Dewa Cinta

Posts Tagged ‘penetrasi

Sebagai manusia normal, kita dilengkapi dengan kepekaan yang tinggi terhadap rangsangan dari lawan jenis. Rangsangan seksual bisa terjadi dari ciuman, pelukan atau sekedar belaian mesra. Saat pria dan wanita menerima rangsangan seksual, mereka akan mengeluarkan sinyal-sinyal sebagai tanda bahwa mereka dalam keadaan siap untuk menerima reaksi seksual berikutnya.

Tapi, reaksi seksual pada pria lebih mudah dikenali dibandingkan wanita. Organ vital pria yang dalam kondisi terangsang akan meregang lalu mengeluarkan cairan lendir yang membasahi seluruh ujungnya. Nah, jika sudah begini artinya Mr. Happy sudah siap melakukan ‘tugas’ nya lebih dari sekedar terangsang. Tapi, bagaimana dengan wanita sendiri? Jika dibilang ‘rumit’ memang begitulah adanya.

Ada empat fase yang mesti dilewati wanita untuk ‘menikmati’ rangsangan seksual. Agar tak bingung, kami `tuntun’ Anda untuk mengikuti tahap demi tahap fase reaksi seksual tersebut, beserta tandanya sekaligus sarannya buat Anda:

Fase 1, Bangkitnya hasrat
Reaksi fisik: Denyut jantung meningkat, puting payudara menegang, payudara membesar dan vagina mengeluarkan cairan. Cairan vagina inilah yang nantinya mempermudah terjadinya penetrasi penis. Bagi wanita, bangkitnya gairah seksual bukan cuma terpusat pada vagina saja, tapi hampir pada seluruh tubuh.
Saran: Walaupun si wanita sudah menggebu-gebu, tetap saja ia masih memerlukan rangsangan sampai cairan ‘pelumas’ vagina benar-benar keluar. Itulah sebabnya pada fase ini, wanita masih membutuhkan kata-kata manis dan belaian mesra dari pasangannya. Sayangnya, inilah yang kurang disadari si pria.

Fase 2, Vagina siap melakukan penetrasi
Reaksi fisik: Payudara semakin membesar, otot-otot tubuh semakin menegang, napas menjadi berat dan memburu, denyut jantungpun semakin cepat. Jangan khawatir, pada fase ini wanita sudah benar-benar siap menerima ‘kehadiran’ penis di dalam tubuhnya karena cairan vagina telah keluar membasahi liang vagina.
Saran: Biarkan pasangan Anda melakukan sentuhan fisik di daerah sekitar vagina dengan jari, agar Anda bisa lebih cepat mencapai orgasme.

Fase 3, Orgasme!
Reaksi fisik: Inilah fase yang paling ditunggu-tunggu ke dua belah pihak, nafas bisa mencapai 40 kali per menit, denyut jantung sekitar 100-180 per menit. Orgasme wanita sama seperti orgasme pria yang ditandai dengan gerakan mengejang dan menyentak pada otot paha dan pinggul, tanpa ada ejakulasi (karena wanita tidak berejakulasi). Sensasi akan dirasakan si wanita ketika otot-otot rahim dan vagina berkontraksi.
Saran: Bila ingin merasakan sensasi yang lebih mantap lagi, biarkan penis Anda tahan dalam-dalam di vagina saat sedang orgasme.

Fase 4, Pemulihan dan istirahat
Reaksi fisik: Otot payudara dan kelamin mengendur, napas berat berhenti dengan cepat dan tubuh berkeringat. Selesai orgasme, otot-otot yang mengejang kendur kembali diikuti dengan rasa puas dan pelan-pelan mulai mengantuk. Pada awal fase pemulihan ini klitoris menjadi sangat sensitif dan timbul perasaan kurang nyaman pada vagina. Barulah setelah 5-10 menit kemudian vagina mengeluarkan cairan sehingga rasa kurang nyaman tadi berangsur-angsur hilang.
Saran: Pada tahap pemulihan ini setiap pasangan dianjurkan untuk beristirahat bersama-sama, karena rangsangan seksual yang berulang-ulang hanya akan mengakibatkan kelelahan fisik dan pikiran. Jadi, tunggu beberapa saat sampai vagina kembali merasa siap merasakan rangsangan kembali.

Sumber: Astaga.com

JANGAN berpikir bahwa melakukan hubungan seks harus selalu dengan penetrasi atau memasukkan penis ke dalam vagina pasangan. Seks yang menyenangkan bisa dilakukan dengan banyak cara. Berikut ini pertunjuk praktis dari Joel D Block, PhD, penulis Secret of Better Sex.

  • Outercourse. Pasangan dapat membuka pakaian sebagian jika mau, tetapi pakaian dalam tetap dipakai. Outercourse yang kadang-kadang dinamakan dry humping dapat membuat suami istri merasa muda kembali.
  • Masturbasi mutual. Suami istri dapat saling bermasturbasi atau melihat pasangannya bermasturbasi.
  • Cunnilingus (stimulasi dengan mulut atau lidah pada genital wanita) dan fellatio (stimulasi dengan mulut atau lidah pada genital pria). Seks oral ini seringkali dianggap sebagai bagian dari foreplay. Seks oral dapat lebih dari sekadar persiapan untuk hubungan seks, dan dapat dilakukan secara terpisah.
  • Femoral intercourse. Penis diletakkan di antara paha, tetapi tidak diinsersikan ke dalam vagina.
  • Intermammary intercourse. Penis diletakkan di antara payudara, lalu digosok-gosokkan. Ini lebih sering dilakukan di Eropa.

Sumber:  KOMPAS.com | Jumat, 29 Agustus 2008 | 04:22 WIB |


Blog Stats

  • 396,216 hits

Arsip