Dewa Cinta

Posts Tagged ‘seks

Apa yang membuat seseorang menarik bagi yang lainnya, dengan mengabaikan orang ketiga? Jawabannya belum diketahui. Tapi nampaknya setiap orang sudah mulai membentuk pola masing-masing di masa anak-anak. Pola tersebut diperoleh dari kenangan masa kecil dan fantasi yang didapat dari orang tua dan teman-teman. Pola ini bertambah, dimodifikasi, diperluas dan ditulis ulang seiring dengan pertumbuhan orang tersebut, sampai menghasilkan pola yang unik. Ia menciptakan dan mengidentifikasi tipe orang yang secara seksual menarik baginya. Bila bertemu dengan orang tipe seperti itu, mereka akan membentuk hubungan yang lebih dekat. Mungkin bersifat emosional atau fisik, tapi biasanya kedua-duanya. Dengan hubungan tersebut, mereka dapat saling mempelajari kepribadian satu sama lain dan menjadi lebih dekat, atau sebaliknya, berpisah. Jika hubungan menjadi lebih dekat, gairah seks dan kenikmatan meningkat.

Semua indra penglihatan, suara, rasa, bau dan sentuhan dilibatkan dalam meningkatkan gairah seksual. Penglihatan nampaknya merupakan perangsang yang potensial bagi pria dan memegang peranan dalam permainan erotika, dengan menggunakan tubuh wanita sebagai simbol seks. Di negara-negara Barat, payudara wanita, baik dalam keadaan tersembunyi oleh pakaian ataupun telanjang, dan pantatnya, dianggap membangkitkan gairah seks pria. Bau tubuh yang bersih merangsang bagi kedua jenis kelamin, dan dibanyak kebudayaan, parfum, yang biasa dijual dengan nama provokatif berbau seks, digunakan oleh wanita sebagai kesenangan mereka sendiri dan untuk menarik pria. Bau yang tidak menyenangkan dapat menimbulkan penolakan seksual. Wanita mempunyai cita rasa bau yang lebih jelas daripada pria, sehingga bau tidak sedap dari seorang pria dapat menimbulkan tekanan seksual pada wanita. Bunyi, dari suara atau musik, dapat membangkitkan gairah seks, seperti rasa dari rambut, bibir atau tubuh seorang pasangan.

Pada umumnya, orang merasakan sentuhan yang berasal dari kontak tubuh paling membangkitkan gairah seks dibanding indera lain. Kebanyakan pria dan wanita bangkit gairahnya ketika saling mencium atau memeluk, khususnya ketika bagian-bagian tubuh paling erotis disentuh. Setiap orang mempunyai bagian tubuh erotis sendiri. Pria umumnya terangsang oleh penglihatan dan rasa dari payudara wanita, pantat dan vulva. Sedangkan kebanyakan wanita terangsang oleh pantat dan alat kelamin pria. Beberapa yang lain terangsang oleh bagian tubuh yang lain. Anda sendiri dapat menemukan bagian mana dari tubuh anda dan pasangan yang paling membangkitkan gairah seks.

Komponen emosi dan fisik yang menyebabkan bangkitnya gairah seks akan menimbulkan keinginan seksual. Keinginan seksual adalah persaan ingin menyentuh dan menjelajahi organ orang lain dan mungkin juga berhubungan kelamin, atau secara seksual dirangsang dengan cara lain. Keinginan seksual menyebabkan perasaan nikmat, yang menimbulkan perubahan fisik, yang telah diamati dan dijelaskan. Beberapa diantaranya telah dikenal selama beberapa abad. Karena seksualitas wanita merupakan pengalaman bersama dan setiap pasangan (seharusnya) memperoleh kesenangan dan kepuasan, saya rasa berguna menjelaskan apa yang terjadi pada setiap jenis kelamin jika kesenangan seksual dilanjutkan dan tidak ditekan.

Respon seks pria
Tanda paling jelas dari bangkitnya gairah seks pada pria adalah ereksi penis. Panjang dan diameter penis membesar. Dengan semakin terangsang pria itu, sedikit atau banyak yang dihasilkan dari mata penis dan meminyaki kepala penis. Baik penis tersebut mempunyai kulit kulup atau tidak. Setelah penis ereksi, pria mencapai keadaan dimana rangsangan seks tambahan akan membuatnya menginginkan hubungan seks. Atau dengan mengocok penis sehingga dia dapat mencapai orgasme dan ejakulasi. Dalam ereksi, panjang penis membesar kira-kira dua kali ukuran semula, menjadi 9,5 cm.

Ada beberapa kesalahan yang dikaitkan dengan penis. Pertama, semakin besar penis, semakin baik pria itu menjadi kekasih. Ini tidak benar, karena ukuran penis tidak berhubungan dengan fungsi. Pria dengan penis kecil secara seksual sama saja dengan pria berukuran penis besar, dan dapat memberikan kepuasan seksual yang sama besar. Kesalahan kedua, pria yang disunat lebih lama mencapai orgasme, sehingga lebih siap membantu wanita mencapai orgasme. Bukti-bukti menunjukkan, tidak ada perbedaan waktu untuk mencapai orgasme antara pria disunat dan yang tidak. Tentu saja, perbedaan yang menyolok antara dua pria ditemukan pada saat mereka mencapai orgasme. Tetapi disunat atau tidak bukanlah salah satu faktor. Setelah ereksi penis terjadi dan rangsangan dilanjutkan, pria akan berusaha mengadakan senggama atau bermasturbasi. Dalam hal ini ada sedikit perbedaan menyangkut penis.

Selama senggama, pria memasukkan penis dan mengeluarkannya dari vagina pasangannya. Selama masturbasi dia merangsang penis dengan memegangnya dengan lembut dan mengusap-usap sepanjang batang penis. Dengan semakin mendekati orgasme, pria itu mengetahui dalam beberapa saat akan terjadi ejakulasi. Tahap ini berlangsung sekitar 3 atau 4 detik, dan meskipun dia menahan semua gerakan penisnya, dia mengetahui ejakulasi segera terjadi. Tidak ada yang dapat dilakukan untuk menghentikannya. Gerakan ini diikuti dengan perasaan hangat di sepanjang penis karena aliran terminal bergerak dari daerah di dalam pinggulnya ke bagian atas penis. Kemudian tiga sampai enam kontraksi otot di bagian dasar penis mendorong keluarnya cairan terminal, dan otot-otot di bagian paha serta perut bagian bawah menegang. Selama periode ini, dia mungkin menekan si wanita erat-erat ke tubuhnya. Tahap kritis dengan kontraksi lebih sedikit itu akhirnya berlalu. Segera setelah ejakulasi, kepala penis menjadi mengendur untuk sementara, dan perasaan hangat menjalar ke tubuh pria. Biasanya untuk relaksasi sepenuhnya, terjadi pengenduran dan tidur sejenak atau “kematian kecil” dalam bahasa Perancis, selama penis mengendur.

Dengan bertambahnya usia seorang pria, perubahan tertentu dalam respon seks bisa terjadi. Dia mungkin memerlukan waktu cukup lama untuk ereksi. Selama rangsangan pendahuluan, ereksi mungkin timbul tenggelam beberapa kali. Penis mungkin tidak dapat mengeras dan memerlukan waktu lama untuk ejakulasi. Setelah ejakulasi, periode membangunkan kembali nafsu seksual mungkin meningkat, sampai 24 jam. Perubahan ini beragam tingkatannya, beberapa pria tidak mengalami respon seks, sementara pria yang lain mengalami perubahan yang berarti. Penting bagi wanita mengetahui perubahan ini. Dia mungkin merasa karena pasangannya menjadi lebih lambat memberi respon seks, maka dia tidak lagi dicintai, atau pria itu menemukan wanita sudah tua, sehingga kurang puas dan tidak mudah terangsang. Hal ini bukan mustahil terjadi. Tetapi perubahan pun bisa karena peningkatan usia. Jika wanita memahami, maka hubungan mereka akan meningkat. Ini lebih baik lagi pada pasangan yang dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lain.

Respon seks wanita
Respon seks wanita dapat di bagi menjadi 4 tahap, antara lain:

1. Kenikmatan atau fase bangkitnya gairah.
2. Fase Plateu.
3. Fase orgasme.
4. Fase resolusi.
Fase-fase ini menjelaskan respon seks, tetapi tentu saja berkelanjutan dengan fase berikutnya dalam kehidupan nyata.

Fase kenikmatan: Fase ini dimulai dari hubungan kontaks tubuh dengan pria, bukan oleh rangsangan seksual meskipun pandangan terhadap pria yang menarik memainkan peranan. Bangkitnya gairah seks bervariasi tergantung waktu. Banyak wanita mengalami minat seks yang tinggi pada saat-saat tertentu, seperti pada pertengahan siklus atau sebelum dan selama haid. Tetapi tidak ada pola yang konsisten dapat ditemukan. Tradisi mempercayai, hubungan kelamin selama haid berbahaya karena jaringan lebih rapuh terhadap infeksi. Tetapi sebab yang sebenarnya adalah hukum Yahudi lama yang menyatakan wanita tidak bersih selama haid. Tidak ada alasan medis mengapa wanita yang menginginkan hubungan kelamin selama haid tidak boleh mengadakan hubungan seks. Jaringan tubuh sebenarnya tidak rapuh dan infeksi belum tentu terjadi. Jadi, tidak ada bahaya dan wanita itu juga bersih.

Fase kenikmatan seorang wanita tergantung pada kelambatan mencapai puncak, yang lebih lama dari pria. Selama itu, klitoris bereaksi dan areola di sekitarnya membengkak. Ukuran klitoris juga meningkat, khususnya dalam hal lebar dan di sekitar bibir-bibirnya. Saluran vagina menjadi lebih halus dan tebal karena dipenuhi darah yang membentuk benjolan halus. Perubahan ini beragam tingkatnya dari satu wanita dengan wanita yang lain.

Di saat yang sama ketika hal itu terjadi, cairan memasuki jaringan pinggul. Vagina menjadi lebih halus dan beberapa cairan masuk ke lapisan sel-sel tipis yang membentuk dinding vagina, sehingga vagina menjadi basah. Dua kelenjar kecil yang terletak di sekitar jalan mesuk ke vagina juga mengeluarkan cairan, sehingga vagina dan jalan masuknya menjadi basah dan licin. Jika pria berusaha memasukkan penis sebelum cairan itu dikeluarkan dan dan menjadi basah, maka hubungan seksual akan menyakitkan. Itulah salah satu alasan mengapa pria merangsang dengan mencium dan menyentuhnya, sampai wanita itu terangsang secara seksual. Di saat yang sama, jaringan yang mengelilingi bagian bawah dari 1/3 vagina membengkak oleh darah, sehingga rasa lembut, hangat, dan bentuk bergelombang halus dirasakan oleh penis pria ketika memasuki vagina.

Fase plateu: Sekarang wanita itu memasuki fase plateu dan jika dia cukup peka, maka akan merasakan penis yang bereaksi di dalam vaginanya yang basah. Bahkan jika pria tidak peka terhadap kebutuhan seksual wanita, secara fisik wanita dapat memerima penisnya tanpa rasa sakit, meskipun dia akan menolak dan menegangkan vagina.

Dalam survei baru-baru ini, banyak wanita mengatakan bagian yang menyenangkan dari hubungan seksual, terpisah dari orgasme itu sendiri, adalah perasaan ketika penis memasuki vagina. Begitu juga kontak yang lebih dekat antara tubuh keduanya bisa merangsang daerah klitoris secara langsung, yaitu ketika gerakan penis, dengan menggerakkan bibir-bibir vagina, merangsangnya secara tidak langsung. Rangsangan bisa membawanya kepada orgasme. Sekitar 1 di antara 3 wanita mencapai orgasme pada saat penis masuk ke dalam vagina, sebelum pria mencapai ejakulasi, bersamaan dengan orgasme pria atau segera sesudahnya. Tetapi jika wanita tidak mengalami orgasme pada saat itu, dia mungkin menginginkan pria membantunya mencapai orgasme dengan mengusap daerah klitoris secara lembut atau mengusap dengan lidah dan bibir. Ini disebut cunnilingus. Wanita mungkin lebih senang mengalami orgasme sebelum mereka memulai senggama, atau setelah pria mengalami ejakulasi, tergantung pada suasana hati mereka berdua.

Kapan pun wanita mengendalikan, seharusnya memberitahu pasangan tentang gerakan tangan atau lidah yang paling merangsang, dan gerakan yang paling tidak disukai. Pada umumnya wanita lebih suka dirangsang di bagian klitoris daripada di bagian ujung atau kelenjar, dan rangsangan oleh jari terasa lebih nyaman jika daerah itu sudah basah. Dia seharusnya memberitahu pasangannya apa yang diinginkan, dan pria seharusnya mengetahui apa yang paling menyenangkan bagi wanita. jadi dia bukan hanya mengasumsikan apa yang paling disukai wanita itu.

Fase orgasme: Sulit menjelaskan orgasme. Karena setiap orang merasa dan menerima orgasme secara berbeda. Penjelasan yang diberikan beberapa wanita menunjukkan, orgasme adalah perasaan nikmat yang tertinggi dari bangkitnya nafsu seks. Perasaan ini biasanya dimulai dari bagian pinggul, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Selama orgasme, perasaan wanita berpusat pada sensasi, dan sebagian besar pada pengeluaran sesuatu. Ini dimulai pada saat-saat ketegangan yang tidak terkontrol, nikmat, pelepasan ketegangan mental, dan kelegaan.

Orgasme disebabkan oleh suatu refleks. Rangsangan di daerah klitoris baik secara langsung ketika wanita bermasturbasi, atau dirangsang secara tidak langsung oleh gerakan penis ketika memasukkan ke dalam vagina, membuat pesan dikirim ke dalam sumsum tulang belakang. Di sumsum tulang belakang, refleks ini terjadi dan pesan diedarkan ke seluruh syaraf yang mengendalikan otot-otot pinggul. Tetapi apakah pesan ini seluruhnya diedarkn, ditingkatkan intensitasnya atau dihentikan, tergantung tingkat kontrol oleh otak wanita terhadap refleks. Wanita yang tidak terbiasa dengan seks, biasanya akan menambah kesan itu dan mencapai orgasme. Tetapi jika dia tidak menyukai perasaan, pria itu memanfaatkannya, dia mungkin gagal mencapai orgasme selama persenggamaan, meskipun dia dapat mencapai orgasme dan berfantasi ketika bermasturbasi.

Orgasme seorang wanita biasanya dihubungkan dengan gerakan kejutan di daerah paha dan otot pinggul seperti pada pria. Tetapi beberapa orang wanita tetap berdiam dan kaku selama orgasme. Orgasme seorang wanita berbeda dengan orgasme pria, karena tidak ada ejakulasi. Berlawanan dengan keyakinan umum, wanita tidak selalu harus melengkungkan punggungnya atau berteriak selama orgasme. Otot rahim dan vagina berkontraksi, dan beberapa wanita mengalami orgasme yang lebih kuat ketika penis berereksi di dalam vagina pada saat tertentu, sehingga dapat dijepit dan dilepaskan oleh otot-otot vagina yang berkontraksi.

Pada hampir semua orgasme, dorongan orgasme dimulai dengan refleks yang ditimbulkan rangsangan pada klitoris, meskipun pesan tambahan mungkin berasal dari rangsangan pada vagina. Namun pada semua orang, orgasme dinyatakan dengan kontraksi otot-otot pinggul, termasuk otot vagina, dan dirasakan sebagai kenikmatan oleh daerah tertentu di otak. Banyak wanita yakin, pria memberikan mereka orgasme dan jika wanita gagal mencapai orgasme selama hubungan seks, berarti dia tidak feminin dan pasangannya pun merasa tidak jantan. Wanita memalsukan orgasme agar pria tidak merasa tidak jantan atau wanita itu sendiri tidak feminin. Dengan pendekatan lebih terbuka terhadap seksualitas wanita, kini diketahui wanita yang gagal mencapai orgasme selama persenggamaan tidak mengalami kelainan seks, dan tidak seharusnya memalsukan orgasme.

Hampir setiap wanita dapat mencapai orgasme dengan bermasturbasi, atau dengan rileks dan yakin terhadap hubungannya untuk memberitahu pasangan terhadap kebutuhan, sehingga pasangan dapat membantu mencapai orgasme dengan perangsangan. Dalam hubungan yang saling mengisi, pria harus bersedia dan senang merangsang wanita secara seksual dengan cara yang diinginkan si wanita. Idealnya wanita tidak merasa malu meminta pasangan untuk melakukan hal ini, juga kekasih yang peka tidak seharusnya menolak. Tetapi banyak wanita merasa malu untuk meminta, sehingga kenikmatan seksual mereka berkurang.

Fase resolusi: Pada pria dan wanita, kontraksi otot konklusif dan kenikmatan orgasme diikuti dengan relaksasi. Tetapi berbeda dengan penis pria, biasanya klitoris tidak mengendur, dan beberapa wanita dapat mencapai satu orgasme setelah orgasme yang lain, tanpa selingan. Banyak wanita merasa cukup dengan hanya satu kali orgasme. Dalam lima sampai sepuluh menit pertama dari fase resolosi, jaringan vagina dan vulva kehilangan cairan yang akan membasahi vagina. Tetapi jika wanita dirangsang kembali secara seksual, maka dia dapat terangsang dan mengalami orgasme yang lain pada jarak waktu lebih pendek daripada pria. Sebaliknya, jika wanita dirangsang pada fase plateu tetapi tidak dibantu mencapai orgasme, atau tidak bermasturbasi untuk membantu mencapai orgasme, maka fase resolusi sering menjadi lama dan ketegangan jaringan vagina lambat untuk dipulihkan.

Rangsangan yang berulang dan kegagalan mencapai orgasme bisa menyebabkan frustasi fisik dan mental. Mungkin juga menyebabkan keluhan ginekologis yang bersifat psikosomatis. Karena alasan ini, dan juga alasan cinta dan kasih sayang, pria dapat membantu pasangannya mencapai klimaks yang diinginkan. Sekitar 40% wanita mencapai orgasme pada setiap episode hubungan kelamin, dan satu dari setiap tiga wanita dalam kelompok ini dapat memcapai beberapa kali orgasme. Sekitar 50% wanita kadang-kadang mencapai mencapai klimaks selama hubungan seks, dan dicapai jika klitoris dirangsang dengan jari atau dengan lidah pria, sebelum atau sesudah pria itu mencapai orgasme, atau jika wanita bermasturbasi. Hanya sekitar 10% wanita sangat jarang atau tidak pernah sama sekali mencapai orgasme pada setiap senggama. Oleh karenanya komunikasi antara keduanya (pria dan wanita) sangat penting untuk memecahkan hal tersebut.

Sumber: www.17tahun.com

Ada banyak penelitian yang membuktikan hubungan seks itu berkaitan erat dengan awet muda dan umur panjang.

dalam realage –are you as young as you can be? Michael Roizen Md menyimpulkan bahwa seks merupakan obat antipenuaan paling ampuh. kesimpulan tersebut diambil setelah ia melakukan survei dan penelitian.

“berhubungan seks, minimal 2 kali seminggu, bisa membuat orang nampak 1,6 tahun lebih muda dari orang yang berhubungan hanya sekali seminggu,” paparnya. tentu saja, kesimpulan tersebut hanya berupa perkiraan.

Untuk mendukung kesimpulan itu, michael terus melakukan pendalaman, hingga akhirnya dia menemukan kesimpulan, seperti yang diterbitkan dalam british medical journal 1997, dengan tajuk sex and death: are they related?

Dalam jurnal tersebut ditulis, risiko kematian akibat berbagai penyakit pada pria yang mendapat orgasme paling sedikit dua kali dalam seminggu, turun 50% setelah 10 tahun, bila dibandingkan dengan pria dengan orgasme lebih sedikit.

Kesimpulan tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak pria mendapat orgasme, maka semakin kecil risiko kematian, dan – kalau tuhan mengizinkan– semakin panjang umur orang itu. Pria yang mendapat orgasme lebih dari dua kali dalam seminggu, umumnya nampak 8 tahun lebih muda dari usia sebenarnya, tambah Michael.

Pertanyaannya sekarang, seks seperti apa yang bisa membuat kita awet muda dan panjang umur? Dalam penelitian yang dilakukan duke university pada tahun 1950-an, seperti dikutip jurnal gerontologist 1982, disebutkan bahwa pria umumnya hanya memerlukan frekuensi seksual yang memadai untuk mendapatkan khasiatnya.

Sebaliknya, wanita membutukan kenikmatan dan kepuasan. “orang yang tidak mendapatkan kenikmatan dan kepuasan seks, diperkirakan rentan mengalami gangguan penyakit cardiovascular,” kutip webmd.

sumber: astaga.com

Wah..ini berita lumayan mengejutkan saya, selaku pria yang masih normal dan ikut prihatin terhadap wanita, saya harus mempublikasikan berita ini,,sebelumnya saya akan menjelaskan apa itu HIV/AIDS yang sangat menyeramkan tersebut..

HIV = Human Immunodeficiency Virus

AIDS = Acquired Immuno-Deficiency Syndrome

Keduanya adalah virus yang sangat mematikan, yang menyerang daya tahan tubuh. Cel dalam darah CD4+T-cellen yang mengatur daya tahan tubuh pada pasien HIV/AIDS menjadi berkurang.

Masa incubasi virus dapat berjalan dari 1 s/d 9 atau 10 tahun, tergantung daya tahan tubuh seseorang.

Pada umumnya pasien tidak pernah melewati sampai masa tahun ke 3, dalam arti kata mati.

Seorang pasien yang mengidap virus HIV/AIDS, yang dikarenakan daya tahan tubuhnya terus berkurang, maka ia akan mudah terserang infeksi.

Cara penanggulangan dan bagaimana penularannya ;

  • sperma dari seropositif
  • hubungan sex bebas dan berganti-ganti patner tanpa menggunakan condom
  • anal sex dengan seropositif
  • oral sex dengan seropositif
  • air yang membasahi permukaan vagina
  • cairan kental yang keluar dari dalam vagina setelah sex
  • ASI dari seorang ibu seropositif
  • pemakaian jarum suntikan dalam pemakaian drugs / obat obat terlarang yang tidak steril dan berganti-2an
  • transfusi darah yang tercemar jarum transfusi yang tercemar dan tidak steril
  • terciprat darah dari seorang seropositif dan mengenai mata atau luka
  • pertolongan via mulut ke mulut yg terdapat luka pada pertolongan kecelakaan
  • Sampai saat ini berpulang kepada penilaian masing-masing.
  • dan juga penilaian masyarakat sekitaranya sebagai sosial kontak dalam kehidupan.

Pandangan Agama terhadap hal ini ;

Benar – benar sangat membahayakan, sampai saat ini masih belum terselesaikan loh penyakit yang mematikan ini,oleh karena itu, saya menghimbau tuk terus berperang terhadap penyakit ini, lindungilah keluarga, teman pa lagi kekasih yang amat dicintai. Saya jamin virus ini tidak akan mengenai anda jika anda menanggulanginya dengan benar. Disini saya lebih prihatin terhadap wanita yang bergaya hidup sex bebas, saya rasa masih da waktu tuk berubah dan tidak bergaya hidup seperti itu. Yang saya tahu, banyak sekali wanita – wanita yang terkena HIV / AIDS yang bergaya hidup bebas, yang sering ke diskotek, tempat – tempat hiburan malam, tau memang pekerjaan wanita tersebut sebagai PSK.

Palagi waktu kapan yah, dah lama juga saya mendengar kabar 97 % wanita yogya tidak perawan ini sangat – sangat memprihatinkan, palagi kita kan negara muslim yang sangat membenci dan haram hukumnya dalam agama kita melakukan perbuatan seperti ini.

Sebenarnya ga akan da habisnya masalah yang selalu membahayakan diri kita, teman, keluarga dan orang – orang yang sangat kita cintai, oleha karena itu, kita yang masih peduli dan mencintainya, jika ada yang bergaya hidup sex bebas dapat kita jauhkan dia dengan dukungan moril, dengan menjelaskan bahayanya penyakit tersebut dan terus kita dekati.

http://daywalkers.blogsome.com

Tag: , ,

Banyak istri yang cemas atau mungkin takut menghadapi malam pertama. Merasa risih, malu atau tidak siap. Akibatnya, akan menimbulkan kekecewaan di salah satu pihak atau bahkan keduanya. Nah, apalagi yang mungkin terjadi pada malam pengantin dan sesudahnya?

1. NYERI SENGGAMA

Awalnya, senggama mungkin memang nyeri, tapi tidak di malam-malam berikutnya. Jika nyeri sampai berminggu-minggu, tentu ini tidak normal. Robekan selaput dara pun tidak senyeri yang dikatakan mitos-mitos yang beredar, kecuali kalau sampai pecah pembuluh darah, sehingga lebih banyak darah keluar.

Nyeri senggama yang luar biasa juga dialami jika ada gangguan di mulut vagina (vulva). Penyebabnya bisa karena infeksi (vulvitis), luka, kekejangan otot, atau reaksi kecemasan sendiri.

Jika kondisi vulva dan vagina sudah sehat, tapi senggama masih nyeri atau rasa tidak enak, mungkin belum tercipta penyesuaian emosi, jiwa, dan kondisi fisik antara suami istri. Jadi, komunikasi seksual tidak boleh tersumbat.

2. ANYANG-ANYANGAN

Dua-tiga hari setelah malam pengantin, mendadak nyeri berkemih, tidak enak badan, mual, nyeri kepala, dan jika hebat, air seni pink atau merah. Ini khas terjadi pada pengantin baru.

Tentu saja, perlu segera diberi obat antibiotika pembunuh kumannya, selain obat pereda nyeri berkemih. Biasanya dalam 3 hari anyang-anyangan sudah sembuh, namun bisa kambuh. Terlebih jika tidak langsung berkemih begitu selesai senggama.

3. MALAM PERTAMA TIDAK BERDARAH

Meskipun masih gadis, bisa saja ketika malam pertama tidak mengeluarkan darah. Hal itu karena selaput dara tak hanya satu macam, baik lubangnya maupun elastisitasnya.

Pada wanita yang selaput daranya lebih kaku, kemungkinan tidak langsung berdarah pada malam pertama, dan baru pada malam-malam berikutnya, atau bahkan baru koyak betulan setelah melahirkan anak. Kasus ini sering menjadi prahara di awal perkawinan. Suami umumnya serta-merta mendakwa istri sudah tidak gadis lagi.

Itulah maka, betapa penting pendidikan seks buat anak laki-laki maupun perempuan. Kalau saja setiap suami tahu bahwa selaput dara itu berjenis-jenis, tentu ia akan lebih arif menghadapi istri yang sesungguhnya masih perawan itu.

4. TIDAK SAMPAI ORGASME

Malam pertama belum tentu selalu berhasil. Pihak suami bisa saja puas kalau sudah sampai ejakulasi, namun belum tentu pihak istri. Wanita baru mencapai puncak atau orgasme jika permainan pendahuluan cukup lama, secara organ maupun jiwa sudah siap penuh, dan istri sudah merasa pasrah total. Seperti apa? Rasa nikmat sejahtera, sensasi luar biasa yang dirasakan badan maupun jiwa, tak tergambar dengan kata-kata, yang bisa berulang-ulang bagai gelombang laut menyisir pantai.

Sumber: http://m.kompas.com

Masalah yang sering ditemukan cewek antara lain:

  • Kesulitan menikmati sex.
  • Kesulitan mencapai orgasme
  • Kurang foreplay sebelum intercourse.

Masalah yang sering ditemukan cowok antara lain:

  • Ejakulasi dini.
  • Mudah tertarik dengan cewek lain.
  • Disfungsi ereksi.

Biar masalah-masalah di atas tidak terjadi, penting buat disadari oleh masing-masing pasangan bahwa foreplay itu penting. Pelajarilah 3 Tips berikut ini :

1. Jelajahi bagian tubuh pasangan kamu dengan sentuhan lembut yang bisa menyenangkan dirinya.

Bangkitkan sensasi erotis pasangan kamu dengan memberinya sentuhan-sentuhan lembut saat bercinta. Dengan lembut dan perlahan pijat daerah-daerah sensitif alias hotspot pasangan. Salah satu daerah yang perlu diperhatikan adalah telinga. Kamu bisa menstimulasi daerah telinga pasanganmu dengan menyusurinya dengan menggunakan lidah, atau menyentuhnya perlahan dengan jari anda. Bagian sensitif lain adalah bagian dalam paha pasangan kamu. Ada simpul saraf sensual di daerah tersebut yang menunggu untuk dibelai oleh kamu. Mulailah menelusuri dengan lembut bagian tersebut dan ulangi dengan ritme yang lebih cepat. Kalau kamu menginginkan pasangan anda bahagia dan meledak karena kenikmatan, kamu bisa menggunakan sentuhan pamungkas di bagian kaki.

Rahasia mendapatkan kenikmatan melalui kaki dimulai sejak dulu dan ada dalam kitab suci. Dalam bab 7 kitab Solomon, diceritakan bahwa raja Solomon membangkitkan gairah para istrinya dengan mengagumi sepatu dan alas kakinya. Solomon memiliki 1000 istri jadi bisa dibayangkan kira-kira berapa biaya yang dikeluarkan sang raja ini untuk membelikan mereka alas kaki ya? Bangsa Cina ternyata juga sudah menggunakan kaki sebagai materi foreplay sejak dinasti Tang pada abad 10. Hal ini bahkan masih eksis hingga kini.

Tujuan membangkitkan semua indra dengan menggunakan kekuatan kaki. Tidak ada yang lebih menyenangkan dari pijatan pada kaki yang lama, perlahan dan membuat kita santai. Gunakan minyak pijat beraroma seperti Japanese Cherry dan pijat tapak kaki dengan perlahan dan dengan gerakan memutar. Selanjutnya gunakan hidung dan lidah kamu untuk mengeksplor jari-jari kaki, betis, tumit, dan bagian atas kaki anda. Membelai pergelangan kaki, memijat telapak, cium dengan lembut atau hisap jari-jari kaki adalah cara yang mudah membuat pasangan anda mencapai kenikmatan total.

2. Ubah rutinitas kehidupan seksual kamu.

Kalau kamu merasa bosan dan tidak puas bercinta, coba ubah rutinitas seksual kamu. Contoh sederhananya adalah apabila kamu biasa bercinta tanpa busana dan polos maka coba sekali-kali untuk mengubahnya dengan menggunakan busana. Untuk cewek, gunakan gaun malam nan seksi yang menggoda. Buat cowok, break the rule dengan mengganti kaos atau piyama dengan kemeja sutra. Tips lainnya, gunakan bagian ruangan lain dari rumah atau sudut lain dari kamar kamu. Bereksperimen dengan menggunakan kamar mandi, bath-tub, bagian atas mesin cuci yang masih menyala, atau bahkan di atas meja bilyar atau meja tamu. Yang perlu diperhatikan adalah kekuatan meja yang kamu pakai tersebut. Kreatif lah dan gunakan panca indra kamu semaksimal mungkin untuk memuaskan pasangan dan kamu sendiri.

Selain mengubah lokasi bercinta, mengubah posisi bercinta juga penting. Buat cewek coba posisi asik lainnya, angkat lutut kamu ke dada pasangan dan letakkan kedua kaki kamu di kedua bahunya. Tip sex abad ini adalah memutar posisi sex yang umum berlaku. Kalau biasanya cowok menempati posisi di atas, kini posisi cewek di atas alias women on top menjadi posisi yang digemari karena mampu membuat cowok bertahan lebih lama, sebelum ejakulasi. Di posisi ini, cowok tidak perlu bersusah-susah bergerak, sebaliknya pihak cewek bisa menggunakan penis pasangannya untuk menyentuh g-spot, h-spot, i-spot atau apapun alphabet yang diinginkannya. Teknik posisi ini telah terbukti bisa membuat cowok ‘bangkit’ lebih lama.

3. Rencanakan sebuah pengalaman romantis yang spontan.

Daripada mendatangi restoran cepat saji yang penuh dan padat, siapkan candle light dinner yang romantis atau piknik di udara terbuka seperti taman dan pantai serta bawa menu favorit kamu dan pasangan. Jangan lupa bawa tikar dan selimut, lalu akhiri piknik dengan malam romantis di sebiah hotel. Kalau kebetulan kamu sudah berkeluarga dan memunyai anak, titipkan anak pada saudara, orangtua atau mertua dan habiskan waktu berdua saja dengan pasangan mengunjungi galeri seni,museum atau kebun binatang.

Sumber :

http://www.duniasex.com

Apa arti pentingnya akhir pekan untuk bercinta? Mengapa orang tidak melakukan seks lebih sering dan lebih berdaya cipta? Bagaimana posisi seks di akhir pekan? Latihan apa saja yang perlu dilakukan?

Pertanyaan itu menggelitik pasangan suami-istri, yang bukan hanya pasangan muda, tetapi juga mereka yang sudah lima atau sepuluh tahun membina rumah tangga. Buku yang diperuntukkan pasangan suami-istri ini (jadi mohon yang belum menikah tidak baca ringkasan ini) menyajikan semacam resep, atau program menikmati bercinta di akhir pekan dengan lebih berkualitas, termasuk dengan teknik-teknik hubungan seks yang menggairahkan.

Pada bagian pendahuluan, dengan agak provokatif, Pepper Schwartz, penulis buku ini, mengatakan: “Dengan buku ini Anda langsung dapat memulai kehidupan seks Anda, hanya dengan satu pekan.” Seperti apa program yang ditawarkan buku yang ditulis oleh doktor ilmu sosiologi pada Universitas of Washington dan sekaligus pakar seksualitas yang terkenal ini? Mari kita kupas tahap demi tahap. Pada bagian selanjutnya, bab tiga, Schwartz memberikan pilihan latihan.

Latihan 1 berupa jalan-jalan di waktu senja. Berjalanlah santai selama kira-kira setengah jam. Pada latihan pertama ini diselingi makan malam. Selama makan malam, Schwartz menyarankan: sentuh tangan, atau sentuh dada atau paha secara perlahan-lahan…. Beberapa ciuman kilat tapi penuh penjiwaan membuat suasana hati menyenangkan.

Latihan 2: saling melepaskan pakaian. Survei baru-baru ini mengungkapkan bahwa baik pria maupun wanita, bila melihat pasangannya melepas pakaiannya merasa tergoda secara seksual seperti halnya saat melakukan seks oral.

Latihan 3: Ciuman. Berciuman merupakah hal yang terpenting. Keluhan seksual nomor satu dari wanita adalah bahwa mereka jarang dicium. Schwartz menyarankan: Anda bisa dapat mencium dengan mulut tertutup atau terbuka; dengan atau tanpa lidah.

Pada Latihan 4: Memberi Kenikmatan, yang merupakan teknik yang sangat disarankan oleh beberapa ahli terapi untuk memperlambat laju senggama supaya dapat berkonsentrasi pada sensualitas. Secara detail, buku ini berisi panduan memberi kenikmatan mulai dari jari-jari kaki, naik ke atas, menyentuh pergelangan kaki, sampai pada punggung, pantat, bagian depan tapi jangan sentuh dulu bagian kemaluan, dan seterusnya.

Latihan 5 berupa kontak mata. Setelah itu adalah Menuju Orgasme. Schwartz mendeskripsikan bermacam cara mencapai kepuasan. Pertama, menyentuh kemaluan. Pilihan lain: sentuhlah pasangan sampai orgasme. “Dengan jari Anda, telusuri bagian dalam pahanya. Biarkan ia merasakan betapa Anda terhanyut olehnya dan sangat menyukainya. Mulailah jari Anda mengelus bibir kemaluannya dengan lembut. Pilihan berikutnya: berikan pasangan Anda seks oral sampai orgasme. Schwartz menyarankan: jilat dan isaplah secara bergantian, dan terus tanyakan apa yang ia sangat sukai. Dan masih banyak pilihan yang disajikan seperti rangsangan anal. Adapun posisi seks, buku ini memberikan pilihan antara lain posisi sendok, masuk dari belakang, muka berhadapan tubuh menyamping, dan lain-lain. Seperti apa dan bagaimana posisi itu, Anda dapat temukan di buku ini. (Pepper Schwartz )

Seksi tak hanya berpatokan dari wajah yang cantik atau tubuh yang molek, namun wanita bisa merasakan Seksi usai berhubungan seks. Studi terbaru menyebutkan aktifitas seksual pada pria, wanita, atupun gay terbukti mampu menaikkan level testosteron, meski efek kenaikan testosteron lebih banyak dijumpai pada para wanita. Pada wanita kenaikan testosteron semakin memudahkan mereka mengalami orgasme, meningkatkan rasa percaya diri, dan membuat mereka jadi semakin terlihat seksi, seperti dikutip dari Discovery News, Minggu (11/03/07). Hormon testosteron sendiri memainkan peran penting dalam perkembangan dan pemeliharaan karakteristik maskulin secara fisik pada laki-laki, meski wanita juga memilikinya dalam jumlah yang tak begitu banyak.

Dalam studi pertama (ada dua studi dalam riset ini) disebutkan wanita dan pria bisa merubah tingkat hormon mereka berdasarkan seberapa sering mereka berpelukan, bermesraan ataupun bersenggama, yang secara otomatis akan meningkatkan tingkat testosteron. Naik dan turunnya tingkat testosteron memang berpengaruh pada kesehatan, meskipun kenaikan yang terdeteksi masih berada dalam batas wajar. “Studi pertama kita menemukan efek positif pada kenaikan level testosteron,” papar pemimpin studi Sari van Anders, peneliti dari Department of Psychology, Universitas Simon Fraser, Kanada, yang melakukan dua rangkaian studi bersama timnya secara terpisah.

Penelitian yang dipublikasikan untuk Jurnal Hormones dan Behavior, meneliti tingkat testosteron pada 49 wanita sebelum dan setelah berpelukan, bersenggama dan berlatih fisik. Setelah melakukan aktifitas Seks, responden diminta mengisi kuisioner termasuk pengalaman orgasme, tingkat hasrat seksual, dan perasaan yang mereka rasakan setelah bersenggama.

Dalam hal ini latihan juga ikut beperan, karena berlatih fisik juga turut mengubah kondisi biokimia seseorang. Studi mencatat tingkat testosteron pada responden sebelum dan sesudah berpelukan dan berhubungan seksual, hasilnya level testosteron semakin naik setelah bersenggama. Semakin tinggi tingkat testosteron, orgasme pada wanita akan semakin baik, dan ””perasaan seksi”” secara seksual semakin meningkat pada hari berikutnya. Studi kedua juga meneliti kenaikan tingkat testosteron namun dilakukan pada responden berstatus single, monogamous (seks dengan satu pasangan) dan polyamorous. Mereka yang dikategorikan polyamorous adalah mereka yang memiliki komitmen hubungan seksual lebih dari satu pasangan. Para peneliti menemukan, mereka yang masuk kategori poligami memiliki tingkat testosteron lebih tinggi dibanding yang single dan monogami. Berdasarkan teori, peneliti menyatakan ””pemeliharaan hubungan”” dan persiapan untuk ””bersaing”” juga ikut andil dalam peningkatan testosteron. Secara eksternal persaingan tersebut memberikan efek yang baik sebagai senjata untuk menangkis pesaing lain, sementara secara internal lebih menyiapkan individu untuk bersiap memiliki anak. Sementara studi lain menunjukkan bahwa sperma yang berasal dari pria yang berbeda harus bersaing untuk membuahi sel telur, meskipun wanita juga memiliki pengaruh untuk menentukan siapa ””pemenangnya””. Peter Gray, professor assisten dari Department of Anthropology and Ethnic Studies, Universitas Nevada, Los Vegas, menyambut baik hasil dua studi yang berhubungan dengan tingkat testosteron dan hubungannya dalam kaitannya dengan sebuah hubungan dan aktivitas seksual. Gray sepakat bahwa hubungan sosial dan kelenjar seks (gonads) saling berpengaruh. Gray juga menyarankan van Anders dkk melakukan studi lebih lanjut tentang hubungan aktifitas seksual dengan kondisi klinis yang mengakibatkan menurunnya gairah seksual dan energi.

sumber: http://www.kapanlagi.com


Blog Stats

  • 406,128 hits

Arsip