirangsang pada fase plateu tetapi tidak dibantu mencapai orgasme, atau tidak bermasturbasi untuk membantu mencapai orgasme, maka fase resolusi sering menjadi lama dan ketegangan jaringan vagina lambat untuk dipulihkan.

Rangsangan yang berulang dan kegagalan mencapai orgasme bisa menyebabkan frustasi fisik dan mental. Mungkin juga menyebabkan keluhan ginekologis yang bersifat psikosomatis. Karena alasan ini, dan juga alasan cinta dan kasih sayang, pria dapat membantu pasangannya mencapai klimaks yang diinginkan. Sekitar 40% wanita mencapai orgasme pada setiap episode hubungan kelamin, dan satu dari setiap tiga wanita dalam kelompok ini dapat memcapai beberapa kali orgasme. Sekitar 50% wanita kadang-kadang mencapai mencapai klimaks selama hubungan seks, dan dicapai jika klitoris dirangsang dengan jari atau dengan lidah pria, sebelum atau sesudah pria itu mencapai orgasme, atau jika wanita bermasturbasi. Hanya sekitar 10% wanita sangat jarang atau tidak pernah sama sekali mencapai orgasme pada setiap senggama. Oleh karenanya komunikasi antara keduanya (pria dan wanita) sangat penting untuk memecahkan hal tersebut.

Sumber: www.17tahun.com

— Tulisan ini saya ambil dari situs yang kini sudah tidak ada rimbanya lagi, tp wacana ilmiahnya sangat menarik dan bermanfaat untuk kita baca, namun mesti diperhatikan, kata “SAYA dalam artikel tersebut bukan merujuk ke Dewa Cinta 🙂 —

_______________

Tulisan ini bukan merupakan sebuah cerita dari sesuatu kejadian bermain seks, tapi merupakan cuplikan dari hasil pembicaraan dengan teman-teman wanita yang saya kenal.

Percakapan ini melibatkan teman-teman wanita saya terdiri dari mulai gadis remaja sampai dengan ibu rumah tangga, yang tempat kejadian dan waktunya tidak bersamaan. Tentunya cuplikan yang saya tuliskan di sini hanya yang mengandung topik masalah seksual saja. Banyak topik yang menarik, yang saya pikir belum tentu semua lelaki mengetahuinya sehingga saya coba untuk menyajikan dalam bentuk cuplikannya.

Hampir setiap lelaki yang pernah bersetubuh dengan saya selalu melakukan hal yang keliru di dalam melakukan antisipasi ketika saya mulai mencapai klimaks. Mereka selalu mempercepat goyangan dengan begitu bernafsunya sehingga momen orgasme saya yang indah itu tidak berbekas. Seharusnya lelaki itu mengerti dan tahu apa yang harus dilakukannya apabila wanita mulai mencapai klimaks, yaitu memperlambat goyangan pada sikap gerakan yang hampir diam, dan kemudian mulai menggerakkan penisnya lagi secara perlahan-lahan sehingga gesekan penis di dalam vagina akan terasa begitu menggelitik berbaur dengan rasa klimaks yang baru saja tercapai sehingga kenikmatan yang saya peroleh, saking nikmatnya, akan sulit untuk saya ungkapkan dengan kata-kata. Sering terlintas dalam pikiran saya ternyata orgasme yang saya peroleh melalui masturbasi jauh lebih nikmat dibandingkan dengan orgasme yang diperoleh dari penis laki-laki semacam yang di atas karena dengan cara masturbasi saya dapat merasakan kontraksi di dalam vagina dengan cara mengurangi sentuhan atau gerakan tangan saya ketika saya akan mulai klimaks”, ungkap Leni seorang mahasiswi berumur 24 tahun.

“Pada umumnya setiap lelaki mengetahui bahwa payudara wanita adalah daerah sensitif untuk meningkatkan gairah birahi wanita disamping clitoris. Selain sensitif untuk meningkatkan gairah birahi juga merupakan daerah yang rawan menerima rasa sakit. Kebetulan payudara saya ukurannya termasuk ukuran besar, dan suami saya sangat senang memainkan payudara saya baik sebelum maupun selama bersetubuh. Kalau mengisap puting payudara saya, dia lakukan lama sekali dan kalau dia sudah akan mencapai orgasme remasan-remasannya pada payudara saya begitu liar sehingga rasa nikmat hilang menjadi rasa sakit yang akibatnya saya selalu ingin segera mengakhiri acara persetubuhan ini.
Sudah sering saya katakan padanya bahwa kalau dia meremas-remas payudara saya terlampau keras saya hanya merasakan rasa sakit bukan rasa nikmat. Suami saya menjawab, bahwa hal itu pasti akan selalu terjadi karena payudara kamu begitu besar dan sangat merangsang untuk diremas dengan keras dan ekspresi wajah saya katanya kelihatan menyukai hal tersebut. Padahal bagi hampir semua wanita, kalau puting payudara ini dihisap atau dikulum terlampau lama maka puting payudara itu akan menjadi keras dan sensitivitasnya menjadi berkurang. Waktu saya ngobrol mengenai hal ini dengan teman saya yang kebetulan juga memiliki ukuran payudara yang besar, diapun ternyata mempunyai masalah yang sama dengan pacarnya, dan dia mengatakan kepada saya bahwa wanita yang memiliki payudara besar akan lebih sering menderitanya dibandingkan dengan kenikmatannya yang diperoleh oleh wanita yang hanya memiliki payudara yang berukuran sedang. Karena mungkin saja dalam benak pikiran laki-laki, tersimpan pikiran bahwa wanita dengan payudara yang berukuran besar itu menyenangi perlakuan yang lebih untuk payudaranya sehingga lelaki pasangan kita itu selalu dengan rakus dan kasar mempermainkan payudara wanita yang berukuran besar. Pikiran semacam itu salah sama sekali!
Terlepas dari besar kecilnya ukuran payudara wanita, perlakuan yang lembut dan liar (bukan kasar) atas payudara itu akan memberikan rangsangan yang luar biasa sekali, dan jauh dari rasa sakit .Akibat dari hal ini, sudah lama saya jarang mencapai orgasme kalau bersetubuh dengan suami saya, pelarian saya untuk mencapai orgasme adalah melalui vibrator”, ungkap Nina, seorang ibu rumah tangga berumur 31 tahun.

“Pacar saya kalau bersetubuh tidak pernah bisa lama atau menunggu saya dalam mencapai orgasme. Tapi saya tetap bisa puas dan akhirnya mencapai orgasme dengan kualitas orgasme yang dapat membuat saya benar-benar puas. Yang dia lakukan apabila dia sudah klimaks adalah mencabut penisnya dari vaginaku, dan segera dia memasukkan dua jari tangannya, yaitu jari telunjuk dan jari manis, ke dalam vaginaku dan menggosok dengan gerakan memutar secara perlahan clit-ku dengan jempolnya. Kemudian dia menggantikan peran jempol tersebut dengan lidahnya untuk berputar-putar di atas clit-ku sambil jari-jarinya digerakan keluar masuk menggesek bagian dalam vaginaku. Dengan apa yang dia lakukan, saya tidak pernah dapat bertahan lama, klimaks dengan kenikmatan yang sensasional”, ungkap Hesti, seorang sekretaris berumur 23 tahun.

“Sulit mendapatkan laki-laki, apakah dia bujangan atau sudah married yang menguasai ‘The Art of Sex’, ujar Lina. Setiap Lina mau mencapai orgasme akibat foreplay yang dilakukan oleh si laki-laki tanpa sadar biasanya Lina suka nyerocos ngomong ngelantur seperti teriak, “aadduuuuh…, Lina hampir keluar” atau “Ohh…, Lina nggak tahan lagi”, dan yang semacamnya. Mendengar erangan Lina semacam itu setiap laki-laki yang bersetubuh sama Lina pasti langsung menancapkan penisnya sekaligus dengan tekanan yang keras sekali ke vagina Lina. laki-laki itu sebenarnya harus tahu bahwa bagaimanapun wanita mengerang dan memohon untuk disetubuhi tapi kalau penis itu ditancapkan dengan cara seperti itu akan menimbulkan rasa sakit dan langsung menurunkan rasa gairah yang tadinya sudah begitu tinggi. Biasanya begitu masuk, karena akibat erangan Lina, si laki-laki langsung menyetubuhi Lina dengan gerakan yang cepat. Tapi karena cara masuknya seperti tadi di atas, dimana akibatnya gairah Lina sendiri agak menurun karena masih menahan rasa pedih yang belum hilang, bukannya Lina yang orgasme malahan menjadi sebaliknya.
Seharusnya si laki-laki tahu bahwa kalau wanita sudah memohon untuk di setubuhi, masukkan penisnya secara ‘gentle’, tekan perlahan tapi lakukan sedalam mungkin, kemudian setubuhi wanita itu dengan gerakan yang teratur tetapi tidak terlalu cepat. Kalau si laki-laki melakukan seperti itu, akan terasa sekali sama Lina bagaimana kepala penis membuka bibir vagina Lina untuk berusaha masuk ke vagina Lina dan otomatis lubang vagina akan membesar dan vagina bertambah basah sehingga dengan mudah dan nikmat penis itu akan masuk semuanya ke dalam vagina Lina, dan yang pasti tidak lama kemudian Lina pasti orgasme. Hal ini baru satu kali Lina alami dari delapan laki-laki yang pernah bersetubuh dengan Lina”, ungkap Lina, seorang asisten front office manajer sebuah hotel berbintang di Bandung berumur 25 tahun.

“Lelaki dewasa itu menurut saya adalah manusia yang kadang-kadang sering bersikap bodoh dan menyakitkan, tetapi mereka sama sekali tidak menyadarinya. Salah satu ungkapan kebodohan dan sikap laki-laki yang menyakitkan itu aku peroleh dari pacarku sendiri. Dan dia sendiri sama sekali tidak menyadarinya. Kejadiannya sewaktu aku masih berumur 18 tahun dimana pacarku waktu itu berumur 25 dan sudah bekerja. Masa pacaranku pada waktu itu memasuki usia 2 tahun, dan di suatu malam akhirnya pertahananku jebol juga, keperawananku berhasil diambilnya. Usai dia memerawaniku, dia bertanya kepadaku, “Apakah aku masih sakit dan apakah aku menyesal telah melakukannya”. Pertanyaan ini terasa buatku sangat menyakitkan dan di mataku rasanya dia menjadi sangat bodoh sekali dengan melontarkan pertanyaan semacam itu. Karena, kalau aku jawab bahwa aku menyesal telah melakukannya, dia sudah pasti tidak dapat berbuat apa-apa karena keperawananku sudah robek. Sama saja sewaktu penisnya masih belum dapat menembus keperawananku dia sempat bertanya, “Apakah aku merasa sakit?”, tapi tanpa menunggu jawabanku tetap saja dia melakukannya. Seharusnya dia sebagai pacarku dan juga bagi laki-laki serta laki-laki lainnya yang telah berhasil merenggut keperawanan pacarnya tidak usah bertanya semacam itu, tapi cukup dengan memeluk dan mengatakan bahwa dia sangat mencintaiku dan akan bertanggung jawab atas segala akibat dari apa yang telah kita lakukan berdua”, ungkap Ika, seorang mahasiswi berumur 21 tahun.

“Meskipun sempat ragu-ragu karena takut merasa sakit, tapi Desi pernah minta pacar Desi untuk mencoba menyetubuhi anus Desi. Pacar Desi mengerti gelagat bahwa meskipun itu keinginan Desi sendiri tapi dia tahu bahwa sebenarnya Desi masih ragu-ragu untuk melakukannya. Tapi ternyata pacar Desi bisa menyetubuhi anus Desi hampir tanpa meninggalkan rasa pedih sedikitpun, malah sebaliknya, Desi memperoleh kepuasan yang luar biasa sekali. Pertama yang dia lakukan adalah memberi pelicin (vaseline) di penisnya dan juga di sekitar maupun di lubang anus Desi. Setelah penisnya berada di posisi bibir anus Desi dia sama sekali tidak melakukan tekanan, tapi justru dia yang menyuruh Desi mendorong pantat Desi ke belakang sehingga kontrol untuk mengatasi rasa sakit sepenuhnya ada pada Desi. Dengan perlahan-lahan, kadang-kadang berhenti dulu kalau terasa sedikit pedih, penis pacarku itu akhirnya masuk semua ke dalam anus Desi.
Tanpa rasa pedih atau sakit yang berlebihan seluruh batang penis pacarku telah tertanam di dalam anus Desi, yang ada hanya rasa nikmat. Dengan tangannya dia meraih vibrator yang telah disiapkan, dan dibenamkannya vibrator tersebut ke vagina Desi. Pacar Desi tetap diam tidak melakukan gerakan, dan gelinya gelitikan vibrator di dalam vagina Desi mulai membuat Desi bergerak, setiap gerakan Desi melawan vibrator menimbulkan gerak balik terhadap pantat Desi, dan otomatis anus Desi bergerak naik turun menggesek penis pacar Desi. Adegan ini tidak bertahan lama karena Desi tidak mampu untuk menahan rasa nikmat yang Desi alami. Desi mencapai orgasme yang menurut Desi, belum pernah Desi rasakan sebelumnya. Ternyata kalau laki-laki itu mengerti soal persetubuhan, banyak cara yang dapat diberikannya untuk memuaskan wanita. Dengan pengalaman itu, Desi makin sayang sama dia dan tidak pernah punya pikiran untuk mencoba penis yang lain selain penis pacar Desi”, ungkap Desi seorang foto model berumur 23 tahun.

“Suami Hani termasuk suami yang termasuk cepat klimaks, sehingga Hani sering sekali kecewa. Setelah dia klimaks, dia malah tidak ada usaha sedikitpun untuk melakukan sesuatu agar Hani dapat juga mencapai kepuasan kalau bersetubuh dengan dia. Pada suatu malam, dia mengajak Hani bersetubuh dan tentunya sebagai istri Hani selalu siap untuk melayaninya. Diluar kebiasaannya, malam itu dia kuat sekali bersetubuhnya, Hani jadi bertanya-tanya, bagaimana mungkin suami Hani dalam soal bersetubuh dapat berubah begitu drastis menjadi laki-laki yang perkasa, padahal selama dua tahun usia perkawinan kita, paling lama dia hanya mampu bertahan 3-5 menit saja. Malam itu beberapa kali Hani mencapai orgasme.
Dua hari kemudian kita bersetubuh lagi, sewaktu pemanasan Hani hisap penisnya, terasa bau dan sedikit pedas rasa penisnya di mulut Hani. Mulut Hani terasa tidak nyaman sama sekali dan birahi Hani langsung turun drastis. Teka-teki yang ada di benak Hani terjawab sudah, ternyata penis suami Hani sebelum bersetubuh telah diolesi dengan semacam obat yang mampu menimbulkan rasa kebal. Malam itu, meskipun dia mampu bertahan lebih dari 30 menit, Hani tetap tidak dapat mencapai orgasme, vagina Hani sampai pedih menahan gesekan penisnya, karena cairan vagina Hani sudah mengering tetapi dia masih saja menyetubuhi Hani. Pemakaian obat semacam itu sangat mengganggu pikiran Hani, dan semakin lama dia menyetubuhi Hani, semakin terasa bahwa vagina Hani bukan sedang dimasukin penisnya tetapi merasa sedang ditusuk-tusuk oleh sebuah benda mati. Hani tidak ada gairah lagi, karena Hani punya perasaan bahwa apapun tingkah dan gaya Hani bersetubuh tidak akan ada artinya kalau yang dihadapi adalah penis yang tidak mempunyai rasa sensitifitas, hanya akan membuat Hani lelah tidak berujung saja.
Malam itu, acara bersetubuh kita terasa buat Hani sebagai sebuah siksaan, berakhir dengan meninggalkan kesan sangat buruk terhadap penis suami Hani. Perlu untuk diketahui oleh para lelaki, bahwa pemakaian obat semacam itu belum tentu akan mampu menghasilkan orgasme yang indah bagi pasangannya, contohnya seperti apa yang aku alami dengan suamiku sendiri. Lebih baik meminta saran dokter atau yang memang ahli di dalam bidang seksual untuk berkonsultasi bagaimana caranya untuk mengatasi masalah ejakulasi dini yang kalian hadapi”, ungkap Hani seorang ibu rumah tangga berusia 38 tahun.

“Pada umur 17 tahun, Winda diperawanin oleh pacar Winda, pada waktu itu umur dia adalah 22 tahun. Sedikit rasa sakit yang Winda alami adalah sewaktu unjung penis pacar Winda menekan untuk berusaha masuk ke vagina Winda. Setelah ujung penisnya berhasil masuk, pacar Winda tidak kesulitan untuk menekan masuk seluruh batang penisnya ke vagina Winda tanpa menimbulkan rasa sakit sedikitpun di vagina Winda. Gerakan dan goyangan Winda muncul secara tidak terkontrol akibat rasa nikmat merasakan goyangannya. Setelah selesai kita bersetubuh, beberapa saat pacar Winda termenung seolah-olah memikirkan sesuatu. Akhirnya dia berkata bahwa dia merasa heran bahwa Winda tidak menjerit dan tidak mengeluarkan setitik darahpun sewaktu diperawanin malah menurutnya Winda bergoyang liar menikmatinya. Winda merasa sakit hati dan sedih sekali dituduh bahwa Winda sudah biasa bersetubuh, padahal itu adalah yang pertama kalinya Winda bersetubuh.
Winda jelaskan kepada pacar Winda bahwa kejadian bersetubuh yang tadi itu adalah yang pertama buat Winda. Tapi kelihatannya pacar Winda tidak begitu mempercayainya. Padahal Winda sendiri tidak yakin dan tidak tahu kalau dia itu masih benar-benar jejaka dalam artian belum pernah bersetubuh sama sekali sebelumnya. Sejak kejadian itu pacar Winda makin aneh kelakuannya, dan akhirnya hubungan kita putus. Meskipun hati Winda begitu sedih dan sulit untuk menerimanya, tetapi akhirnya Winda justru merasa bersyukur putus hubungan dengan dia. Karena dari sikapnya tersebut Winda dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa dia tidak sepenuhnya mencintai Winda. Dia hanya mencintai selaput dara Winda tetapi tidak mencintai Winda secara keseluruhan. Lelaki semacam pacar Winda ini sebaiknya dijauhi oleh para wanita. Lelaki semacam ini egonya sangat tinggi, sehingga kalaupun dipaksakan terus untuk menjadi pacar atau suami kelakuannya kelak hanya akan membuat kita sebagai wanita tersiksa batin saja. Kalau seorang laki-laki betul-betul tulus mencintai seorang wanita, tentunya dia akan mencintai wanita tersebut secara keseluruhannya. Apalagi dalam hal ini Winda telah menjelaskan kepadanya bahwa dia adalah laki-laki yang pertama bersetubuh Winda”, ungkap Winda, seorang wanita yang baru lulus SMU berumur 18 tahun.

“Usia perkawinanku sekarang telah memasuki tahun ketujuh dan aku sendiri sekarang berumur 35 tahun. Hubungan seksual tadinya berjalan normal dan memuaskan bagi diri dan suamiku, tetapi dalam 5 bulan terakhir ini aku hampir tidak pernah lagi dapat mencapai orgasme. Mungkin hal ini disebabkan oleh rasa jenuh dan bosan akibat dari acara bersetubuh yang selalu monoton kurang variasi, karena suamiku tidak memiliki inisiatif untuk lebih menghidupkan lagi acara persetubuhan kita. Tanpa direncanakan aku terlibat penyelewangan dengan teman suamiku. Dari penampilan wajah maupun postur fisiknya dia jauh di bawah suamiku, tapi kalau dia bersetubuh aku, dia dapat memberikan apa yang aku tidak peroleh dari suami sendiri. Dengan telaten dan sabar dia menuntunku untuk melakukan apa saja yang aku sukai selama bersetubuh. Hasilnya, aku sangat tergantung sekali kepada dia dalam hal bersetubuh, dan dia tergantung padaku dalam hal materi. Buatku tidak menjadi masalah. Materi aku dapat minta dengan mudah kepada suamiku. Penis dia sendiri ukurannya lebih kecil dari suamiku, tapi cara dia menuntun aku untuk mencapai orgasme luar biasa sekali, tidak jarang aku dapat mencapai orgasme lebih dari tiga kali dalam satu kali acara bersetubuh dengan dia.
Dampak lainnya, setiap aku bersetubuh dengan suamiku sendiri aku dapat kembali mencapai orgasme, hal ini disebabkan karena akau selalu membayangkan goyangan dia selama akau bersetubuh dengan suamiku. Buat para lelaki/suami jadikanlah pengalamanku ini untuk menjaga agar pacar/istri itu tidak mencari penis lain dengan jalan selalu berusaha untuk memahami keinginan wanita dalam hal bersetubuh. Wanita sulit untuk mengutarakan keinginannya yang macam-macam dalam hal bersetubuh karena rasa malu dan takut kalau dicap yang tidak-tidak. Tawaran dan inisiatif melakukan variasi baru dalam hal bersetubuh sebaiknya datang terlebih dahulu dari pihak laki-laki. Kalau hanya sekedar memasukkan penis ke dalam vagina, aku kira hampir semua lelaki tidak perlu belajar, secara alami pasti bisa. Yang perlu dipelajari oleh para lelaki adalah bagaimana caranya agar selalu dapat memberikan suasana dan variasi baru pada setiap kesempatan bersetubuh, dimana variasi-variasi tersebut juga dapat diterima oleh pasangannya sehingga acara bersetubuh tersebut tetap diliputi rasa gairah, tidak monoton dan membosankan untuk dilakukan”, ungkap Eli, seorang ibu rumah tangga berumur 35 tahun.

Semoga artikel ini menambah pengetahuan bagi laki-laki bagaimana cara memuaskan wanita yang kita cintai, sehingga wanita tersebut tambah cinta pada kita dan tidak akan pernah berpaling kepada laki-laki lain.

Sumber: www.17tahun.com

Pada laki-laki, kemampuan untuk berfungsi secara seksual tergantung pada faktor psikologis, hormon, syaraf dan saluran darah. Urutan seksual pada laki-laki termasuk 5 langkah: rangsangan, ereksi, ejakulasi, orgasme dan detumescence (hilangnya ereksi). Sebetulnya langkah Ejakulasi dan Orgasme itu urutannya tidak selalu ejakulasi lebih dahulu, karena ejakulasi adalah bagian dari orgasme.

Keinginan seksual diatur oleh faktor hormon dan psikologis. Kemampuan ereksi diatur oleh sistem syaraf dan system aliran darah. Ejakulasi diatur oleh sebagian system syaraf dan sebagian saluran darah. Orgasme adalah murni fenomena psikologis yang termasuk di dalamnya sensasi kenikmatan karena ejakulasi, dan detumescence (hilangnya ereksi) diatur oleh system saluran darah.

Judul di atas adalah Multiple Orgasme bukan Multiple Ejakulasi. Hal ini untuk meluruskan mitos yang telah ada diantara laki-laki, bahwa Multiple Orgasme adalah Multiple Ejakulasi. Ejakulasi adalah keluarnya semen dalam orgasme laki-laki. Orgasme yang termasuk di dalamnya kenikmatan karena orgasme dapat dicapai dengan tidak selalu harus ejakulasi. Untuk ini salah satu cara untuk mencapai Multiple Orgasme adalah dengan latihan, karena orgasme adalah murni psikologis, jadi untuk mencapai kenikmatan karena ejakulasi, kita harus mendapatkan sensasi ejakulasi itu dengan tanpa ejakulasi itu sendiri. Orgasme seperti ini disebut “Contractile Phase Orgasms (COP)” yaitu orgasme tanpa berlanjut ke “Expulsion Phase Orgasms” yaitu fase ejakulasi dan hilangnya ereksi, sementara dalam COP termasuk juga “perasaan ejakulasi” (juga termasuk 3-5 detik kontraksi otot di penis seperti saat ejakulasi) tetapi tanpa ejakulasi dan hilangnya ereksi. Dan / atau beberapa dari anda bisa juga sampai pada tingkat ejakulasi tanpa detumescence (hilangnya ereksi). Bingung? Untuk lebih jelasnya baca terus.

Pertama-tama kita harus mengenali terlebih dahulu fisiologi dari alat orgasme ejakulasi pria. Tingkatan sampai ejakulasi sebenarnya dapat dijelaskan sebagai berikut: Sensasi pertama datang dari testis (biji), sensasi itu menjalar dari saluran epididymis dan saluran spermatic yang berkontraksi dan mengejang untuk memindahkan sperma ke dalam prostate gland atau disebut juga ampulla. Ampulla terisi dengan sperma yang kita rasakan seiring dengan kenikmatan rangsangan seksual. Rangsangan penis yang berkelanjutan ini memicu pengerasan dari organ seminal vesicle yang akan terus mengisi / mengirim cairan sperma ke ampulla. Setelah tekanan yang cukup tercapai (karena pengisian terus menerus) di dalam saluran ejakulasi (urethra), prostate akan mengeras, kemudian akan mengeluarkan isinya ke urethra. Ejakulasi tak akan terelakkan jika prostate telah mengeras. Akhirnya, katup di ujung saluran ejakulasi akan terbuka seiring dengan dimulainya refleks ejakulasi. Semen yang dikeluarkan dari penis adalah campuran dari berbagai cairan dengan urutan keluarnya:

  1. Cairan Prostat (10%).
  2. Sperma (5%) dan Cairan Ampullary Gland (10%).
  3. Cairan Seminal (70%).
  4. Cairan Prostate (5%).

Perhatikan, bahwa ada katup di ujung saluran ejakulasi dan bahwa tekanan cairan yang memicu refleks ejakulasi. Anda dapat orgasme dan mengeluarkan cairan sperma, Ampullary dan seminal ke saluran ejakulasi tanpa memicu refleks ejakulasi itu sendiri atau membuka katup tsb. Mungkin ada di antara anda yang secara tidak sengaja pernah mengalami hal ini, dimana anda hampir mendekati ejakulasi yang hebat, lalu anda hentikan semua gerakan, dan penis anda mengeluarkan cairan (ejakulasi) tapi tetap ereksi, dan ketika anda lanjutkan gerakan anda, anda dengan mudah dapat ejakulasi lagi. Hal seperti ini bisa dilatih, meskipun bila anda telah dapat melakukannya sekali, anda belum tentu dapat melakukannya terus-menerus setiap anda ingin, ketahanan tubuh atau kemampuan pengisian sperma ada batasnya. Hal ini disebut Multiple Ejaculation.

Sedangkan untuk COP, anda dapat melakukannya berulang-ulang dengan selang waktu istirahat beberapa detik atau menit. Anda mendapat kenikmatan yang sama tanpa ejakulasi, hal ini ditoleransi oleh tubuh anda, sehingga dapat dilakukan berulang-ulang. Keduanya, baik Multiple Ejaculation dan COP adalah termasuk Multiple Orgasme.

Latihan 1: Pernapasan
Dengan bernapas dalam dan teratur (tanpa terlalu sering), seseorang dapat menambah kontrolnya terhadap orgasme, dan menambah kemampuannya untuk mengatur kontraksi otot atau saluran urine-nya.

  1. Duduk di bangku dengan punggung lurus dan kaki menyentuh lantai dan melebar sesuai dengan lebar pundak anda sendiri.
  2. Letakkan tangan di pusar dan buat pundak anda santai.
  3. Tarik napas melalui hidung dan rasakan perut bagian bawah mengembang di daerah sekitar pusar (bawah dan sekitarnya). Diafragma dada juga akan turun.
  4. Dengan tetap membuat dada anda santai, keluarkan nafas dengan sedikit paksaan untuk mengecilkan perut anda, seperti anda mau menarik masuk pusar anda mendekati tulang punggung. Juga rasakan penis anda dan bijinya ikut naik / tertarik.
  5. Ulangi langkah 3 dan 4 sekitar 20 s/d 40 kali.

Latihan 2: Belajar memfokuskan perhatian
Latihan selanjutnya ini adalah untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi. Kemampuan untuk memindahkan perhatian adalah hal yang juga cukup penting dalam seks.

  1. Perlahan tarik napas (kembangkan perut anda) dan keluarkan napas (kecilkan perut) seperti latihan 1. Tarik dan keluar napas ini dihitung sebagai satu napas.
  2. Lanjutkan bernapas memakai perut dan hitung dari 1 s/d 100, pikirkan hanya mengenai pernapasan anda.
  3. Jika anda pikir pikiran anda telah terpecah / tidak fokus lagi, mulai dari awal.
  4. Lakukan latihan ini minimal dua hari sekali hingga anda dapat menghitung sampai seratus dengan mudah tanpa pikiran anda terpecah.

Latihan 3: Menemukan / mengenal Otot PC

  1. Saat anda pipis, berdiri di atas jari kaki anda, bila perlu anda dapat berpegangan sebelah tangan ke tembok, jangan dua tangan (yang satu lagi kan buat megangin..!!!).
  2. Tarik napas dalam-dalam.
  3. Keluarkan perlahan, lalu ketika anda rasakan air seni hampir keluar, hembuskan napas dengan kencang.
  4. Tarik napas dan kontraksikan otot PC anda untuk menghentikan perasaan ingin buang air ketika air seni belum habis.
  5. Keluarkan napas dan buang air lagi seperti no. 3.
  6. Ulangi langkah 4 dan 5, tiga s/d 6 kali atau sampai anda selesai pipis.

Otot PC (Pubococcygeus) bertanggung jawab untuk kontraksi ritmik dari pelvis dan anus selama orgasme. Pada wanita kontraksi otot PC bisa digunakan untuk memijit penis. Otot PC yang kuat dapat dihubungkan dengan orgasme yang kuat pula. Bila anda dapat dengan mudah mengatur otot PC ini, anda dapat mengatur pula ejakulasi, karena dengan membuat rileks otot ini, katup urethra akan tetap tertutup. Ingat,membuat rileks, bukan membuatnya kontraksi. Dengan membuat rileks anda akan menghindari ejakulasi.

Latihan 4: Memperkuat Otot PC
Anda dapat berhenti latihan no.1 bila anda telah terbiasa bernapas seperti itu selama seks, dan juga no.2 bila anda telah mampu memfokuskan perhatian anda, dan no.3 bila anda telah cukup mengenal otot PC anda. Tapi anda harus membiasakan latihan 4 ini. Lebih banyak anda lakukan, lebih kuat otot ini dan akan lebih baik lagi seks terasa oleh anda. Latihan ini dapat pula dilakukan oleh wanita untuk keuntungan yang sama. Catatan: pada latihan di bawah ini, kontraksi yang sangat penting adalah kontraksi otot PC. Anda dapat melewatkan kontraksi mata dan mulut bila anda ingin.

  1. Tarik napas dan konsentrasi pada prostat (biji), perineum (daerah antara anus dan kantung biji), dan anus.
  2. Waktu anda keluarkan nafas, kontraksikan otot PC sekitar prostat dan sekitar anus dan juga kontraksikan otot sekitar mata dan mulut.
  3. Tarik napas dan rileks, lepaskan otot PC, mata dan mulut. Latihan releks ini penting, harus benar-benar rileks.
  4. Ulangi langkah 2 dan 3, kontraksikan otot anda ketika mengeluarkan nafas dan lepaskan ketika menarik napas, lakukan 10 sampai 40 kali.

Latihan 5: Merasakan dan membiasakan sensasi kenikmatan
Sekarang kita belajar teknik dasar dari Multiple Orgasme Laki-laki. Ingat, orgasme dan ejakulasi secara fisiologis adalah proses yang berbeda yang dapat dinikmati secara terpisah, orgasme sendiri dan ejakulasi sendiri, tidak bergantung satu sama lain. Kita berlatih untuk mengalami orgasme tanpa ejakulasi. Untuk Multiple Ejakulasi (ME), secara otomatis anda terlatih juga, tapi jangan terlalu berharap anda mahir dalam ME ini, sebabnya, baca lagi yang di atas.
Latihan ini, mulanya tentu saja dengan masturbasi (terutama untuk anda yang tidak memiliki partner), untuk kemudian setelah cukup berlatih dapat dilanjutkan latihan dengan partner anda.

  1. Mulailah melumasi penis anda. Pelumas dapat menambah sensasi. Pelumasnya terserah anda masing-masing, tapi yang tidak membahayakan dan tentu saja yang penting tidak mengurangi kenikmatan, malah harus menambah kenikmatan tersebut.
  2. Mulailah lakukan gerakan-gerakan ritual anda, gerakannya terserah anda, ingat untuk memijat dan menstimulasi seluruh penis anda dan kantung anda. Sambil melakukan pernapasan yang dalam dan teratur seperti di latihan 1.
  3. Coba perhatikan kenaikan rangsangan anda, perhatikan perasaan menggelitik di ujung penis anda, perhatikan tingkatan ereksi, juga kenaikan detak jantung. Jangan lupa, pernapasan tetap diteruskan. Bila anda terlupa dengan metode pernapasan atau jadi kacau, berarti anda harus melatih lagi Latihan 1 dan 2 di atas. Idealnya anda bernapas seperti itu dengan tanpa anda perhatikan.
  4. Jika anda sudah sangat dekat untuk ejakulasi, berhenti dan istirahat (mungkin dengan bernapas dalam lalu menahannya untuk beberapa saat). Coba perhatikan kontraksi dari otot PC dan anus yang muncul pada fase ini (ini adalah phase “COP”, Contractile Orgasm Phase), walaupun jangan terkejut / kecewa bila cukup makan waktu untuk mengalami ini tanpa ejakulasi. Anda juga dapat mencoba memencet otot PC anda di sekitar prostate bila prostate tersebut mulai berkontraksi dan anda rasa tidak bisa menahan untuk ejakulasi.
  5. Setelah anda pegang kontrol lagi, anda dapat mulai lagi sebanyak dan selama anda suka.

Pada latihan ini anda harus melakukan penahanan ejakulasi, tepat pada saat anda sangat sangat hampir ejakulasi, pokoknya sedekat mungkin dengan ejakulasi, lalu tahan dengan merelakskan semua otot PC anda. Jika anda dapat mencapai COP (tanpa ejakulasi) dua kali atau lebih dalam sekali masturbasi tanpa hilang ereksi, maka anda harus cukup bangga, anda sudah mulai multi orgasmik.

Mempraktekkan Multi Orgasmik dalam seks dengan partner
Jika latihan 5 sudah anda rasa cukup (kontraksi dari otot PC yang menyerempet ejakulasi tapi tidak ejakulasi karena anda berhenti merangsang atau memencet otot PC anda) maka anda sudah dapat mempraktekkannya dalam seks dengan partner. Perbedaannya di sini adalah, bila dengan partner anda bisa berhenti menggenjot atau minta partner anda berhenti atau slow down apapun yang mereka sedang lakukan. Adalah penting untuk cewek anda, dia mengalami orgasme dulu, bila ingin praktek multi orgasme ini, sehingga setiap anda berhenti atau menyuruh berhenti tidak begitu mengganggu dia. Jika anda sudah ingin berhenti tetapi cewek anda sudah dekat ke orgasme dan tidak mau berhenti, ada beberapa pilihan, yaitu hentikan semua gerakan tapi anda harus menggantinya dengan tangan atau yang lain. Pilihan lain adalah mengganti gaya genjotan, misalnya dari keluar masuk menjadi berputar dengan tubuh anda menekan clitnya.

Posisi Pria diatas: Posisi ini bagus untuk kontak mata, yang cukup bernilai jika keduanya adalah multi orgasmik dan mereka ingin saling membagi kekuatan secara psikologis. Meskipun posisi ini tidak begitu baik untuk merangsang G-Spot, tapi itu bisa diakali dengan menaruh bantal di bawah pantat ceweknya,atau dengan menaruh kakinya di pundak anda (lebih tinggi lagi kakinya akan lebih dalam penetrasinya)

Posisi Wanita diatas: Posisi ini adalah yang termudah untuk anda mengontrol ejakulasinya. Gravitasi cukup membantu, dan karena anda dapat merelakskan otot PC, lebih mudah bagi anda untuk menaruh perhatian pada apa yang sedang terjadi dan melambatkan segala sesuatu bila ejakulasi sudah sangat dekat. Posisi ini memudahkan cewek untuk merangsang clitnya selama seks. Cewek dapat mengontrol kecepatan dan tipe rangsangan ke clitnya sehingga dia pun dapat mengalami orgasme berkali-kali.

Posisi Pria dibelakang: Posisi ini baik bila rangsangan yang kuat / keras diinginkan atau jika gairah menurun. Penetrasi yang dalam sangat mudah, akan lebih dalam bila cewek lebih melengkungkan punggung dan mengangkat pantatnya tinggi-tinggi. Perangsangan clitoris lebih mudah dan perangsangan G-spot sangat langsung mengena. Kekurangannya adalah kontak mata, tapi bila anda punya kaca di depannya akan menghilangkan kekurangan ini, melihat pemandangan anda berdua ini akan sangat menggairahkan bagi anda berdua.

Sumber: www.17tahun.com

Ada banyak penelitian yang membuktikan hubungan seks itu berkaitan erat dengan awet muda dan umur panjang.

dalam realage –are you as young as you can be? Michael Roizen Md menyimpulkan bahwa seks merupakan obat antipenuaan paling ampuh. kesimpulan tersebut diambil setelah ia melakukan survei dan penelitian.

“berhubungan seks, minimal 2 kali seminggu, bisa membuat orang nampak 1,6 tahun lebih muda dari orang yang berhubungan hanya sekali seminggu,” paparnya. tentu saja, kesimpulan tersebut hanya berupa perkiraan.

Untuk mendukung kesimpulan itu, michael terus melakukan pendalaman, hingga akhirnya dia menemukan kesimpulan, seperti yang diterbitkan dalam british medical journal 1997, dengan tajuk sex and death: are they related?

Dalam jurnal tersebut ditulis, risiko kematian akibat berbagai penyakit pada pria yang mendapat orgasme paling sedikit dua kali dalam seminggu, turun 50% setelah 10 tahun, bila dibandingkan dengan pria dengan orgasme lebih sedikit.

Kesimpulan tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak pria mendapat orgasme, maka semakin kecil risiko kematian, dan – kalau tuhan mengizinkan– semakin panjang umur orang itu. Pria yang mendapat orgasme lebih dari dua kali dalam seminggu, umumnya nampak 8 tahun lebih muda dari usia sebenarnya, tambah Michael.

Pertanyaannya sekarang, seks seperti apa yang bisa membuat kita awet muda dan panjang umur? Dalam penelitian yang dilakukan duke university pada tahun 1950-an, seperti dikutip jurnal gerontologist 1982, disebutkan bahwa pria umumnya hanya memerlukan frekuensi seksual yang memadai untuk mendapatkan khasiatnya.

Sebaliknya, wanita membutukan kenikmatan dan kepuasan. “orang yang tidak mendapatkan kenikmatan dan kepuasan seks, diperkirakan rentan mengalami gangguan penyakit cardiovascular,” kutip webmd.

sumber: astaga.com

Sebagai manusia normal, kita dilengkapi dengan kepekaan yang tinggi terhadap rangsangan dari lawan jenis. Rangsangan seksual bisa terjadi dari ciuman, pelukan atau sekedar belaian mesra. Saat pria dan wanita menerima rangsangan seksual, mereka akan mengeluarkan sinyal-sinyal sebagai tanda bahwa mereka dalam keadaan siap untuk menerima reaksi seksual berikutnya.

Tapi, reaksi seksual pada pria lebih mudah dikenali dibandingkan wanita. Organ vital pria yang dalam kondisi terangsang akan meregang lalu mengeluarkan cairan lendir yang membasahi seluruh ujungnya. Nah, jika sudah begini artinya Mr. Happy sudah siap melakukan ‘tugas’ nya lebih dari sekedar terangsang. Tapi, bagaimana dengan wanita sendiri? Jika dibilang ‘rumit’ memang begitulah adanya.

Ada empat fase yang mesti dilewati wanita untuk ‘menikmati’ rangsangan seksual. Agar tak bingung, kami `tuntun’ Anda untuk mengikuti tahap demi tahap fase reaksi seksual tersebut, beserta tandanya sekaligus sarannya buat Anda:

Fase 1, Bangkitnya hasrat
Reaksi fisik: Denyut jantung meningkat, puting payudara menegang, payudara membesar dan vagina mengeluarkan cairan. Cairan vagina inilah yang nantinya mempermudah terjadinya penetrasi penis. Bagi wanita, bangkitnya gairah seksual bukan cuma terpusat pada vagina saja, tapi hampir pada seluruh tubuh.
Saran: Walaupun si wanita sudah menggebu-gebu, tetap saja ia masih memerlukan rangsangan sampai cairan ‘pelumas’ vagina benar-benar keluar. Itulah sebabnya pada fase ini, wanita masih membutuhkan kata-kata manis dan belaian mesra dari pasangannya. Sayangnya, inilah yang kurang disadari si pria.

Fase 2, Vagina siap melakukan penetrasi
Reaksi fisik: Payudara semakin membesar, otot-otot tubuh semakin menegang, napas menjadi berat dan memburu, denyut jantungpun semakin cepat. Jangan khawatir, pada fase ini wanita sudah benar-benar siap menerima ‘kehadiran’ penis di dalam tubuhnya karena cairan vagina telah keluar membasahi liang vagina.
Saran: Biarkan pasangan Anda melakukan sentuhan fisik di daerah sekitar vagina dengan jari, agar Anda bisa lebih cepat mencapai orgasme.

Fase 3, Orgasme!
Reaksi fisik: Inilah fase yang paling ditunggu-tunggu ke dua belah pihak, nafas bisa mencapai 40 kali per menit, denyut jantung sekitar 100-180 per menit. Orgasme wanita sama seperti orgasme pria yang ditandai dengan gerakan mengejang dan menyentak pada otot paha dan pinggul, tanpa ada ejakulasi (karena wanita tidak berejakulasi). Sensasi akan dirasakan si wanita ketika otot-otot rahim dan vagina berkontraksi.
Saran: Bila ingin merasakan sensasi yang lebih mantap lagi, biarkan penis Anda tahan dalam-dalam di vagina saat sedang orgasme.

Fase 4, Pemulihan dan istirahat
Reaksi fisik: Otot payudara dan kelamin mengendur, napas berat berhenti dengan cepat dan tubuh berkeringat. Selesai orgasme, otot-otot yang mengejang kendur kembali diikuti dengan rasa puas dan pelan-pelan mulai mengantuk. Pada awal fase pemulihan ini klitoris menjadi sangat sensitif dan timbul perasaan kurang nyaman pada vagina. Barulah setelah 5-10 menit kemudian vagina mengeluarkan cairan sehingga rasa kurang nyaman tadi berangsur-angsur hilang.
Saran: Pada tahap pemulihan ini setiap pasangan dianjurkan untuk beristirahat bersama-sama, karena rangsangan seksual yang berulang-ulang hanya akan mengakibatkan kelelahan fisik dan pikiran. Jadi, tunggu beberapa saat sampai vagina kembali merasa siap merasakan rangsangan kembali.

Sumber: Astaga.com

Banyak istri yang cemas atau mungkin takut menghadapi malam pertama. Merasa risih, malu atau tidak siap. Akibatnya, akan menimbulkan kekecewaan di salah satu pihak atau bahkan keduanya. Nah, apalagi yang mungkin terjadi pada malam pengantin dan sesudahnya?

1. NYERI SENGGAMA

Awalnya, senggama mungkin memang nyeri, tapi tidak di malam-malam berikutnya. Jika nyeri sampai berminggu-minggu, tentu ini tidak normal. Robekan selaput dara pun tidak senyeri yang dikatakan mitos-mitos yang beredar, kecuali kalau sampai pecah pembuluh darah, sehingga lebih banyak darah keluar.

Nyeri senggama yang luar biasa juga dialami jika ada gangguan di mulut vagina (vulva). Penyebabnya bisa karena infeksi (vulvitis), luka, kekejangan otot, atau reaksi kecemasan sendiri.

Jika kondisi vulva dan vagina sudah sehat, tapi senggama masih nyeri atau rasa tidak enak, mungkin belum tercipta penyesuaian emosi, jiwa, dan kondisi fisik antara suami istri. Jadi, komunikasi seksual tidak boleh tersumbat.

2. ANYANG-ANYANGAN

Dua-tiga hari setelah malam pengantin, mendadak nyeri berkemih, tidak enak badan, mual, nyeri kepala, dan jika hebat, air seni pink atau merah. Ini khas terjadi pada pengantin baru.

Tentu saja, perlu segera diberi obat antibiotika pembunuh kumannya, selain obat pereda nyeri berkemih. Biasanya dalam 3 hari anyang-anyangan sudah sembuh, namun bisa kambuh. Terlebih jika tidak langsung berkemih begitu selesai senggama.

3. MALAM PERTAMA TIDAK BERDARAH

Meskipun masih gadis, bisa saja ketika malam pertama tidak mengeluarkan darah. Hal itu karena selaput dara tak hanya satu macam, baik lubangnya maupun elastisitasnya.

Pada wanita yang selaput daranya lebih kaku, kemungkinan tidak langsung berdarah pada malam pertama, dan baru pada malam-malam berikutnya, atau bahkan baru koyak betulan setelah melahirkan anak. Kasus ini sering menjadi prahara di awal perkawinan. Suami umumnya serta-merta mendakwa istri sudah tidak gadis lagi.

Itulah maka, betapa penting pendidikan seks buat anak laki-laki maupun perempuan. Kalau saja setiap suami tahu bahwa selaput dara itu berjenis-jenis, tentu ia akan lebih arif menghadapi istri yang sesungguhnya masih perawan itu.

4. TIDAK SAMPAI ORGASME

Malam pertama belum tentu selalu berhasil. Pihak suami bisa saja puas kalau sudah sampai ejakulasi, namun belum tentu pihak istri. Wanita baru mencapai puncak atau orgasme jika permainan pendahuluan cukup lama, secara organ maupun jiwa sudah siap penuh, dan istri sudah merasa pasrah total. Seperti apa? Rasa nikmat sejahtera, sensasi luar biasa yang dirasakan badan maupun jiwa, tak tergambar dengan kata-kata, yang bisa berulang-ulang bagai gelombang laut menyisir pantai.

Sumber: http://m.kompas.com

Apakah Anda yakin setiap kali melakukan hubungan intim, istri telah mencapai orgasme? Sebuah survei menunjukan wanita sering memalsukan orgasme. Benarkah? Sebuah data didapat dari survei yang dilakukan terhadap 4.000 wanita di Inggris. Dalam survei terungkap, 30% dari wanita-wanita itu selalu memalsukan orgasme mereka ketika melakukan hubungan badan dengan pasangannya.

Rata-rata wanita melakuan hubungan seksual sebanyak 99 kali dalam satu tahun dengan pasangannya. Dari jumlah tersebut, para wanita itu mengaku hanya 65 hubungan seksual yang memuaskan, sedangkan 34 hubungan seksual yang lain berakhir dengan orgasme palsu.

Orgasme palsu sering dilakukan oleh para wanita karena dari 90 persen wanita mengaku bahwa kaum pria tidak dapat membedakan orgasme yang palsu dan asli. Tapi dari data di atas juga terungkap bahwa 80% wanita lebih memilih mendapatkan pasangan yang memiliki keterampilan seksual yang buruk namun perhatian dan penyayang, dibanding lelaki yang hebat bercinta namun jahat dan kejam. Dan 15% dari wanita menganggap bahwa keahlian bercinta ditingkatkan. Selain itu para wanita itu juga mengakui, kehidupan seksual yang buruk tidak semata-mata kesalahan lelaki, namun ada faktor lain seperti masalah anak, keuangan, pekerjaan dan lain-lain.

Sumber: http://www.detik.com


Blog Stats

  • 406,128 hits

Arsip