Dewa Cinta

Posts Tagged ‘Mitos seks

1.)    Jangan Ngeseks Sebelum Bertanding.

Peringatan ini sudah menjadi aturan wajib bagi setiap pelatih kepada anak asuhannya. Setiap pelatih di banyak cabang olahraga pasti akan melarang para pemainnya untuk berhubungan seks di malam sebelum pertandingan besar. Namun begitu, banyak riset menunjukkan bahwa seks sebelum pertandingan sama sekali tak mempengaruhi penampilan atlet. Riset ahli dari College of St. Scholastica di Duluth, Minnesotta, Amerika Serikat misalnya mengungkapkan bahwa pria menunjukkan kemampuan yang baik dalam tes ketahanan saat treadmill di pagi hari usai berhubungan seks malam harinya.

2.) Pria Mencapai Puncak Seksual Pada Usia 18, Sedangkan Wanita Pada Usia 30”an.

Menyikapi mitos ini, apa yang harus dipegang teguh pikiran Anda adalah bahwa pemahaman soal puncak ini adalah menyesatkan. Puncak dari segi hormonal tidak serta merta mempengaruhi puncak dari kemampuan seksual. Lebih jauh lagi, kualitas fisik dan seksual bukan suatu hal yang sama. Ketika hormon testosteron mencapai puncaknya pada usia 18, seorang pria cenderung belum mengalami seks terbaik dalam hidupnya sebagai remaja. Kesimpulan yang dapat diambil dari fakta ini adalah jangan biarkan pikiran penuh prasangka mendikte Anda.

3.) Alkohol Perbaiki Kemampuan Seksual.

Alkohol sejak lama dipertimbangkan sebagai aphrodisiac. Dahulu, manusia kerap dibayang-bayangi oleh kemampuan dan kekuatan alkohol, yang diduga mampu memperbaiki dan meningkatkan kenikmatan seksual.Alkohol justru akan membuat mandul fungsi-fungsi otak yang lebih tinggi, yang biasanya mengontrol atau menghambat impuls seksual. Lebih jauh lagi , meskipun minuman keras dapat meningkatkan gairah seks, namun juga dapat menurunkan kemampuan Anda atau secara negatif mempengaruhi respon seksual Anda.

4.) Cinta Dibutuhkan Untuk Menikmati Seks Satu lagi mitos yang agak menyesatkan.

Yang benar adalah cinta¨ tidak berkaitan dengan kepuasan seksual. Tentu saja, saat seseorang jatuh cinta dan memiliki perasaan kuat pada pasangannya, pengalaman seksualnya menjadi lebih baik. Namun hal ini tak bisa diterjemahkan dalam orgasme yang luar biasa.Banyak pasangan yang bingung bahwa seks yang mereka nikmati tidak seindah seperti kehidupan cinta mereka Setiap pasangan harus menyadari bahwa belajar untuk ¨menikmati¨ satu sama lain akan menjadi mahir seperti halnya memainkan alat musik. Anda butuh latihan kerja keras, kesabaran, sebelum musik yang hasilkan sempurna dan manis.

5.) Single Lebih Sering Ngeseks Ketimbang Yang Berpasangan.

Meskipun kita cenderung berpikir bahwa orang yang belum menikah lebih sering melakukan seks, namun mereka yang telah menikah atau hidup bersama-lah yang justru menjadi pemenang untuk soal yang satu ini. Ini bisa terjadi karena dua hal yakni : modal dan kemudahan. Kedua, Anda akan mencapai jumlah seks yang optimal bila Anda hidup dengan pasangan yang dicintai. Anda juga akan memiliki kehidupan seks yang nikmat ketimbang saat masih single. Menurut penelitian, kualitas seks yang lebih tinggi akan dicapai seseorang bila telah memiliki pasangan dalam ikatan pernikahan. Hal ini terjadi karena model relasi seperti ini biasannya menawarkan komponen-komponen kunci dari eksplorasi seksual dan kesenangan yakni kepercayan dan keterikatan. (tedifa)

Tidak ada seks yang aman, tapi ada tindakan untuk membuat seks lebih aman. Mempraktikkan teknik seks yang lebih aman dapat membantu mencegah penularan penyakit dan kehamilan yang tidak dikehendaki. Berikut ringkasan artikel mengenai seks antara mitos dan kebenaran, yang berjudul asli ”Myths About Safe Sex and Recommendations for Safer Sex”.

Mitos Seks 1: Kondom Sebanding dengan Seks Aman

Kebenaran: Kondom mungkin membuat aktivitas seksual lebih aman, tapi mereka tidak aman.

Penggunaan kondom secara salah dapat mengakibatkan kehamilan atau penularan penyakit. Rekomendasi untuk seks yang lebih aman: pelajari bagaimana menempatkan secara layak dan mengenakannya selama aktivitas seksual.

Mitos Seks 2: Seks Anal Mencegah Kehamilan

Kebenaran: Apa pun model aktivitas seksual saat terjadi ejakulasi dekat vagina yang terbuka dapat mengakibatkan kehamilan, termasuk anal seks.

Sperma hidup dan bergerak, dan ejakulasi dekat vagina terbuka, bahkan masturbasi yang mengakibatkan ejakulasi pada tubuh wanita dekat vagina, dapat mengakibatkan kehamilan. Ini memang jarang terjadi, tapi penting dicatat bahwa ini dapat terjadi.

Rekomendasi untuk seks lebih aman: Selalu kenakan kondom serta bentuk lain alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan, apa pun jenis aktivitas seksual, termasuk masturbasi, anal, atau vaginal jika ejakulasi terjadi di tempat-tempat dekat tubuh perempuan.

Mitos Seks 3: Seks Orang merupakan Seks Aman

Kebenaran: Oral seks tidak mengakibatkan kehamilan, tapi penyakit seksual dapat menular melalui seks oral.

Seks oral masih mensyaratkan kontak cairan antara mulut dan organ genital, dan penularan penyakit seksual dapat terjadi selama seks oral, bahkan HIV.

Rekomendasi untuk seks yang lebih aman: Gunakan pencegahan yang sama dengan seks oral seperti seks dengan penetrasi (pemasukan).

Mitos Seks 4: Mudah Mengetahui jika Seseorang Memiliki Penyakit Seks Menular

Kebenaran: Sebagian besar orang yang memiliki penyakit seksual menulis tidak tampak sakit atau memiliki tanda-tanda yang tampak mengenai penyakitnya. Kenyataannya, pria dan wanita bisa membawa penyakit seks menular.

Rekomendasi untuk seks aman: Selalu gunakan beberapa jenis metode perlindungan selama aktivitas seksual, seperti kondom.

Mitos Seks 5: Mencabut adalah Aman

Kebenaran: Pria mengeluarkan cairan bahkan sebelum ejakuasi, dan vagina mengeluarkan cairan juga. Ketika seseorang menyentuh dengan cairan tersebut, penyakit seks menular dapat ditularkan, bahkan jika pria menarik penis sebelum ejakuasi penuh. Kehamilan dapat terjadi sejak sperma masih dalam pra-ejakulasi.

Rekomendasi untuk seks aman: Selalu kenakan kondom selama penetrasi dan seks oral untuk menghindari penularan penyakit dan dapat mencegah kehamilan.

(Sumber: Associated Content)


Blog Stats

  • 396,216 hits

Arsip