Dewa Cinta

Posts Tagged ‘perilaku seks

Ringkasan ini diterjemahkan dari 10 healthy reasons to have sex  Bukti-bukti menunjukkan bahwa banyak sekali keuntungan secara  kesehatan dari kehidupan seks yang aktif. Sex Made Easy, sebuah artikel   yang dipublikasikan dalam Men”s Health Magazine, memberikan 10 alasan  sehat untuk melompat ke ranjang — sebuah peringatan bahwa melakukan  hubungan seks itu baik bagi tubuh dan jiwa. Olahraga.”Aktivitas  seksual adalah bentuk dari olahraga,”dikatakan oleh Dr. Michael  Cirigliano dari Universitas Pennsylvania Sekolah Medis. Bercinta  sebanyak 3 kali seminggu membakar sebanyak 7,500 kalori dalam setahun — ekuivalen dengan jogging 75 mil.Pernapasan Dalam.Percintaan  semalam bisa meningkatkan jumlah oksigen dalam sel tubuh, membantu  menjaga organ dan melindungi fungsi hingga ke puncaknya. Menguatkan Tulang dan Otot.”Semua  jenis olahraga akan meningkatkan testoteron,” demikian pernyataan Dr.  Karen Donahey, direktur dari Sex and Marital Therapy Program (Program  Terapi Seks dan Perkawinan) di Unit Medis Universitas Chicago.  Testoteron dipercaya membantu menjaga kekuatan tulang dan otot.Menurunkan Kolesterol.Bercinta  secara rutin bisa menurunkan tingkat kolesterol total, dan secara  positif mengubah rasio kolesterol jahat ke kolesterol baik.Membantu Mengurangi Sakit.Seks  juga bisa membantu mengurangi ”radang sendi, lengan dan juga sakit  kepala”, menurut Dr. Beverly Whipple, presiden terpilih dari Asosiasi  Pelatih  Penasihat dan Terapi Seks Amerika. Hormon-hormon yang  dikeluarkan saat menikmati seks dan orgasme dapat mengurangi sakit  akibat radang.DHEA — tanpa makanan kesehatan. DHEA  (dehydroepiandrosterone), sebuah hormon pelengkap yang populer,  dilepaskan secara alami selama bercinta. “Sesaat sebelum orgasme dan  ejakulasi,” Crenshaw mengatakan ,”DHEA melompat 3 – 5 kali lipat lebih  tinggi dari biasanya.” Melindungi Prostat.Riset  menunjukkan bahwa masalah prostat meningkat atau dan menjadi semakin  buruk akibat cairan yang terjadi di dalam pembuluh darahnya.  Ejakulasi  secara teratur bisa membantu  menghilangkan semua cairan itu. Tetapi  perhatikan juga mengenai perubahan frekuensinya — perubahan frekuensi  secara mendadak bisa memicu masalah prostat.Menyembuhkan Stress.”Seks bisa menjadi sangat efektif untuk menurunkan tingkatan stress,” Donahey berbicara dalam Men”s Health. Cinta Bisa Membuat Kita Terus Bersama.Crenshaw  menyatakan bahwa sentuhan yang penuh kasih akan meningkatkan level  oxytocin — “hormon pengikat. Oxytocin yang dikeluarkan secara teatur  membuat percintaan menjadi menyenangkan.Hormon Alami.”Bercinta  yang rutin dapat meningkatkan level estrogen wanita, melindungi jantung  dan menjaga organ kewanitaannya lebih baik,” tegas Donahey. (erazuro)

Banyak mitos seputar seks yang beredar di masyarakat. Ada yang benar, ada yang tidak. Tak ada salahnya untuk mengetahui mana yang secara ilmiah benar, dan mana yang tak bisa diterangkan, untuk menambah pengetahuan kita. Apakah pengetahuan Anda mengenai mitos-mitos tersebut sudah cukup baik?

1. Tidak dapat hamil jika berhubungan badan di dalam air.

Jika seorang wanita sehat dan seorang pria sehat berhubungan badan tanpa alat kontrasepsi, maka si wanita bisa hamil. Begitu pula jika hubungan badan tersebut dilakukan di dalam air. Jika ada sperma yang hidup dan sehat bertemu dengan sel telur bertemu di dalam rahim wanita, maka si wanita tetap berpotensi hamil. Mitos ini bisa dinilai salah.

2. Pria tak bisa berpura-pura orgasme

“Mereka bisa, dan mereka melakukannya. Dalam sebuah studi yang dilakukan di University of Kansas, sebanyak 35 persen pria mengakui mereka berpura-pura orgasme. Bahkan ada yang melakukannya saat oral seks. Tentu saja para pria tak bisa memalsukan ejakulasi, namun mereka bisa berpura-pura ketika melenguh dan melakukan gerakan tertentu. Mengapa? Seperti wanita, mereka pun bisa lelah, stres, juga karena sulit mencapai klimaks, namun tetap ingin membuat pasangannya merasa senang.

3. Seks oral 100 persen aman

“Transmisi virus HIV melalui seks oral memang jarang, tapi Anda akan tetap bisa tertular penyakit seksual, seperti gonorea (penyakit kencing nanah) dan herpes. Dalam sebuah laporan studi terbaru menemukan bahwa wanita yang pernah melakukan seks oral dengan 6 orang pria atau lebih memiliki risiko tinggi terkena kanker oral. Kemungkinan ini diakibatkan oleh infeksi dari virus human papillomavirus, yakni virus penyebab kanker rahim. Jika memang akan melakukannya, cobalah untuk menggunakan kondom yang memiliki rasa.

4. Pria memikirkan tentang seks tiap 7 detik

Asumsikan bahwa pria memiliki waktu 16 jam dalam keadaan terjaga dalam sehari. Jika ia memikirkan seks setiap 7 detik, maka ini berarti ia memikirkan tentang seks sebanyak 57.000 kali sehari. Jumlah ini kurang lebih sebanyak jumlah seorang manusia bernapas kala ia terjaga (tidak sedang tidur). Faktanya, jika seseorang memikirkan tentang seks sesering itu dalam sehari, ia tak akan mampu melakukan hal apa pun (dan tentunya akan membuat orang tersebut gila).

5. Wanita tak bisa berhubungan badan saat sedang hamil besar

“Kecuali dokter kandungan melarangnya, wanita yang hamil pun masih bisa melakukan seks. Faktanya, riset membuktikan bahwa wanita hamil yang melakukan hubungan badan bisa mencegah kelahiran dini. Bahkan ada sebagian wanita yang merasakan orgasme pertama mereka ketika sedang hamil, mungkin karena adanya perubahan tingkat hormone. Posisi adalah kuncinya. Kebanyakan wanita hamil menyatakan bahwa posisi sendok dan woman-on-top adalah yang terbaik.

6. Wanita hanya masturbasi ketika mereka masih single

Tak benar! Dalam riset terkini dilaporkan, bahwa lebih dari 40 persen wanita bersuami pun sering melakukan masturbasi. Bonusnya, wanita yang masturbasi saat sudah memiliki suami dilaporkan lebih puas dalam berhubungan badan. Mungkin karena mereka jadi lebih paham titik-titik sensitif mereka sendiri, sehingga bisa mengarahkan suaminya.

Apakah ada mitos lain seputar seks yang pernah Anda dengar dan belum menemukan penjelasannya?

Sumber: http://www.kompas.com

Seksomnia adalah sejenis kelainan tidur yang juga melibatkan kelainan seksual. Kelainan ini sebenarnya wajar-wajar saja jika masih dalam tahap biasa. Namun jika tetap dibiarkan kelainan akan semakin bertambah parah. Kelainan ini sebenarnya dapat disembuhkan dengan mengetahui secara mendalam tentang Seksomnia itu.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan seksomnia?

Seksomnia adalah sejenis parasomnia. Parasomnia sendiri adalah sekelompok kelainan tidur yang diantaranya termasuk berjalan dalam tidur, berbicara dalam tidur dan serangan mimpi buruk. Sementara seksomnia sendiri adalah kelainan tidur yang melibatkan perilaku seksual.

Perilaku seksual apa saja yang biasa dilakukan oleh orang dengan seksomnia ?

Bisa beragam, mulai dari sekedar mendesah, masturbasi hingga menggoda pasangan tidur untuk melakukan hubungan intim, tentu sambil tidur.

Pada tahapan tidur apakah perilaku ini biasanya muncul ?

Dalam jurnal Sleep, disebutkan, perilaku ’kurang lazim’ seperti biasanya timbul saat seseorang sedang dalam 1 titik diantara kondisi tidur nyenyak dan terbangun.

Apakah hanya mereka dengan parasomnia yang mengalami ini ?

Ternyata tidak. Seksomnia juga terjadi pada pengidap sejumlah kelainan tidur lainnya seperti insomnia dan restless legs syndrome (semacam kelainan syaraf yang menimbulkan sensasi tidak nyaman pada kaki).

Apakah semua perilaku seksual seperti ini pasti digolongkan sebagai seksomnia ?

Tidak juga. Perilaku seperti ini yang dilakukan bukan hanya pada jam-jam tidur- melainkan saat bangun, seperti yang terjadi pada penderita sindrom Kleine- Levin.

Sindrom ini sendiri adalah sebuah kelainan langka yang menyebabkan rasa kantuk berlebihan secara terus- menerus.

Apakah seksomnia sama dengan penyimpangan seksual ?

Dr. Schenck yang juga menulis buku ”Sleep: The Mysteries, the Problems, and the Solutions” menyatakan, hampir seluruh penderita kelainan tidur berisiko memiliki perilaku seksual yang ’kurang lazim’. (tedifa)


Blog Stats

  • 400,845 hits

Arsip