Dewa Cinta

Posts Tagged ‘Vaginoplasty

Semakin meningkat saja jumlah pasien yang meminta vaginoplasty atau operasi pengencangan vagina akhir-akhir ini. Bisa dimengerti, jika seks telah mencapai tahap tidak menyenangkan, hubungan suami-istri bakal terpengaruh. Banyak pasien mempunyai penurunan pada tulang panggul.

Dengan vaginoplasty, jaringan perineal diperbaiki dan otot panggul disambung dengan cara menjahitnya. Kulit vagina akan dibuat rapih sesuai dengan kencangnya otot panggul. Operasi tersebut bisa dilakukan dengan memakan waktu satu hari, dengan sedikit rasa sakit dan komplikasi minim. Tentu saja harus dilakukan oleh dokter ahli.

Kulit vagina tidak dibuang terlalu banyak karena dapat menimbulkan komplikasi setelahnya, seperti rasa sakit ketika berhubungan seks. Setiap masalah yang terjadi harus diselesaikan saat itu juga. Ini adalah usaha untuk mendapatkan “ukuran yang sempit” untuk meningkatkan rangsangan terhadap jaringan vulval dan vaginal.

Vaginoplasty dapat dilakukan dengan atau tanpa pemakaian laser, tetapi prinsip operasinya tetaplah sama. Komplikasi seperti pendarahan dan infeksi jarang terjadi. Takut yang biasa dialami beberapa wanita adalah vagina menjadi terlalu sempit sehingga hubungan seks menjadi tidak menyenangkan.

Kesuksesan vaginoplasty tergantung secara personal dan subyektif, terhadap operasinya, pasien, atau pasangannya. Ukuran kesuksesan yang sebenarnya adalah bila ketiga pihak merasa puas. Penting bagi dokter bedah untuk peka terhadap aspek emosional pasien dan pasangannya karena ini dapat membantu menaikkan rasio keberhasilan.

Kebanyakan pasien yang melakukan vaginoplasty adalah mereka yang sedang mengalami menopause awal dan mereka yang berusia 30-an. Mereka mengaku mendapatkan sensasi dan kepuasan seksual yang lebih baik, termasuk jalinan hubungannya, setelah operasi ini (vaginoplasty).

Namun, penting untuk diketahui pula bahwa organ seks yang paling hebat adalah yang berada di antara telinga, yaitu otak. Rangsangan terhadap klitoris dan vulva akan diterima melalui foreplay, mengirimkan sinyal-sinyal positif ke otak, yang pada akhirnya memberikan kepuasan seksual. Akan tetapi, rangsangan vaginal/vulval masih membutuhkan sesuatu yang “pas”. Sementara itu, vaginoplasty bukanlah satu-satunya pemecahan masalah untuk meningkatkan kehidupan seks, tidak bisa disangkal bahwa sesuatu yang pas adalah sesuatu yang terjadi di tempat tidur.

Sumber: KOMPAS.com |Senin, 16 April 2009 | 17:08 WIB|

Vaginoplasty, operasi yang dilakukan untuk mengencangkan vagina, semakin diminati dalam dunia kecantikan beberapa tahun terakhir. Sebelum tahu bagaimana vaginoplasty dilakukan, perlu juga diketahui apa yang mendorong orang melakukannya.

Otot panggul pada wanita mengendalikan sistem tiga organ, katakanlah kandung kemih, rahim dan perut, yang menjadi satu alur. Bila salah satu organ rusak, bisa jadi organ-organ yang bertetangga terpengaruh.

Penyebab utama di balik rusaknya otot panggul tersebut biasanya karena melahirkan, menopause, dan obesitas. Sebaliknya, beberapa wanita terlahir dengan jaringan otot kolagen lemak dan vagina yang kendur bahkan pada saat usia muda dan tidak hilang selama melahirkan.

Penyebabnya, kelahiran seorang anak

Kerusakan vagina umumnya disebabkan oleh kehamilan dan melahirkan. Kepala bayi yang dilahirkan, melewati vagina, bisa menyebabkan otot panggul terlalu melar dan merobeknya. Bisa menjadi lebih buruk lagi bila sang pasien tidak melakukan senam kegel selama hamil dan setelah melahirkan.

Banyak wanita tidak sadar senam ini bisa menghindari atau mengurangi risiko rusaknya otot panggul. Untuk mengetahui rusak tidaknya otot panggul, dokter bisa memasukkan jari telunjuk ke vagina dan jempol ke dalam anus dan “mencubit”-nya. Bila ada semacam ruang kosong di antaranya, maka otot panggul telah rusak dan di jaringan “tubuh perineal” yang terletak di daerah itu.

Ini adalah masalah yang umum disebabkan oleh proses penyembuhan atau pemotongan yang buruk (episiotomy) pada vagina sesaat setelah melahirkan. Hal ini yang menyebabkan perasaan seperti vulva/vagina yang terbuka pada pasien dan pasangannya. Keluhan, seperti longgar, tidak menggigit, tidak ada sensasi, dan tidak menyenangkan, sering terdengar.

Labioplasty

Berbeda dari vaginoplasty, ada pula pasien yang meminta labioplasty (penyusutan bibir vagina). Beberapa pasien, terutama yang berusia di bawah 40 tahun, sangat terganggu dengan bibir vagina mereka yang besar. Beberapa mengeluh sakit pada saat berhubungan seks ketika pasangan berusaha menemukan “pintu masuk”. Yang lainnya merasa depresi ketika pasangan melihat vulva dan berpaling ke wanita lain.

Labioplasty adalah operasi sederhana dengan memotong kelebihan kulit vulva dengan pemotongan lurus atau zigzag. Penjahitan dilakukan dengan rapih dan ini akan hilang dalam waktu seminggu. Labioplasty dapat dilakukan sebagai prosedur satu hari dengan hasil yang memuaskan.

Sumber: KOMPAS.com |Senin, 6 April 2009 | 17:08 WIB|


Blog Stats

  • 401,031 hits

Arsip