Dewa Cinta

Posts Tagged ‘pria

Apa yang membuat seseorang menarik bagi yang lainnya, dengan mengabaikan orang ketiga? Jawabannya belum diketahui. Tapi nampaknya setiap orang sudah mulai membentuk pola masing-masing di masa anak-anak. Pola tersebut diperoleh dari kenangan masa kecil dan fantasi yang didapat dari orang tua dan teman-teman. Pola ini bertambah, dimodifikasi, diperluas dan ditulis ulang seiring dengan pertumbuhan orang tersebut, sampai menghasilkan pola yang unik. Ia menciptakan dan mengidentifikasi tipe orang yang secara seksual menarik baginya. Bila bertemu dengan orang tipe seperti itu, mereka akan membentuk hubungan yang lebih dekat. Mungkin bersifat emosional atau fisik, tapi biasanya kedua-duanya. Dengan hubungan tersebut, mereka dapat saling mempelajari kepribadian satu sama lain dan menjadi lebih dekat, atau sebaliknya, berpisah. Jika hubungan menjadi lebih dekat, gairah seks dan kenikmatan meningkat.

Semua indra penglihatan, suara, rasa, bau dan sentuhan dilibatkan dalam meningkatkan gairah seksual. Penglihatan nampaknya merupakan perangsang yang potensial bagi pria dan memegang peranan dalam permainan erotika, dengan menggunakan tubuh wanita sebagai simbol seks. Di negara-negara Barat, payudara wanita, baik dalam keadaan tersembunyi oleh pakaian ataupun telanjang, dan pantatnya, dianggap membangkitkan gairah seks pria. Bau tubuh yang bersih merangsang bagi kedua jenis kelamin, dan dibanyak kebudayaan, parfum, yang biasa dijual dengan nama provokatif berbau seks, digunakan oleh wanita sebagai kesenangan mereka sendiri dan untuk menarik pria. Bau yang tidak menyenangkan dapat menimbulkan penolakan seksual. Wanita mempunyai cita rasa bau yang lebih jelas daripada pria, sehingga bau tidak sedap dari seorang pria dapat menimbulkan tekanan seksual pada wanita. Bunyi, dari suara atau musik, dapat membangkitkan gairah seks, seperti rasa dari rambut, bibir atau tubuh seorang pasangan.

Pada umumnya, orang merasakan sentuhan yang berasal dari kontak tubuh paling membangkitkan gairah seks dibanding indera lain. Kebanyakan pria dan wanita bangkit gairahnya ketika saling mencium atau memeluk, khususnya ketika bagian-bagian tubuh paling erotis disentuh. Setiap orang mempunyai bagian tubuh erotis sendiri. Pria umumnya terangsang oleh penglihatan dan rasa dari payudara wanita, pantat dan vulva. Sedangkan kebanyakan wanita terangsang oleh pantat dan alat kelamin pria. Beberapa yang lain terangsang oleh bagian tubuh yang lain. Anda sendiri dapat menemukan bagian mana dari tubuh anda dan pasangan yang paling membangkitkan gairah seks.

Komponen emosi dan fisik yang menyebabkan bangkitnya gairah seks akan menimbulkan keinginan seksual. Keinginan seksual adalah persaan ingin menyentuh dan menjelajahi organ orang lain dan mungkin juga berhubungan kelamin, atau secara seksual dirangsang dengan cara lain. Keinginan seksual menyebabkan perasaan nikmat, yang menimbulkan perubahan fisik, yang telah diamati dan dijelaskan. Beberapa diantaranya telah dikenal selama beberapa abad. Karena seksualitas wanita merupakan pengalaman bersama dan setiap pasangan (seharusnya) memperoleh kesenangan dan kepuasan, saya rasa berguna menjelaskan apa yang terjadi pada setiap jenis kelamin jika kesenangan seksual dilanjutkan dan tidak ditekan.

Respon seks pria
Tanda paling jelas dari bangkitnya gairah seks pada pria adalah ereksi penis. Panjang dan diameter penis membesar. Dengan semakin terangsang pria itu, sedikit atau banyak yang dihasilkan dari mata penis dan meminyaki kepala penis. Baik penis tersebut mempunyai kulit kulup atau tidak. Setelah penis ereksi, pria mencapai keadaan dimana rangsangan seks tambahan akan membuatnya menginginkan hubungan seks. Atau dengan mengocok penis sehingga dia dapat mencapai orgasme dan ejakulasi. Dalam ereksi, panjang penis membesar kira-kira dua kali ukuran semula, menjadi 9,5 cm.

Ada beberapa kesalahan yang dikaitkan dengan penis. Pertama, semakin besar penis, semakin baik pria itu menjadi kekasih. Ini tidak benar, karena ukuran penis tidak berhubungan dengan fungsi. Pria dengan penis kecil secara seksual sama saja dengan pria berukuran penis besar, dan dapat memberikan kepuasan seksual yang sama besar. Kesalahan kedua, pria yang disunat lebih lama mencapai orgasme, sehingga lebih siap membantu wanita mencapai orgasme. Bukti-bukti menunjukkan, tidak ada perbedaan waktu untuk mencapai orgasme antara pria disunat dan yang tidak. Tentu saja, perbedaan yang menyolok antara dua pria ditemukan pada saat mereka mencapai orgasme. Tetapi disunat atau tidak bukanlah salah satu faktor. Setelah ereksi penis terjadi dan rangsangan dilanjutkan, pria akan berusaha mengadakan senggama atau bermasturbasi. Dalam hal ini ada sedikit perbedaan menyangkut penis.

Selama senggama, pria memasukkan penis dan mengeluarkannya dari vagina pasangannya. Selama masturbasi dia merangsang penis dengan memegangnya dengan lembut dan mengusap-usap sepanjang batang penis. Dengan semakin mendekati orgasme, pria itu mengetahui dalam beberapa saat akan terjadi ejakulasi. Tahap ini berlangsung sekitar 3 atau 4 detik, dan meskipun dia menahan semua gerakan penisnya, dia mengetahui ejakulasi segera terjadi. Tidak ada yang dapat dilakukan untuk menghentikannya. Gerakan ini diikuti dengan perasaan hangat di sepanjang penis karena aliran terminal bergerak dari daerah di dalam pinggulnya ke bagian atas penis. Kemudian tiga sampai enam kontraksi otot di bagian dasar penis mendorong keluarnya cairan terminal, dan otot-otot di bagian paha serta perut bagian bawah menegang. Selama periode ini, dia mungkin menekan si wanita erat-erat ke tubuhnya. Tahap kritis dengan kontraksi lebih sedikit itu akhirnya berlalu. Segera setelah ejakulasi, kepala penis menjadi mengendur untuk sementara, dan perasaan hangat menjalar ke tubuh pria. Biasanya untuk relaksasi sepenuhnya, terjadi pengenduran dan tidur sejenak atau “kematian kecil” dalam bahasa Perancis, selama penis mengendur.

Dengan bertambahnya usia seorang pria, perubahan tertentu dalam respon seks bisa terjadi. Dia mungkin memerlukan waktu cukup lama untuk ereksi. Selama rangsangan pendahuluan, ereksi mungkin timbul tenggelam beberapa kali. Penis mungkin tidak dapat mengeras dan memerlukan waktu lama untuk ejakulasi. Setelah ejakulasi, periode membangunkan kembali nafsu seksual mungkin meningkat, sampai 24 jam. Perubahan ini beragam tingkatannya, beberapa pria tidak mengalami respon seks, sementara pria yang lain mengalami perubahan yang berarti. Penting bagi wanita mengetahui perubahan ini. Dia mungkin merasa karena pasangannya menjadi lebih lambat memberi respon seks, maka dia tidak lagi dicintai, atau pria itu menemukan wanita sudah tua, sehingga kurang puas dan tidak mudah terangsang. Hal ini bukan mustahil terjadi. Tetapi perubahan pun bisa karena peningkatan usia. Jika wanita memahami, maka hubungan mereka akan meningkat. Ini lebih baik lagi pada pasangan yang dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lain.

Respon seks wanita
Respon seks wanita dapat di bagi menjadi 4 tahap, antara lain:

1. Kenikmatan atau fase bangkitnya gairah.
2. Fase Plateu.
3. Fase orgasme.
4. Fase resolusi.
Fase-fase ini menjelaskan respon seks, tetapi tentu saja berkelanjutan dengan fase berikutnya dalam kehidupan nyata.

Fase kenikmatan: Fase ini dimulai dari hubungan kontaks tubuh dengan pria, bukan oleh rangsangan seksual meskipun pandangan terhadap pria yang menarik memainkan peranan. Bangkitnya gairah seks bervariasi tergantung waktu. Banyak wanita mengalami minat seks yang tinggi pada saat-saat tertentu, seperti pada pertengahan siklus atau sebelum dan selama haid. Tetapi tidak ada pola yang konsisten dapat ditemukan. Tradisi mempercayai, hubungan kelamin selama haid berbahaya karena jaringan lebih rapuh terhadap infeksi. Tetapi sebab yang sebenarnya adalah hukum Yahudi lama yang menyatakan wanita tidak bersih selama haid. Tidak ada alasan medis mengapa wanita yang menginginkan hubungan kelamin selama haid tidak boleh mengadakan hubungan seks. Jaringan tubuh sebenarnya tidak rapuh dan infeksi belum tentu terjadi. Jadi, tidak ada bahaya dan wanita itu juga bersih.

Fase kenikmatan seorang wanita tergantung pada kelambatan mencapai puncak, yang lebih lama dari pria. Selama itu, klitoris bereaksi dan areola di sekitarnya membengkak. Ukuran klitoris juga meningkat, khususnya dalam hal lebar dan di sekitar bibir-bibirnya. Saluran vagina menjadi lebih halus dan tebal karena dipenuhi darah yang membentuk benjolan halus. Perubahan ini beragam tingkatnya dari satu wanita dengan wanita yang lain.

Di saat yang sama ketika hal itu terjadi, cairan memasuki jaringan pinggul. Vagina menjadi lebih halus dan beberapa cairan masuk ke lapisan sel-sel tipis yang membentuk dinding vagina, sehingga vagina menjadi basah. Dua kelenjar kecil yang terletak di sekitar jalan mesuk ke vagina juga mengeluarkan cairan, sehingga vagina dan jalan masuknya menjadi basah dan licin. Jika pria berusaha memasukkan penis sebelum cairan itu dikeluarkan dan dan menjadi basah, maka hubungan seksual akan menyakitkan. Itulah salah satu alasan mengapa pria merangsang dengan mencium dan menyentuhnya, sampai wanita itu terangsang secara seksual. Di saat yang sama, jaringan yang mengelilingi bagian bawah dari 1/3 vagina membengkak oleh darah, sehingga rasa lembut, hangat, dan bentuk bergelombang halus dirasakan oleh penis pria ketika memasuki vagina.

Fase plateu: Sekarang wanita itu memasuki fase plateu dan jika dia cukup peka, maka akan merasakan penis yang bereaksi di dalam vaginanya yang basah. Bahkan jika pria tidak peka terhadap kebutuhan seksual wanita, secara fisik wanita dapat memerima penisnya tanpa rasa sakit, meskipun dia akan menolak dan menegangkan vagina.

Dalam survei baru-baru ini, banyak wanita mengatakan bagian yang menyenangkan dari hubungan seksual, terpisah dari orgasme itu sendiri, adalah perasaan ketika penis memasuki vagina. Begitu juga kontak yang lebih dekat antara tubuh keduanya bisa merangsang daerah klitoris secara langsung, yaitu ketika gerakan penis, dengan menggerakkan bibir-bibir vagina, merangsangnya secara tidak langsung. Rangsangan bisa membawanya kepada orgasme. Sekitar 1 di antara 3 wanita mencapai orgasme pada saat penis masuk ke dalam vagina, sebelum pria mencapai ejakulasi, bersamaan dengan orgasme pria atau segera sesudahnya. Tetapi jika wanita tidak mengalami orgasme pada saat itu, dia mungkin menginginkan pria membantunya mencapai orgasme dengan mengusap daerah klitoris secara lembut atau mengusap dengan lidah dan bibir. Ini disebut cunnilingus. Wanita mungkin lebih senang mengalami orgasme sebelum mereka memulai senggama, atau setelah pria mengalami ejakulasi, tergantung pada suasana hati mereka berdua.

Kapan pun wanita mengendalikan, seharusnya memberitahu pasangan tentang gerakan tangan atau lidah yang paling merangsang, dan gerakan yang paling tidak disukai. Pada umumnya wanita lebih suka dirangsang di bagian klitoris daripada di bagian ujung atau kelenjar, dan rangsangan oleh jari terasa lebih nyaman jika daerah itu sudah basah. Dia seharusnya memberitahu pasangannya apa yang diinginkan, dan pria seharusnya mengetahui apa yang paling menyenangkan bagi wanita. jadi dia bukan hanya mengasumsikan apa yang paling disukai wanita itu.

Fase orgasme: Sulit menjelaskan orgasme. Karena setiap orang merasa dan menerima orgasme secara berbeda. Penjelasan yang diberikan beberapa wanita menunjukkan, orgasme adalah perasaan nikmat yang tertinggi dari bangkitnya nafsu seks. Perasaan ini biasanya dimulai dari bagian pinggul, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Selama orgasme, perasaan wanita berpusat pada sensasi, dan sebagian besar pada pengeluaran sesuatu. Ini dimulai pada saat-saat ketegangan yang tidak terkontrol, nikmat, pelepasan ketegangan mental, dan kelegaan.

Orgasme disebabkan oleh suatu refleks. Rangsangan di daerah klitoris baik secara langsung ketika wanita bermasturbasi, atau dirangsang secara tidak langsung oleh gerakan penis ketika memasukkan ke dalam vagina, membuat pesan dikirim ke dalam sumsum tulang belakang. Di sumsum tulang belakang, refleks ini terjadi dan pesan diedarkan ke seluruh syaraf yang mengendalikan otot-otot pinggul. Tetapi apakah pesan ini seluruhnya diedarkn, ditingkatkan intensitasnya atau dihentikan, tergantung tingkat kontrol oleh otak wanita terhadap refleks. Wanita yang tidak terbiasa dengan seks, biasanya akan menambah kesan itu dan mencapai orgasme. Tetapi jika dia tidak menyukai perasaan, pria itu memanfaatkannya, dia mungkin gagal mencapai orgasme selama persenggamaan, meskipun dia dapat mencapai orgasme dan berfantasi ketika bermasturbasi.

Orgasme seorang wanita biasanya dihubungkan dengan gerakan kejutan di daerah paha dan otot pinggul seperti pada pria. Tetapi beberapa orang wanita tetap berdiam dan kaku selama orgasme. Orgasme seorang wanita berbeda dengan orgasme pria, karena tidak ada ejakulasi. Berlawanan dengan keyakinan umum, wanita tidak selalu harus melengkungkan punggungnya atau berteriak selama orgasme. Otot rahim dan vagina berkontraksi, dan beberapa wanita mengalami orgasme yang lebih kuat ketika penis berereksi di dalam vagina pada saat tertentu, sehingga dapat dijepit dan dilepaskan oleh otot-otot vagina yang berkontraksi.

Pada hampir semua orgasme, dorongan orgasme dimulai dengan refleks yang ditimbulkan rangsangan pada klitoris, meskipun pesan tambahan mungkin berasal dari rangsangan pada vagina. Namun pada semua orang, orgasme dinyatakan dengan kontraksi otot-otot pinggul, termasuk otot vagina, dan dirasakan sebagai kenikmatan oleh daerah tertentu di otak. Banyak wanita yakin, pria memberikan mereka orgasme dan jika wanita gagal mencapai orgasme selama hubungan seks, berarti dia tidak feminin dan pasangannya pun merasa tidak jantan. Wanita memalsukan orgasme agar pria tidak merasa tidak jantan atau wanita itu sendiri tidak feminin. Dengan pendekatan lebih terbuka terhadap seksualitas wanita, kini diketahui wanita yang gagal mencapai orgasme selama persenggamaan tidak mengalami kelainan seks, dan tidak seharusnya memalsukan orgasme.

Hampir setiap wanita dapat mencapai orgasme dengan bermasturbasi, atau dengan rileks dan yakin terhadap hubungannya untuk memberitahu pasangan terhadap kebutuhan, sehingga pasangan dapat membantu mencapai orgasme dengan perangsangan. Dalam hubungan yang saling mengisi, pria harus bersedia dan senang merangsang wanita secara seksual dengan cara yang diinginkan si wanita. Idealnya wanita tidak merasa malu meminta pasangan untuk melakukan hal ini, juga kekasih yang peka tidak seharusnya menolak. Tetapi banyak wanita merasa malu untuk meminta, sehingga kenikmatan seksual mereka berkurang.

Fase resolusi: Pada pria dan wanita, kontraksi otot konklusif dan kenikmatan orgasme diikuti dengan relaksasi. Tetapi berbeda dengan penis pria, biasanya klitoris tidak mengendur, dan beberapa wanita dapat mencapai satu orgasme setelah orgasme yang lain, tanpa selingan. Banyak wanita merasa cukup dengan hanya satu kali orgasme. Dalam lima sampai sepuluh menit pertama dari fase resolosi, jaringan vagina dan vulva kehilangan cairan yang akan membasahi vagina. Tetapi jika wanita dirangsang kembali secara seksual, maka dia dapat terangsang dan mengalami orgasme yang lain pada jarak waktu lebih pendek daripada pria. Sebaliknya, jika wanita dirangsang pada fase plateu tetapi tidak dibantu mencapai orgasme, atau tidak bermasturbasi untuk membantu mencapai orgasme, maka fase resolusi sering menjadi lama dan ketegangan jaringan vagina lambat untuk dipulihkan.

Rangsangan yang berulang dan kegagalan mencapai orgasme bisa menyebabkan frustasi fisik dan mental. Mungkin juga menyebabkan keluhan ginekologis yang bersifat psikosomatis. Karena alasan ini, dan juga alasan cinta dan kasih sayang, pria dapat membantu pasangannya mencapai klimaks yang diinginkan. Sekitar 40% wanita mencapai orgasme pada setiap episode hubungan kelamin, dan satu dari setiap tiga wanita dalam kelompok ini dapat memcapai beberapa kali orgasme. Sekitar 50% wanita kadang-kadang mencapai mencapai klimaks selama hubungan seks, dan dicapai jika klitoris dirangsang dengan jari atau dengan lidah pria, sebelum atau sesudah pria itu mencapai orgasme, atau jika wanita bermasturbasi. Hanya sekitar 10% wanita sangat jarang atau tidak pernah sama sekali mencapai orgasme pada setiap senggama. Oleh karenanya komunikasi antara keduanya (pria dan wanita) sangat penting untuk memecahkan hal tersebut.

Sumber: www.17tahun.com

Pada laki-laki, kemampuan untuk berfungsi secara seksual tergantung pada faktor psikologis, hormon, syaraf dan saluran darah. Urutan seksual pada laki-laki termasuk 5 langkah: rangsangan, ereksi, ejakulasi, orgasme dan detumescence (hilangnya ereksi). Sebetulnya langkah Ejakulasi dan Orgasme itu urutannya tidak selalu ejakulasi lebih dahulu, karena ejakulasi adalah bagian dari orgasme.

Keinginan seksual diatur oleh faktor hormon dan psikologis. Kemampuan ereksi diatur oleh sistem syaraf dan system aliran darah. Ejakulasi diatur oleh sebagian system syaraf dan sebagian saluran darah. Orgasme adalah murni fenomena psikologis yang termasuk di dalamnya sensasi kenikmatan karena ejakulasi, dan detumescence (hilangnya ereksi) diatur oleh system saluran darah.

Judul di atas adalah Multiple Orgasme bukan Multiple Ejakulasi. Hal ini untuk meluruskan mitos yang telah ada diantara laki-laki, bahwa Multiple Orgasme adalah Multiple Ejakulasi. Ejakulasi adalah keluarnya semen dalam orgasme laki-laki. Orgasme yang termasuk di dalamnya kenikmatan karena orgasme dapat dicapai dengan tidak selalu harus ejakulasi. Untuk ini salah satu cara untuk mencapai Multiple Orgasme adalah dengan latihan, karena orgasme adalah murni psikologis, jadi untuk mencapai kenikmatan karena ejakulasi, kita harus mendapatkan sensasi ejakulasi itu dengan tanpa ejakulasi itu sendiri. Orgasme seperti ini disebut “Contractile Phase Orgasms (COP)” yaitu orgasme tanpa berlanjut ke “Expulsion Phase Orgasms” yaitu fase ejakulasi dan hilangnya ereksi, sementara dalam COP termasuk juga “perasaan ejakulasi” (juga termasuk 3-5 detik kontraksi otot di penis seperti saat ejakulasi) tetapi tanpa ejakulasi dan hilangnya ereksi. Dan / atau beberapa dari anda bisa juga sampai pada tingkat ejakulasi tanpa detumescence (hilangnya ereksi). Bingung? Untuk lebih jelasnya baca terus.

Pertama-tama kita harus mengenali terlebih dahulu fisiologi dari alat orgasme ejakulasi pria. Tingkatan sampai ejakulasi sebenarnya dapat dijelaskan sebagai berikut: Sensasi pertama datang dari testis (biji), sensasi itu menjalar dari saluran epididymis dan saluran spermatic yang berkontraksi dan mengejang untuk memindahkan sperma ke dalam prostate gland atau disebut juga ampulla. Ampulla terisi dengan sperma yang kita rasakan seiring dengan kenikmatan rangsangan seksual. Rangsangan penis yang berkelanjutan ini memicu pengerasan dari organ seminal vesicle yang akan terus mengisi / mengirim cairan sperma ke ampulla. Setelah tekanan yang cukup tercapai (karena pengisian terus menerus) di dalam saluran ejakulasi (urethra), prostate akan mengeras, kemudian akan mengeluarkan isinya ke urethra. Ejakulasi tak akan terelakkan jika prostate telah mengeras. Akhirnya, katup di ujung saluran ejakulasi akan terbuka seiring dengan dimulainya refleks ejakulasi. Semen yang dikeluarkan dari penis adalah campuran dari berbagai cairan dengan urutan keluarnya:

  1. Cairan Prostat (10%).
  2. Sperma (5%) dan Cairan Ampullary Gland (10%).
  3. Cairan Seminal (70%).
  4. Cairan Prostate (5%).

Perhatikan, bahwa ada katup di ujung saluran ejakulasi dan bahwa tekanan cairan yang memicu refleks ejakulasi. Anda dapat orgasme dan mengeluarkan cairan sperma, Ampullary dan seminal ke saluran ejakulasi tanpa memicu refleks ejakulasi itu sendiri atau membuka katup tsb. Mungkin ada di antara anda yang secara tidak sengaja pernah mengalami hal ini, dimana anda hampir mendekati ejakulasi yang hebat, lalu anda hentikan semua gerakan, dan penis anda mengeluarkan cairan (ejakulasi) tapi tetap ereksi, dan ketika anda lanjutkan gerakan anda, anda dengan mudah dapat ejakulasi lagi. Hal seperti ini bisa dilatih, meskipun bila anda telah dapat melakukannya sekali, anda belum tentu dapat melakukannya terus-menerus setiap anda ingin, ketahanan tubuh atau kemampuan pengisian sperma ada batasnya. Hal ini disebut Multiple Ejaculation.

Sedangkan untuk COP, anda dapat melakukannya berulang-ulang dengan selang waktu istirahat beberapa detik atau menit. Anda mendapat kenikmatan yang sama tanpa ejakulasi, hal ini ditoleransi oleh tubuh anda, sehingga dapat dilakukan berulang-ulang. Keduanya, baik Multiple Ejaculation dan COP adalah termasuk Multiple Orgasme.

Latihan 1: Pernapasan
Dengan bernapas dalam dan teratur (tanpa terlalu sering), seseorang dapat menambah kontrolnya terhadap orgasme, dan menambah kemampuannya untuk mengatur kontraksi otot atau saluran urine-nya.

  1. Duduk di bangku dengan punggung lurus dan kaki menyentuh lantai dan melebar sesuai dengan lebar pundak anda sendiri.
  2. Letakkan tangan di pusar dan buat pundak anda santai.
  3. Tarik napas melalui hidung dan rasakan perut bagian bawah mengembang di daerah sekitar pusar (bawah dan sekitarnya). Diafragma dada juga akan turun.
  4. Dengan tetap membuat dada anda santai, keluarkan nafas dengan sedikit paksaan untuk mengecilkan perut anda, seperti anda mau menarik masuk pusar anda mendekati tulang punggung. Juga rasakan penis anda dan bijinya ikut naik / tertarik.
  5. Ulangi langkah 3 dan 4 sekitar 20 s/d 40 kali.

Latihan 2: Belajar memfokuskan perhatian
Latihan selanjutnya ini adalah untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi. Kemampuan untuk memindahkan perhatian adalah hal yang juga cukup penting dalam seks.

  1. Perlahan tarik napas (kembangkan perut anda) dan keluarkan napas (kecilkan perut) seperti latihan 1. Tarik dan keluar napas ini dihitung sebagai satu napas.
  2. Lanjutkan bernapas memakai perut dan hitung dari 1 s/d 100, pikirkan hanya mengenai pernapasan anda.
  3. Jika anda pikir pikiran anda telah terpecah / tidak fokus lagi, mulai dari awal.
  4. Lakukan latihan ini minimal dua hari sekali hingga anda dapat menghitung sampai seratus dengan mudah tanpa pikiran anda terpecah.

Latihan 3: Menemukan / mengenal Otot PC

  1. Saat anda pipis, berdiri di atas jari kaki anda, bila perlu anda dapat berpegangan sebelah tangan ke tembok, jangan dua tangan (yang satu lagi kan buat megangin..!!!).
  2. Tarik napas dalam-dalam.
  3. Keluarkan perlahan, lalu ketika anda rasakan air seni hampir keluar, hembuskan napas dengan kencang.
  4. Tarik napas dan kontraksikan otot PC anda untuk menghentikan perasaan ingin buang air ketika air seni belum habis.
  5. Keluarkan napas dan buang air lagi seperti no. 3.
  6. Ulangi langkah 4 dan 5, tiga s/d 6 kali atau sampai anda selesai pipis.

Otot PC (Pubococcygeus) bertanggung jawab untuk kontraksi ritmik dari pelvis dan anus selama orgasme. Pada wanita kontraksi otot PC bisa digunakan untuk memijit penis. Otot PC yang kuat dapat dihubungkan dengan orgasme yang kuat pula. Bila anda dapat dengan mudah mengatur otot PC ini, anda dapat mengatur pula ejakulasi, karena dengan membuat rileks otot ini, katup urethra akan tetap tertutup. Ingat,membuat rileks, bukan membuatnya kontraksi. Dengan membuat rileks anda akan menghindari ejakulasi.

Latihan 4: Memperkuat Otot PC
Anda dapat berhenti latihan no.1 bila anda telah terbiasa bernapas seperti itu selama seks, dan juga no.2 bila anda telah mampu memfokuskan perhatian anda, dan no.3 bila anda telah cukup mengenal otot PC anda. Tapi anda harus membiasakan latihan 4 ini. Lebih banyak anda lakukan, lebih kuat otot ini dan akan lebih baik lagi seks terasa oleh anda. Latihan ini dapat pula dilakukan oleh wanita untuk keuntungan yang sama. Catatan: pada latihan di bawah ini, kontraksi yang sangat penting adalah kontraksi otot PC. Anda dapat melewatkan kontraksi mata dan mulut bila anda ingin.

  1. Tarik napas dan konsentrasi pada prostat (biji), perineum (daerah antara anus dan kantung biji), dan anus.
  2. Waktu anda keluarkan nafas, kontraksikan otot PC sekitar prostat dan sekitar anus dan juga kontraksikan otot sekitar mata dan mulut.
  3. Tarik napas dan rileks, lepaskan otot PC, mata dan mulut. Latihan releks ini penting, harus benar-benar rileks.
  4. Ulangi langkah 2 dan 3, kontraksikan otot anda ketika mengeluarkan nafas dan lepaskan ketika menarik napas, lakukan 10 sampai 40 kali.

Latihan 5: Merasakan dan membiasakan sensasi kenikmatan
Sekarang kita belajar teknik dasar dari Multiple Orgasme Laki-laki. Ingat, orgasme dan ejakulasi secara fisiologis adalah proses yang berbeda yang dapat dinikmati secara terpisah, orgasme sendiri dan ejakulasi sendiri, tidak bergantung satu sama lain. Kita berlatih untuk mengalami orgasme tanpa ejakulasi. Untuk Multiple Ejakulasi (ME), secara otomatis anda terlatih juga, tapi jangan terlalu berharap anda mahir dalam ME ini, sebabnya, baca lagi yang di atas.
Latihan ini, mulanya tentu saja dengan masturbasi (terutama untuk anda yang tidak memiliki partner), untuk kemudian setelah cukup berlatih dapat dilanjutkan latihan dengan partner anda.

  1. Mulailah melumasi penis anda. Pelumas dapat menambah sensasi. Pelumasnya terserah anda masing-masing, tapi yang tidak membahayakan dan tentu saja yang penting tidak mengurangi kenikmatan, malah harus menambah kenikmatan tersebut.
  2. Mulailah lakukan gerakan-gerakan ritual anda, gerakannya terserah anda, ingat untuk memijat dan menstimulasi seluruh penis anda dan kantung anda. Sambil melakukan pernapasan yang dalam dan teratur seperti di latihan 1.
  3. Coba perhatikan kenaikan rangsangan anda, perhatikan perasaan menggelitik di ujung penis anda, perhatikan tingkatan ereksi, juga kenaikan detak jantung. Jangan lupa, pernapasan tetap diteruskan. Bila anda terlupa dengan metode pernapasan atau jadi kacau, berarti anda harus melatih lagi Latihan 1 dan 2 di atas. Idealnya anda bernapas seperti itu dengan tanpa anda perhatikan.
  4. Jika anda sudah sangat dekat untuk ejakulasi, berhenti dan istirahat (mungkin dengan bernapas dalam lalu menahannya untuk beberapa saat). Coba perhatikan kontraksi dari otot PC dan anus yang muncul pada fase ini (ini adalah phase “COP”, Contractile Orgasm Phase), walaupun jangan terkejut / kecewa bila cukup makan waktu untuk mengalami ini tanpa ejakulasi. Anda juga dapat mencoba memencet otot PC anda di sekitar prostate bila prostate tersebut mulai berkontraksi dan anda rasa tidak bisa menahan untuk ejakulasi.
  5. Setelah anda pegang kontrol lagi, anda dapat mulai lagi sebanyak dan selama anda suka.

Pada latihan ini anda harus melakukan penahanan ejakulasi, tepat pada saat anda sangat sangat hampir ejakulasi, pokoknya sedekat mungkin dengan ejakulasi, lalu tahan dengan merelakskan semua otot PC anda. Jika anda dapat mencapai COP (tanpa ejakulasi) dua kali atau lebih dalam sekali masturbasi tanpa hilang ereksi, maka anda harus cukup bangga, anda sudah mulai multi orgasmik.

Mempraktekkan Multi Orgasmik dalam seks dengan partner
Jika latihan 5 sudah anda rasa cukup (kontraksi dari otot PC yang menyerempet ejakulasi tapi tidak ejakulasi karena anda berhenti merangsang atau memencet otot PC anda) maka anda sudah dapat mempraktekkannya dalam seks dengan partner. Perbedaannya di sini adalah, bila dengan partner anda bisa berhenti menggenjot atau minta partner anda berhenti atau slow down apapun yang mereka sedang lakukan. Adalah penting untuk cewek anda, dia mengalami orgasme dulu, bila ingin praktek multi orgasme ini, sehingga setiap anda berhenti atau menyuruh berhenti tidak begitu mengganggu dia. Jika anda sudah ingin berhenti tetapi cewek anda sudah dekat ke orgasme dan tidak mau berhenti, ada beberapa pilihan, yaitu hentikan semua gerakan tapi anda harus menggantinya dengan tangan atau yang lain. Pilihan lain adalah mengganti gaya genjotan, misalnya dari keluar masuk menjadi berputar dengan tubuh anda menekan clitnya.

Posisi Pria diatas: Posisi ini bagus untuk kontak mata, yang cukup bernilai jika keduanya adalah multi orgasmik dan mereka ingin saling membagi kekuatan secara psikologis. Meskipun posisi ini tidak begitu baik untuk merangsang G-Spot, tapi itu bisa diakali dengan menaruh bantal di bawah pantat ceweknya,atau dengan menaruh kakinya di pundak anda (lebih tinggi lagi kakinya akan lebih dalam penetrasinya)

Posisi Wanita diatas: Posisi ini adalah yang termudah untuk anda mengontrol ejakulasinya. Gravitasi cukup membantu, dan karena anda dapat merelakskan otot PC, lebih mudah bagi anda untuk menaruh perhatian pada apa yang sedang terjadi dan melambatkan segala sesuatu bila ejakulasi sudah sangat dekat. Posisi ini memudahkan cewek untuk merangsang clitnya selama seks. Cewek dapat mengontrol kecepatan dan tipe rangsangan ke clitnya sehingga dia pun dapat mengalami orgasme berkali-kali.

Posisi Pria dibelakang: Posisi ini baik bila rangsangan yang kuat / keras diinginkan atau jika gairah menurun. Penetrasi yang dalam sangat mudah, akan lebih dalam bila cewek lebih melengkungkan punggung dan mengangkat pantatnya tinggi-tinggi. Perangsangan clitoris lebih mudah dan perangsangan G-spot sangat langsung mengena. Kekurangannya adalah kontak mata, tapi bila anda punya kaca di depannya akan menghilangkan kekurangan ini, melihat pemandangan anda berdua ini akan sangat menggairahkan bagi anda berdua.

Sumber: www.17tahun.com

Banyak mitos seputar seks yang beredar di masyarakat. Ada yang benar, ada yang tidak. Tak ada salahnya untuk mengetahui mana yang secara ilmiah benar, dan mana yang tak bisa diterangkan, untuk menambah pengetahuan kita. Apakah pengetahuan Anda mengenai mitos-mitos tersebut sudah cukup baik?

1. Tidak dapat hamil jika berhubungan badan di dalam air.

Jika seorang wanita sehat dan seorang pria sehat berhubungan badan tanpa alat kontrasepsi, maka si wanita bisa hamil. Begitu pula jika hubungan badan tersebut dilakukan di dalam air. Jika ada sperma yang hidup dan sehat bertemu dengan sel telur bertemu di dalam rahim wanita, maka si wanita tetap berpotensi hamil. Mitos ini bisa dinilai salah.

2. Pria tak bisa berpura-pura orgasme

“Mereka bisa, dan mereka melakukannya. Dalam sebuah studi yang dilakukan di University of Kansas, sebanyak 35 persen pria mengakui mereka berpura-pura orgasme. Bahkan ada yang melakukannya saat oral seks. Tentu saja para pria tak bisa memalsukan ejakulasi, namun mereka bisa berpura-pura ketika melenguh dan melakukan gerakan tertentu. Mengapa? Seperti wanita, mereka pun bisa lelah, stres, juga karena sulit mencapai klimaks, namun tetap ingin membuat pasangannya merasa senang.

3. Seks oral 100 persen aman

“Transmisi virus HIV melalui seks oral memang jarang, tapi Anda akan tetap bisa tertular penyakit seksual, seperti gonorea (penyakit kencing nanah) dan herpes. Dalam sebuah laporan studi terbaru menemukan bahwa wanita yang pernah melakukan seks oral dengan 6 orang pria atau lebih memiliki risiko tinggi terkena kanker oral. Kemungkinan ini diakibatkan oleh infeksi dari virus human papillomavirus, yakni virus penyebab kanker rahim. Jika memang akan melakukannya, cobalah untuk menggunakan kondom yang memiliki rasa.

4. Pria memikirkan tentang seks tiap 7 detik

Asumsikan bahwa pria memiliki waktu 16 jam dalam keadaan terjaga dalam sehari. Jika ia memikirkan seks setiap 7 detik, maka ini berarti ia memikirkan tentang seks sebanyak 57.000 kali sehari. Jumlah ini kurang lebih sebanyak jumlah seorang manusia bernapas kala ia terjaga (tidak sedang tidur). Faktanya, jika seseorang memikirkan tentang seks sesering itu dalam sehari, ia tak akan mampu melakukan hal apa pun (dan tentunya akan membuat orang tersebut gila).

5. Wanita tak bisa berhubungan badan saat sedang hamil besar

“Kecuali dokter kandungan melarangnya, wanita yang hamil pun masih bisa melakukan seks. Faktanya, riset membuktikan bahwa wanita hamil yang melakukan hubungan badan bisa mencegah kelahiran dini. Bahkan ada sebagian wanita yang merasakan orgasme pertama mereka ketika sedang hamil, mungkin karena adanya perubahan tingkat hormone. Posisi adalah kuncinya. Kebanyakan wanita hamil menyatakan bahwa posisi sendok dan woman-on-top adalah yang terbaik.

6. Wanita hanya masturbasi ketika mereka masih single

Tak benar! Dalam riset terkini dilaporkan, bahwa lebih dari 40 persen wanita bersuami pun sering melakukan masturbasi. Bonusnya, wanita yang masturbasi saat sudah memiliki suami dilaporkan lebih puas dalam berhubungan badan. Mungkin karena mereka jadi lebih paham titik-titik sensitif mereka sendiri, sehingga bisa mengarahkan suaminya.

Apakah ada mitos lain seputar seks yang pernah Anda dengar dan belum menemukan penjelasannya?

Sumber: http://www.kompas.com


Blog Stats

  • 396,216 hits

Arsip