Dewa Cinta

Posts Tagged ‘wanita

Dalam hal kepekaan seksual, maka clitoris memegang peranan yang sangat penting. Clitoris terletak di ujung atas kemaluan (vagina), tepat diantara bibir dalam dan bibir luarnya, serta tersembunyi dalam lapisan seperti daging tipis (kulup). Bila kita terangsang secara seksual, maka clitoris akan membengkak dan menjadi tegang. Clitoris sendiri relatif kecil sekali. Bagian yang bisa kita lihat hanyalah semacam “kelenjar” atau kepala clitoris saja. Kelenjar ini, berhubungan dengan crura (yang panjangnya sekitar 6 – 7 cm) dan crura ini berhubungan dengan tulang panggul. Tiga bagian inilah sesungguhnya yang disebut clitoris.
Buah dada kita beserta putingnya juga memiliki kepekaan seksual. Puting buah dada kita akan menjadi tegang bila kita terangsang.

Hal penting dalam masturbasi
Wanita akan menikmati orgasme (puncak kepuasan) dengan rangsangan langsung maupun tidak langsung pada clitorisnya. Cara yang paling penting dalam masturbasi adalah merangsang clitoris dengan jari. Carilah tempat yang tenang, dimana anda dapat santai dan sekaligus konsentrasi menikmati sensasi. Mulailah dengan membayangkan hal-hal yang merangsang nafsu anda sambil menggosok-gosok clitoris anda. Bagaimana tepatnya menggosok, terserah anda, yang penting anda merasa nikmat. Cobalah macam-macam gosokan, menekan, memilin, atau mencubit, dan rasakan mana yang paling enak. Semakin lama anda terangsang, kemaluan anda akan mulai basah. Anda boleh membasahi jari anda dengan cairan kemaluan atau ludah agar gosokan pada clitoris makin licin. Sementara itu, anda boleh juga memilin-milin puting buah dada anda dengan tangan yang lain, atau bahkan tangan satunya juga ikut merangsang sekitar bibir kemaluan anda sendiri. Cobalah membuka penutup clitoris anda agar gosokan jari anda makin terasa pada clitoris. Bacalah juga bacaan-bacaan erotis. Ini akan membuat anda makin berfantasi yang mempercepat pencapaian kepuasan.

Bagaimana saya tahu.. ?
Bagaimana saya tahu kalau saya sudah mencapai kepuasan (orgasme). Orgasme adalah rasa lega sebagai puncak dari rasa geli nikmat yang didapat dari rangsangan seksual dalam bentuk otot-otot yang mengejang berkali-kali. Bila badan anda mulai bergerak sementara rasa nikmat mengalir ke seluruh tubuh, itu saat anda mulai merasakan orgasme. Clitoris anda, kemaluan serta lubang dubur akan mengejang berkali-kali selama orgasme berlangsung. Kemungkinan clitoris anda menjadi sedemikian sensistif sampai anda tidak tahan untuk menggosoknya lagi karena sangat geli. Tetapi juga ada wanita yang langsung mampu menggosok clitorisnya lagi setelah orgasme untuk mencapai kenikmatan selanjutnya. Orgasme bisa merupakan puncak kepuasan dan kenikmatan secara fisik maupun emosi. Anda bisa merintih-rintih selama atau sesudah orgasme. Biarkan semua emosi keluar selama orgasme, karena dengan demikian kita akan merasa lebih tenang dan relaks. Konsentrasikan pikiran pada kenikmatan yang dicapai.

Sarana lain untuk masturbasi
Shower
Tempat yang paling banyak dipakai oleh wanita untuk masturbasi adalah shower. Mungkin dikarenakan saat mandi di shower, wanita mudah terangsang. Bila ujung shower bisa digerakkan dan mengarahkan langsung semprotan airnya ke kemaluan dan juga clitoris, maka rangsangannya juga makin meningkat. Aturlah panas air serta tekanan semprotan sesuai selera anda. Paling baik kita mulai dengan semprotan yang tidak terlalu keras dan selanjutnya ditingkatkan. Makin keras semprotan air, makin terasa rangsangannya pada clitoris anda. Air hangat biasanya yang paling enak. Banyak wanita yang bisa mencapai orgasme dalam beberapa menit dengan cara semprotan shower langsung pada clitorisnya ini.

Jacuzzi
Kalau anda bisa memakai Jacuzzi secara pribadi, cobalah menikmati semburan air yang dipancarkannya. Menghadaplah ke dinding darimana air memancar, tepatkan vagina atau clitoris anda di dekat semburan airnya. Hati-hati jangan terlalu dekat dengan lubang airnya, karena semburan airnya sangat keras. Mulailah dari agak jauh, bila masih kurang terasa di clitoris anda, majulah sedikit sampai benar-benar pas dengan selera anda.

Vibrator
Vibrator yang biasanya dipergunakan untuk memijat, bisa juga dipergunakan untuk masturbasi. Tak perlu anda sentuhkan langsung ke clitoris anda, tapi cukup dengan menggerak-gerakannya di bagian luar sekeliling vagina anda. Baru setelah anda terbiasa, sentuhkan pelan-pelan ke clitoris anda.

Dildo
Jangan sekali-kali memasukkan benda yang tajam, bisa pecah atau kotor. Bila anda memakai dildo, bungkuslah dengan kondom. Dildo dibuat dari plastik atau karet yang lentur, biasanya berbentuk penis lengkap dengan guratan-guratan otot seperti aslinya. Agar terasa kenikmatan menggunakan dildo, pertamakali gosok dulu clitoris anda sampai tegang, barulah masukkan dildo ke dalam liang vagina anda. Bila vagina anda masih terasa kering, pakailah hand and body lotion atau Nivea cream. Pelan-pelan gerakkan dildo keluar masuk liang vagina anda sementara tangan yang satu terus merangsang clitoris. Ada dildo yang dilengkapi dengan perangsang clitoris, sehingga setiap kali ditekan ke dalam, dildonya akan menggesek clitoris.

Sumber: www.17tahun.com

Apa yang membuat seseorang menarik bagi yang lainnya, dengan mengabaikan orang ketiga? Jawabannya belum diketahui. Tapi nampaknya setiap orang sudah mulai membentuk pola masing-masing di masa anak-anak. Pola tersebut diperoleh dari kenangan masa kecil dan fantasi yang didapat dari orang tua dan teman-teman. Pola ini bertambah, dimodifikasi, diperluas dan ditulis ulang seiring dengan pertumbuhan orang tersebut, sampai menghasilkan pola yang unik. Ia menciptakan dan mengidentifikasi tipe orang yang secara seksual menarik baginya. Bila bertemu dengan orang tipe seperti itu, mereka akan membentuk hubungan yang lebih dekat. Mungkin bersifat emosional atau fisik, tapi biasanya kedua-duanya. Dengan hubungan tersebut, mereka dapat saling mempelajari kepribadian satu sama lain dan menjadi lebih dekat, atau sebaliknya, berpisah. Jika hubungan menjadi lebih dekat, gairah seks dan kenikmatan meningkat.

Semua indra penglihatan, suara, rasa, bau dan sentuhan dilibatkan dalam meningkatkan gairah seksual. Penglihatan nampaknya merupakan perangsang yang potensial bagi pria dan memegang peranan dalam permainan erotika, dengan menggunakan tubuh wanita sebagai simbol seks. Di negara-negara Barat, payudara wanita, baik dalam keadaan tersembunyi oleh pakaian ataupun telanjang, dan pantatnya, dianggap membangkitkan gairah seks pria. Bau tubuh yang bersih merangsang bagi kedua jenis kelamin, dan dibanyak kebudayaan, parfum, yang biasa dijual dengan nama provokatif berbau seks, digunakan oleh wanita sebagai kesenangan mereka sendiri dan untuk menarik pria. Bau yang tidak menyenangkan dapat menimbulkan penolakan seksual. Wanita mempunyai cita rasa bau yang lebih jelas daripada pria, sehingga bau tidak sedap dari seorang pria dapat menimbulkan tekanan seksual pada wanita. Bunyi, dari suara atau musik, dapat membangkitkan gairah seks, seperti rasa dari rambut, bibir atau tubuh seorang pasangan.

Pada umumnya, orang merasakan sentuhan yang berasal dari kontak tubuh paling membangkitkan gairah seks dibanding indera lain. Kebanyakan pria dan wanita bangkit gairahnya ketika saling mencium atau memeluk, khususnya ketika bagian-bagian tubuh paling erotis disentuh. Setiap orang mempunyai bagian tubuh erotis sendiri. Pria umumnya terangsang oleh penglihatan dan rasa dari payudara wanita, pantat dan vulva. Sedangkan kebanyakan wanita terangsang oleh pantat dan alat kelamin pria. Beberapa yang lain terangsang oleh bagian tubuh yang lain. Anda sendiri dapat menemukan bagian mana dari tubuh anda dan pasangan yang paling membangkitkan gairah seks.

Komponen emosi dan fisik yang menyebabkan bangkitnya gairah seks akan menimbulkan keinginan seksual. Keinginan seksual adalah persaan ingin menyentuh dan menjelajahi organ orang lain dan mungkin juga berhubungan kelamin, atau secara seksual dirangsang dengan cara lain. Keinginan seksual menyebabkan perasaan nikmat, yang menimbulkan perubahan fisik, yang telah diamati dan dijelaskan. Beberapa diantaranya telah dikenal selama beberapa abad. Karena seksualitas wanita merupakan pengalaman bersama dan setiap pasangan (seharusnya) memperoleh kesenangan dan kepuasan, saya rasa berguna menjelaskan apa yang terjadi pada setiap jenis kelamin jika kesenangan seksual dilanjutkan dan tidak ditekan.

Respon seks pria
Tanda paling jelas dari bangkitnya gairah seks pada pria adalah ereksi penis. Panjang dan diameter penis membesar. Dengan semakin terangsang pria itu, sedikit atau banyak yang dihasilkan dari mata penis dan meminyaki kepala penis. Baik penis tersebut mempunyai kulit kulup atau tidak. Setelah penis ereksi, pria mencapai keadaan dimana rangsangan seks tambahan akan membuatnya menginginkan hubungan seks. Atau dengan mengocok penis sehingga dia dapat mencapai orgasme dan ejakulasi. Dalam ereksi, panjang penis membesar kira-kira dua kali ukuran semula, menjadi 9,5 cm.

Ada beberapa kesalahan yang dikaitkan dengan penis. Pertama, semakin besar penis, semakin baik pria itu menjadi kekasih. Ini tidak benar, karena ukuran penis tidak berhubungan dengan fungsi. Pria dengan penis kecil secara seksual sama saja dengan pria berukuran penis besar, dan dapat memberikan kepuasan seksual yang sama besar. Kesalahan kedua, pria yang disunat lebih lama mencapai orgasme, sehingga lebih siap membantu wanita mencapai orgasme. Bukti-bukti menunjukkan, tidak ada perbedaan waktu untuk mencapai orgasme antara pria disunat dan yang tidak. Tentu saja, perbedaan yang menyolok antara dua pria ditemukan pada saat mereka mencapai orgasme. Tetapi disunat atau tidak bukanlah salah satu faktor. Setelah ereksi penis terjadi dan rangsangan dilanjutkan, pria akan berusaha mengadakan senggama atau bermasturbasi. Dalam hal ini ada sedikit perbedaan menyangkut penis.

Selama senggama, pria memasukkan penis dan mengeluarkannya dari vagina pasangannya. Selama masturbasi dia merangsang penis dengan memegangnya dengan lembut dan mengusap-usap sepanjang batang penis. Dengan semakin mendekati orgasme, pria itu mengetahui dalam beberapa saat akan terjadi ejakulasi. Tahap ini berlangsung sekitar 3 atau 4 detik, dan meskipun dia menahan semua gerakan penisnya, dia mengetahui ejakulasi segera terjadi. Tidak ada yang dapat dilakukan untuk menghentikannya. Gerakan ini diikuti dengan perasaan hangat di sepanjang penis karena aliran terminal bergerak dari daerah di dalam pinggulnya ke bagian atas penis. Kemudian tiga sampai enam kontraksi otot di bagian dasar penis mendorong keluarnya cairan terminal, dan otot-otot di bagian paha serta perut bagian bawah menegang. Selama periode ini, dia mungkin menekan si wanita erat-erat ke tubuhnya. Tahap kritis dengan kontraksi lebih sedikit itu akhirnya berlalu. Segera setelah ejakulasi, kepala penis menjadi mengendur untuk sementara, dan perasaan hangat menjalar ke tubuh pria. Biasanya untuk relaksasi sepenuhnya, terjadi pengenduran dan tidur sejenak atau “kematian kecil” dalam bahasa Perancis, selama penis mengendur.

Dengan bertambahnya usia seorang pria, perubahan tertentu dalam respon seks bisa terjadi. Dia mungkin memerlukan waktu cukup lama untuk ereksi. Selama rangsangan pendahuluan, ereksi mungkin timbul tenggelam beberapa kali. Penis mungkin tidak dapat mengeras dan memerlukan waktu lama untuk ejakulasi. Setelah ejakulasi, periode membangunkan kembali nafsu seksual mungkin meningkat, sampai 24 jam. Perubahan ini beragam tingkatannya, beberapa pria tidak mengalami respon seks, sementara pria yang lain mengalami perubahan yang berarti. Penting bagi wanita mengetahui perubahan ini. Dia mungkin merasa karena pasangannya menjadi lebih lambat memberi respon seks, maka dia tidak lagi dicintai, atau pria itu menemukan wanita sudah tua, sehingga kurang puas dan tidak mudah terangsang. Hal ini bukan mustahil terjadi. Tetapi perubahan pun bisa karena peningkatan usia. Jika wanita memahami, maka hubungan mereka akan meningkat. Ini lebih baik lagi pada pasangan yang dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lain.

Respon seks wanita
Respon seks wanita dapat di bagi menjadi 4 tahap, antara lain:

1. Kenikmatan atau fase bangkitnya gairah.
2. Fase Plateu.
3. Fase orgasme.
4. Fase resolusi.
Fase-fase ini menjelaskan respon seks, tetapi tentu saja berkelanjutan dengan fase berikutnya dalam kehidupan nyata.

Fase kenikmatan: Fase ini dimulai dari hubungan kontaks tubuh dengan pria, bukan oleh rangsangan seksual meskipun pandangan terhadap pria yang menarik memainkan peranan. Bangkitnya gairah seks bervariasi tergantung waktu. Banyak wanita mengalami minat seks yang tinggi pada saat-saat tertentu, seperti pada pertengahan siklus atau sebelum dan selama haid. Tetapi tidak ada pola yang konsisten dapat ditemukan. Tradisi mempercayai, hubungan kelamin selama haid berbahaya karena jaringan lebih rapuh terhadap infeksi. Tetapi sebab yang sebenarnya adalah hukum Yahudi lama yang menyatakan wanita tidak bersih selama haid. Tidak ada alasan medis mengapa wanita yang menginginkan hubungan kelamin selama haid tidak boleh mengadakan hubungan seks. Jaringan tubuh sebenarnya tidak rapuh dan infeksi belum tentu terjadi. Jadi, tidak ada bahaya dan wanita itu juga bersih.

Fase kenikmatan seorang wanita tergantung pada kelambatan mencapai puncak, yang lebih lama dari pria. Selama itu, klitoris bereaksi dan areola di sekitarnya membengkak. Ukuran klitoris juga meningkat, khususnya dalam hal lebar dan di sekitar bibir-bibirnya. Saluran vagina menjadi lebih halus dan tebal karena dipenuhi darah yang membentuk benjolan halus. Perubahan ini beragam tingkatnya dari satu wanita dengan wanita yang lain.

Di saat yang sama ketika hal itu terjadi, cairan memasuki jaringan pinggul. Vagina menjadi lebih halus dan beberapa cairan masuk ke lapisan sel-sel tipis yang membentuk dinding vagina, sehingga vagina menjadi basah. Dua kelenjar kecil yang terletak di sekitar jalan mesuk ke vagina juga mengeluarkan cairan, sehingga vagina dan jalan masuknya menjadi basah dan licin. Jika pria berusaha memasukkan penis sebelum cairan itu dikeluarkan dan dan menjadi basah, maka hubungan seksual akan menyakitkan. Itulah salah satu alasan mengapa pria merangsang dengan mencium dan menyentuhnya, sampai wanita itu terangsang secara seksual. Di saat yang sama, jaringan yang mengelilingi bagian bawah dari 1/3 vagina membengkak oleh darah, sehingga rasa lembut, hangat, dan bentuk bergelombang halus dirasakan oleh penis pria ketika memasuki vagina.

Fase plateu: Sekarang wanita itu memasuki fase plateu dan jika dia cukup peka, maka akan merasakan penis yang bereaksi di dalam vaginanya yang basah. Bahkan jika pria tidak peka terhadap kebutuhan seksual wanita, secara fisik wanita dapat memerima penisnya tanpa rasa sakit, meskipun dia akan menolak dan menegangkan vagina.

Dalam survei baru-baru ini, banyak wanita mengatakan bagian yang menyenangkan dari hubungan seksual, terpisah dari orgasme itu sendiri, adalah perasaan ketika penis memasuki vagina. Begitu juga kontak yang lebih dekat antara tubuh keduanya bisa merangsang daerah klitoris secara langsung, yaitu ketika gerakan penis, dengan menggerakkan bibir-bibir vagina, merangsangnya secara tidak langsung. Rangsangan bisa membawanya kepada orgasme. Sekitar 1 di antara 3 wanita mencapai orgasme pada saat penis masuk ke dalam vagina, sebelum pria mencapai ejakulasi, bersamaan dengan orgasme pria atau segera sesudahnya. Tetapi jika wanita tidak mengalami orgasme pada saat itu, dia mungkin menginginkan pria membantunya mencapai orgasme dengan mengusap daerah klitoris secara lembut atau mengusap dengan lidah dan bibir. Ini disebut cunnilingus. Wanita mungkin lebih senang mengalami orgasme sebelum mereka memulai senggama, atau setelah pria mengalami ejakulasi, tergantung pada suasana hati mereka berdua.

Kapan pun wanita mengendalikan, seharusnya memberitahu pasangan tentang gerakan tangan atau lidah yang paling merangsang, dan gerakan yang paling tidak disukai. Pada umumnya wanita lebih suka dirangsang di bagian klitoris daripada di bagian ujung atau kelenjar, dan rangsangan oleh jari terasa lebih nyaman jika daerah itu sudah basah. Dia seharusnya memberitahu pasangannya apa yang diinginkan, dan pria seharusnya mengetahui apa yang paling menyenangkan bagi wanita. jadi dia bukan hanya mengasumsikan apa yang paling disukai wanita itu.

Fase orgasme: Sulit menjelaskan orgasme. Karena setiap orang merasa dan menerima orgasme secara berbeda. Penjelasan yang diberikan beberapa wanita menunjukkan, orgasme adalah perasaan nikmat yang tertinggi dari bangkitnya nafsu seks. Perasaan ini biasanya dimulai dari bagian pinggul, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Selama orgasme, perasaan wanita berpusat pada sensasi, dan sebagian besar pada pengeluaran sesuatu. Ini dimulai pada saat-saat ketegangan yang tidak terkontrol, nikmat, pelepasan ketegangan mental, dan kelegaan.

Orgasme disebabkan oleh suatu refleks. Rangsangan di daerah klitoris baik secara langsung ketika wanita bermasturbasi, atau dirangsang secara tidak langsung oleh gerakan penis ketika memasukkan ke dalam vagina, membuat pesan dikirim ke dalam sumsum tulang belakang. Di sumsum tulang belakang, refleks ini terjadi dan pesan diedarkan ke seluruh syaraf yang mengendalikan otot-otot pinggul. Tetapi apakah pesan ini seluruhnya diedarkn, ditingkatkan intensitasnya atau dihentikan, tergantung tingkat kontrol oleh otak wanita terhadap refleks. Wanita yang tidak terbiasa dengan seks, biasanya akan menambah kesan itu dan mencapai orgasme. Tetapi jika dia tidak menyukai perasaan, pria itu memanfaatkannya, dia mungkin gagal mencapai orgasme selama persenggamaan, meskipun dia dapat mencapai orgasme dan berfantasi ketika bermasturbasi.

Orgasme seorang wanita biasanya dihubungkan dengan gerakan kejutan di daerah paha dan otot pinggul seperti pada pria. Tetapi beberapa orang wanita tetap berdiam dan kaku selama orgasme. Orgasme seorang wanita berbeda dengan orgasme pria, karena tidak ada ejakulasi. Berlawanan dengan keyakinan umum, wanita tidak selalu harus melengkungkan punggungnya atau berteriak selama orgasme. Otot rahim dan vagina berkontraksi, dan beberapa wanita mengalami orgasme yang lebih kuat ketika penis berereksi di dalam vagina pada saat tertentu, sehingga dapat dijepit dan dilepaskan oleh otot-otot vagina yang berkontraksi.

Pada hampir semua orgasme, dorongan orgasme dimulai dengan refleks yang ditimbulkan rangsangan pada klitoris, meskipun pesan tambahan mungkin berasal dari rangsangan pada vagina. Namun pada semua orang, orgasme dinyatakan dengan kontraksi otot-otot pinggul, termasuk otot vagina, dan dirasakan sebagai kenikmatan oleh daerah tertentu di otak. Banyak wanita yakin, pria memberikan mereka orgasme dan jika wanita gagal mencapai orgasme selama hubungan seks, berarti dia tidak feminin dan pasangannya pun merasa tidak jantan. Wanita memalsukan orgasme agar pria tidak merasa tidak jantan atau wanita itu sendiri tidak feminin. Dengan pendekatan lebih terbuka terhadap seksualitas wanita, kini diketahui wanita yang gagal mencapai orgasme selama persenggamaan tidak mengalami kelainan seks, dan tidak seharusnya memalsukan orgasme.

Hampir setiap wanita dapat mencapai orgasme dengan bermasturbasi, atau dengan rileks dan yakin terhadap hubungannya untuk memberitahu pasangan terhadap kebutuhan, sehingga pasangan dapat membantu mencapai orgasme dengan perangsangan. Dalam hubungan yang saling mengisi, pria harus bersedia dan senang merangsang wanita secara seksual dengan cara yang diinginkan si wanita. Idealnya wanita tidak merasa malu meminta pasangan untuk melakukan hal ini, juga kekasih yang peka tidak seharusnya menolak. Tetapi banyak wanita merasa malu untuk meminta, sehingga kenikmatan seksual mereka berkurang.

Fase resolusi: Pada pria dan wanita, kontraksi otot konklusif dan kenikmatan orgasme diikuti dengan relaksasi. Tetapi berbeda dengan penis pria, biasanya klitoris tidak mengendur, dan beberapa wanita dapat mencapai satu orgasme setelah orgasme yang lain, tanpa selingan. Banyak wanita merasa cukup dengan hanya satu kali orgasme. Dalam lima sampai sepuluh menit pertama dari fase resolosi, jaringan vagina dan vulva kehilangan cairan yang akan membasahi vagina. Tetapi jika wanita dirangsang kembali secara seksual, maka dia dapat terangsang dan mengalami orgasme yang lain pada jarak waktu lebih pendek daripada pria. Sebaliknya, jika wanita dirangsang pada fase plateu tetapi tidak dibantu mencapai orgasme, atau tidak bermasturbasi untuk membantu mencapai orgasme, maka fase resolusi sering menjadi lama dan ketegangan jaringan vagina lambat untuk dipulihkan.

Rangsangan yang berulang dan kegagalan mencapai orgasme bisa menyebabkan frustasi fisik dan mental. Mungkin juga menyebabkan keluhan ginekologis yang bersifat psikosomatis. Karena alasan ini, dan juga alasan cinta dan kasih sayang, pria dapat membantu pasangannya mencapai klimaks yang diinginkan. Sekitar 40% wanita mencapai orgasme pada setiap episode hubungan kelamin, dan satu dari setiap tiga wanita dalam kelompok ini dapat memcapai beberapa kali orgasme. Sekitar 50% wanita kadang-kadang mencapai mencapai klimaks selama hubungan seks, dan dicapai jika klitoris dirangsang dengan jari atau dengan lidah pria, sebelum atau sesudah pria itu mencapai orgasme, atau jika wanita bermasturbasi. Hanya sekitar 10% wanita sangat jarang atau tidak pernah sama sekali mencapai orgasme pada setiap senggama. Oleh karenanya komunikasi antara keduanya (pria dan wanita) sangat penting untuk memecahkan hal tersebut.

Sumber: www.17tahun.com

Mustahil untuk memastikan banyaknya masalah seksual yang bisa merusak suatu, karena sampai sekarang, orang malu mencari bantuan. Wanita yang mengalami hambatan nafsu seksual tidak dapat terangsang secara seksual, meskipun dirangsang oleh pasangannya atau dengan fantasi. Karena itu, dia tidak dapat mengadakan hubungan seks dengan layak.

Pada wanita, ditemukan empat masalah seksual.

Pertama, Hambatan nafsu seksual. Wanita yang mengalami hambatan nafsu seksual tidak menginginkan atan menikmati seks. Tetapi dia mengijinkan pasangannya untuk bersenggama dengannya, sebagai suatu kewajiban. Wanita yang lain mungkin sangat cemas dengan gagasan bersenggama sehingga menolak atau membuat alasan untuk menghindarinya.

Kedua, Hubungan seks menyakitkan sehingga manghambat atau menyebabkan kekecewaan mendalam yang tidak akan pernah dapat dinikmati. Masalah ini disebut dyspareunia, yang berarti senggama yang menyakitkan. Apabila wanita merasa sangat sakit ketika penetrasi/pemasukkan kemaluan pria ke dalam vagina, dan menolak dengan menegangkan otot-otot sekeliling saluran masuk ke vagina, maka kondisi ini di sebut vaginismus.

Ketiga, Meskipun mempunyai nafsu seksual normal, setidaknya dia mempunyai fantasi atau mimpi seks namun dalam kenyataan dia gagal atau tidak bisa terangsang oleh pasangannya selama perangsangan seksual. Karena itu, vagina tidak mengalami pembasahan, dan jaringan lembut pada jalan masuk ke vagina tidak berkembang. Pada saat senggama berlangsung, dia sedikit saja atau tidak merasakan kenikmatan erotis sama sekali, meskipun mungkin dapat menikmati bentuk rangsangan yang lain dari pasangannya. Masalah ini disebut libido menurun

Keempat, Wanita itu tidak dapat mencapai orgasme. Dengan kata lain dia mengalami disfungsi orgastik. Istilah ini perlu diterjemahkan secara hati-hati. Berapa ahli terapi seks percaya, semua wanita yang gagal mencapai orgasme selama senggama mengalami disfungsi orgastik. Wanita tidak disebut mengalami disfungsi orgastik apabila dia biasanya mengalami orgasme selama percumbuan, baik dengan masturbasi, ketika pasangannya memasukkan kemaluan ke dalam vagina, atau ketika dirangsang sebelum atau sesudah pasangannya mencapai orgasme. Wanita yang melakukan masturbasi sendiri hingga mencapai orgasme tidak disebut mengalami disfungsi orgastik, meskipun ketika bersama pasangannya dia tidak mencapai orgasme. Wanita itu tidak sakit atau frigid.

Yang disebut mengalami disfungsi orgastik adalah wanita yang tidak pernah sama sekali mencapai orgasme dengan rangsangan apapun. Jadi penting untuk diingat, banyak wanita mencapai kenikmatan dan kehangatan emosional dari kedekatan dan keintiman senggama, meskipun tidak mencapai orgasme. Berbagai artikel majalah yang menekankan kebutuhan untuk menjadi wanita yang sesungguhnya dengan mencapai orgasme, terlalu berlebihan. Yang seharusnya ditekankan adalan wanita yang mencapai kedekatan emosional dan kebahagiaan selama senggama akan mencapai kenikmatan yang lebih besar jika mereka dibantu oleh pasangannya untuk mencapai orgasme.

Jika anda mengalami orgasme, dengan metode apapun berarti anda normal. Jika anda tidak mencapai orgasme selama senggama tapi mencapainya ketika pasangan merangsang anda atau dengan masturbasi, andapun normal. Orgasme yang dicapai selama senggama tidak lebih baik atau lebih normal daripada yang dicapai dengan cara lain. Tetapi jika anda tidak mencapai orgasme dengan pasangan atau malu untuk mencapai orgasme dengan masturbasi dan anda takut melakukan, anda dapat dibantu.

Wanita dengan satu atau lebih masalah seksual di atas sering disebut frigid. Istilah ini seharusnya ditinggalkan. Istilah frigid menyatakan bahwa wanita itu yang karena kondisi bawaan tertentu, tidak pernah dapat memberikan respon seks secara penuh, tidak benar. Dengan konselor atau bantuan seorang pasangan, wanita umumnya dapat terangsang dan hampir semua mencapai orgasme. Ada perbedaan kecepatan perubahan, wanita yang tidak dapat terangsang secara seksual lebih sulit dibantu ketimbang wanita yang terangsang tetapi gagal mencapai orgasme.

Penyakit, obat-obatan dan alkoholisme dapat menyebabkan masalah seksual pada beberapa wanita. Tetapi hampir separuh dari wanita mengalami kegagalan orgasme seksual disebabkan oleh masalah psiko-seksual, yang biasanya dapat disembuhkan dengan bantuan pasangan mereka atau mungkin oleh bantuan seorang konselor. Ada beberapa alasan mengapa sejumlah wanita mengalami masalah seksual, dan dalam berbeda masalahnya pun berbeda.

Sebab-sebab karena pengaruh psiko-seksual

Hubungan yang buruk
Jika sepasang kekasih merasakan permusuhan terhadap pasangannya dan tidak dapat membicarakan masalahnya secara terbuka, maka dapat terjadi ketidak harmonisan perkawinan, dengan berkurangnya keinginan dan rangsangan seksual. Sebab lain disfungsi seksual adalah, jika pasangan ini tidak dapat menyampaikan secara terbuka tentang kebutuhan dan keinginan seksual mereka. Sebagai contoh, hanya wanita bersangkutan yang dapat memberitahu pasangan, apa yang dapat membuat gairah seksnya bangkit, pria (atau wanita) tidak dapat mengetahui secara naluriah dan setiap wanita mempunyai respon seks berbeda.

Tanpa komunikasi yang baik, masalah seksual dapat menjadi besar. Jika pria tidak memahami kebutuhan seks wanita, dan menggunakan teknik yang buruk untuk membantu terangsang, maka hasilnya adalah antagonisme dan menurunnya seksualitas bersama. Tergantung baik buruknya hubungan tersebut, wanita mungkin akan menghambat respon seksnya sendiri, atau menerima rangsangan seks dari pria meskipun dia kurang menikmati.

Ketidaktahuan
Didikan yang salah di masa anak-anak oleh orang tua yang keras dan bersifat menghambat secara seksual, membuat seorang gadis percaya terhadap standart ganda seksualitas, menerima tuntutan dari orang tua secara pasif, dan tidak mempunyai harapan akan kenikmatan seksual. Akibatnya nafsu seks berkurang dan menambah keyakinan bahwa seks adalah kewajiban yang harus dibayarkan kepada seorang pria agresif yang penuntut. Jadi, bukan kenikmatan yang dinikmati bersama.
Banyak wanita yang percaya dengan mitos seksual sebagai berikut:

  • Wanita seharusnya siap menerima seks dari suami, baik dia menginginkan atau tidak.
  • Orgasme yang bersamaan penting untuk kepuasan seksual yang sesengguhnya.
  • Pria mengetahui bagaimana merangsang seorang wanita, dan jika wanita tersebut gagal terangsang, maka ini adalah kesalahan wanita itu sendiri.

Perasaan bersalah dan malu
Beberapa orang tua mengajarkan anak gadisnya untuk mempercayai seks adalah kegiatan yang memalukan, di mana seseorang berbuat sekehendak hatinya. Dalam keluarga seperti ini, seks tidak pernah dibicarakan terbuka, dan informasi (lebih tepatnya, informasi yang salah) diperoleh dari teman-teman seusianya secara bisik-bisik. Jika orang tua menganggap bagian tubuh manusia kecuali wajah, tangan dan kaki yang terbuka, tidak patut dibicarakan dan menghukum anaknya yang berusaha mencari tahu tentang hal itu, atau tidak menjawab dengan masuk akal keingintahuan alamiah dari anak tentang seks dan reproduksi manusia, maka anak itu akan menganggap seks adalah soal yang memalukan dan harus diabaikan. Ini dapat mempengaruhi sikap terhadap anak di kemudian hari.

Sikap sebaliknya, dapat pula menimbulkan rasa malu. Gadis-gadis modern dan banyak membaca buku seks serta membicarakan secara terbuka dapat mengalami kekurangan nafsu seksual. Dalam masyarakat modern, keberhasilan dipuji. Jika berhasil dalam kehidupan seksual yang berarti tercapainya orgasme pada setiap episode senggama, maka keberhasilan akan meninggalkan kaum wanita. Hal ini bukan karena kaum wanita kurang nafsu seks dan kemampuan mencapai orgasme selama bertahun-tahun. Seorang wanita yang gagal mencapai keberhasilan seksual dengan orgasme menjadi malu, sebab merasa dirinya tidak mampu. Rasa malu ini semakin mengurangi nafsu seksual dan dijadikan pedoman bagi kegagalan berikutnya.

Ia menjadi cemas dengan kemampuannya menanggapi seks, oleh orang amerika disebut performance anxiety. Untuk menghindari bertambahnya kecemasan, dia menekan nafsu seksualnya (dengan kata lain libidonya berkurang) atau menghambat respon seksnya (dengan kata lain gagal mencapai orgasme).

Selama senggama, wanita dapat meningkatkan kesadaran seksual dengan memusatkan pikiran pada hal-hal yang dapat membangkitkan gairah. Tetapi jika dia selalu berpikir betapa memalukan tindakan itu, dan pernah tidak mampu mencapai orgasme, maka nafsu seksnya semakin berkurang justru karena kecemasan yang terlalu berlebihan. Perasaan kurang mampu dapat pula diperbesar oleh bacaan-bacaan dan film. Buku dan film-film itu menggambarkan langit akan penuh dengan bintang-bintang gemerlapan dan musik berdenging di telinga ketika seorang wanita mencapai orgasme. Akibatnya para gadis mengharapkan pengalaman yang sama ketika suatu saat mencapai orgasme, rasa nikmat menyelimuti seluruh tubuhnya. Tetapi tidak sesuai dengan kenyataannya, tidak ada bintang-bintang gemerlapan atau musik berdenging. Ia merasa telah gagal, dan konflik pun muncul dalam pikirannya. Konflik yang disebabkan keyakinan yang salah secara bawah sadar mengurangi nafsu seksualnya, sehingga dia sengaja menghidari rasa sakit dan malu karena kegelian.

Rasa kegagalan seksual bertambah dengan pengetahuan bahwa dia dapat mencapai orgasme bila pasangannya memberi rangsangan erotik atau dia bermasturbasi. banyak wanita dibesarkan dengan keyakinan masturbasi atau perangsangan adalah hal yang memalukan. Mitos ini juga dipercaya oleh banyak pria. Yang benar, orgasme adalah orgasme, bagaimana pun yang di hasilkannya.

Kesehatan yang buruk dan kelesuan
Beberapa masalah seksual disebabkan oleh penyakit fisik atau mental, termasuk depresi. Walaupun kesehatan yang buruk jarang menjadi penyebab disfungsi seksual dibanding penyebab-penyebab yang lain. Ketika berusaha memecahkan masalah seksual, konselor mula-mula memastikan tidak ada penyakit fisik atau mental, dan menanyakan apakah dia pernah minum obat yang dapat mengurangi kepekaan seks.

Faktor penyebab yang cukup sering ditemukan adalah kelesuan. Kelesuan dihubungkan dengan berkurangnya nafsu dan kemampuan seks pada banyak orang. Di masyarakat kita, wanita bisa menjadi lebih lemah dari pria karena mengalami banyak tekanan fisik dan emosional. Selain kewajiban membesarkan anak-anak dan menjaga rumah, di saat yang sama dia sering harus bekerja di kantor, menghadapi tuntutan bertetangga dan bersosialisasi. Akibatnya, dia menjadi sangat lelah untuk menanggapi seks.

Apa yang harus dilakukan?

Jika wanita mengalami dyspareunia mungkin ada sebuah penyebab lokal. Konselor akan memastikan apakah dia tidak menderita candidosis atau endometriosis yang membuat senggama terasa menyakitkan. Pada kebanyakan kasus dyspaureunia, dan dalam semua kasus vaginismus, sumber masalah adalah psikologis yang bisa diperburuk oleh pasangan yang tidak pengertian. Banyak wanita yang masih percaya bahwa senggama itu menyakitkan atau tidak mungkin, karena vagina mereka berukuran terlalu kecil dan kemaluan pria terlalu besar. Pria dapat memperkuat keyakinan ini jika gagal merangsang wanita, sehingga ketika berusaha memasukkan kemaluan ke dalam vagina, vagina belum cukup basah.

Banyak wanita yang tidak mengetahui anatomi alat kelamin mereka. Tidak tahu di mana letak clitoris, atau bagaimana labia mengelilingi vagina. Tidak pernah melihat bentuk vulva di cermin sehingga tidak mengetahui seperti apa bentuknya. Keyakinan dan kegagalan ini menghasilkan rasa takut bahwa senggama akan menyakitkan dan merusak dirinya. Tetapi dengan pemahaman dan bantuan pasangan, setiap wanita yang mengalami vaginismus dapat disembuhkan.

Solusi masalah berkurangnya nafsu seks (libido rendah) dan kagagalan orgasme (disfungsi orgastik) jauh lebih rumit. Jika pasangan tidak mempunyai hubungan emosional yang cukup, mereka tidak dapat berhubungan secara seksual. Jika wanita tidak yakin tentang hubungannya dan merasa terganggu dengan keinginan seks, serta mempunyai pasangan yang mengalami hambatan seksual dan emosi yang tertutup, sulit mencapai komunikasi seksual dengan pasangannya. Akibatnya, pasangan tidak dapat memahami bahwa dia mempunyai masalah yang tidak dapat di bicarakan.

Pria biasanya mengetahui jika dirinya terangsang secara seksual dan tahu cara mencapai orgasme, yang seringkali dicapai dengan cepat. Tetapi mereka sering lupa membantu pasangan mencapai kenikmatan seksual yang sama. Mereka mengabaikan kenyataan bahwa wanita mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai tahap kebangkitan gairah seks, sehingga menjadi tanggung jawabnya sebelum wanita itu siap. Karena hambatan dalam menyampaikan kebutuhan seksual ini, wanita tidak dapat meminta pria untuk membantu mencapai orgasme dengan merangsangnya, dan pria itu sendiri terlalu acuh tak acuh untuk mengambil inisiatif.

Hasil penelitian menyebutkan, dalam penyelesaian masalah seksual biasanya dibutuhkan keterlibatan kedua belah pihak. Masalah seksual seorang wanita hanya dapat dipecahkan juka pasangannya siap membantu dengan tulus dan cinta.

Dengan kerjasama dari pasangan dan dengan bantuan seorang konselor penyembuhan menjadu mungkin. Mula-mula konselor memastikan bahwa wanita itu tidak mempunyai penyakit yang dapat mengurangi nafsu seksnya. Langkah selanjutnya adalah menemukan apa yang dapat membuat wanita itu sulit mengalami rangsangan seksual, sehingga dia menjadi sadar diri secara seksual, dan pasangan dapat mengetahui kebutuhan seksnya. Konselor berusaha membantu pasangan tersebut mencapai suasana yang santai dan merangsang, di mana mereka dapat belajar memberikan kenikmatan pada pasangannya. Dalam lingkungan seperti ini, tanpa tekanan untuk melakukan hubungan kelamin, nafsu seks wanita biasanya menjadi bangkit kembali. Pada mulanya tidak terlalu kentara, tetapi dengan berjalannya waktu, kenikmatan meningkat. Hanya pada saat benar-benar terangsang, barulah pasangan itu berusaha untuk senggama.

Beberapa wanita sangat ingin memberikan kenikmatan seksual kepada pasangannya meskipun mereka sendiri tidak terangsang, baik selama percumbuan atau selama senggama. Jika wanita itu merasa senang dan pasangannya juga puas, janganlah merasa kurang feminin dibandingkan wanita yang dapat menanggapi rangsangan seksual secara penuh.

Masalah kegagalan mencapai orgasme dapat diatasi dengan teknik percumbuan serupa, tetapi dapat melalui tahap-tahap belajar yang lebih cepat. Seringkali pria harus mempelajari teknik rangsangan agar wanita bisa mencapai orgasme. Yang penting pihak wanita memberitahu apa yang dapat membuatnya puas secara seksual. Jadi, tidak hanya membiarkan pria melakukan apa yang dirasa dapat memberi kepuasan kepada wanita. Di sini pihak wanita menjadi pengarah dan mempunyai wewenang terhadap sebagian besar tindakan yang dapat merangsangnya.

Masalah disfungsi orgastik diatasi dengan lebih mudah oleh sebagian wanita dengan masturbasi. Mereka menggunakan fantasi sebagai rangsangan erotis, bukan dirangsang secara erotis oleh pasangannya. jika metode ini gagal membantu wanita mencapai klimaks, konselor menyarankan pemakaian vibrator, dengan metode apapun, untuk memcapai orgasme secara teratur. Dibantu pasangan yang simpatik, lembut dan kooperatif, umumnya wanita yang gagal mencapai orgasme dan kebanyakan mereka yang tidak terangsang secara seksual, menemukan respon seksnya meningkat dan mencapai orgasme secara teratur.

Sumber: www.17tahun.com

— Tulisan ini saya ambil dari situs yang kini sudah tidak ada rimbanya lagi, tp wacana ilmiahnya sangat menarik dan bermanfaat untuk kita baca, namun mesti diperhatikan, kata “SAYA dalam artikel tersebut bukan merujuk ke Dewa Cinta 🙂 —

_______________

Tulisan ini bukan merupakan sebuah cerita dari sesuatu kejadian bermain seks, tapi merupakan cuplikan dari hasil pembicaraan dengan teman-teman wanita yang saya kenal.

Percakapan ini melibatkan teman-teman wanita saya terdiri dari mulai gadis remaja sampai dengan ibu rumah tangga, yang tempat kejadian dan waktunya tidak bersamaan. Tentunya cuplikan yang saya tuliskan di sini hanya yang mengandung topik masalah seksual saja. Banyak topik yang menarik, yang saya pikir belum tentu semua lelaki mengetahuinya sehingga saya coba untuk menyajikan dalam bentuk cuplikannya.

Hampir setiap lelaki yang pernah bersetubuh dengan saya selalu melakukan hal yang keliru di dalam melakukan antisipasi ketika saya mulai mencapai klimaks. Mereka selalu mempercepat goyangan dengan begitu bernafsunya sehingga momen orgasme saya yang indah itu tidak berbekas. Seharusnya lelaki itu mengerti dan tahu apa yang harus dilakukannya apabila wanita mulai mencapai klimaks, yaitu memperlambat goyangan pada sikap gerakan yang hampir diam, dan kemudian mulai menggerakkan penisnya lagi secara perlahan-lahan sehingga gesekan penis di dalam vagina akan terasa begitu menggelitik berbaur dengan rasa klimaks yang baru saja tercapai sehingga kenikmatan yang saya peroleh, saking nikmatnya, akan sulit untuk saya ungkapkan dengan kata-kata. Sering terlintas dalam pikiran saya ternyata orgasme yang saya peroleh melalui masturbasi jauh lebih nikmat dibandingkan dengan orgasme yang diperoleh dari penis laki-laki semacam yang di atas karena dengan cara masturbasi saya dapat merasakan kontraksi di dalam vagina dengan cara mengurangi sentuhan atau gerakan tangan saya ketika saya akan mulai klimaks”, ungkap Leni seorang mahasiswi berumur 24 tahun.

“Pada umumnya setiap lelaki mengetahui bahwa payudara wanita adalah daerah sensitif untuk meningkatkan gairah birahi wanita disamping clitoris. Selain sensitif untuk meningkatkan gairah birahi juga merupakan daerah yang rawan menerima rasa sakit. Kebetulan payudara saya ukurannya termasuk ukuran besar, dan suami saya sangat senang memainkan payudara saya baik sebelum maupun selama bersetubuh. Kalau mengisap puting payudara saya, dia lakukan lama sekali dan kalau dia sudah akan mencapai orgasme remasan-remasannya pada payudara saya begitu liar sehingga rasa nikmat hilang menjadi rasa sakit yang akibatnya saya selalu ingin segera mengakhiri acara persetubuhan ini.
Sudah sering saya katakan padanya bahwa kalau dia meremas-remas payudara saya terlampau keras saya hanya merasakan rasa sakit bukan rasa nikmat. Suami saya menjawab, bahwa hal itu pasti akan selalu terjadi karena payudara kamu begitu besar dan sangat merangsang untuk diremas dengan keras dan ekspresi wajah saya katanya kelihatan menyukai hal tersebut. Padahal bagi hampir semua wanita, kalau puting payudara ini dihisap atau dikulum terlampau lama maka puting payudara itu akan menjadi keras dan sensitivitasnya menjadi berkurang. Waktu saya ngobrol mengenai hal ini dengan teman saya yang kebetulan juga memiliki ukuran payudara yang besar, diapun ternyata mempunyai masalah yang sama dengan pacarnya, dan dia mengatakan kepada saya bahwa wanita yang memiliki payudara besar akan lebih sering menderitanya dibandingkan dengan kenikmatannya yang diperoleh oleh wanita yang hanya memiliki payudara yang berukuran sedang. Karena mungkin saja dalam benak pikiran laki-laki, tersimpan pikiran bahwa wanita dengan payudara yang berukuran besar itu menyenangi perlakuan yang lebih untuk payudaranya sehingga lelaki pasangan kita itu selalu dengan rakus dan kasar mempermainkan payudara wanita yang berukuran besar. Pikiran semacam itu salah sama sekali!
Terlepas dari besar kecilnya ukuran payudara wanita, perlakuan yang lembut dan liar (bukan kasar) atas payudara itu akan memberikan rangsangan yang luar biasa sekali, dan jauh dari rasa sakit .Akibat dari hal ini, sudah lama saya jarang mencapai orgasme kalau bersetubuh dengan suami saya, pelarian saya untuk mencapai orgasme adalah melalui vibrator”, ungkap Nina, seorang ibu rumah tangga berumur 31 tahun.

“Pacar saya kalau bersetubuh tidak pernah bisa lama atau menunggu saya dalam mencapai orgasme. Tapi saya tetap bisa puas dan akhirnya mencapai orgasme dengan kualitas orgasme yang dapat membuat saya benar-benar puas. Yang dia lakukan apabila dia sudah klimaks adalah mencabut penisnya dari vaginaku, dan segera dia memasukkan dua jari tangannya, yaitu jari telunjuk dan jari manis, ke dalam vaginaku dan menggosok dengan gerakan memutar secara perlahan clit-ku dengan jempolnya. Kemudian dia menggantikan peran jempol tersebut dengan lidahnya untuk berputar-putar di atas clit-ku sambil jari-jarinya digerakan keluar masuk menggesek bagian dalam vaginaku. Dengan apa yang dia lakukan, saya tidak pernah dapat bertahan lama, klimaks dengan kenikmatan yang sensasional”, ungkap Hesti, seorang sekretaris berumur 23 tahun.

“Sulit mendapatkan laki-laki, apakah dia bujangan atau sudah married yang menguasai ‘The Art of Sex’, ujar Lina. Setiap Lina mau mencapai orgasme akibat foreplay yang dilakukan oleh si laki-laki tanpa sadar biasanya Lina suka nyerocos ngomong ngelantur seperti teriak, “aadduuuuh…, Lina hampir keluar” atau “Ohh…, Lina nggak tahan lagi”, dan yang semacamnya. Mendengar erangan Lina semacam itu setiap laki-laki yang bersetubuh sama Lina pasti langsung menancapkan penisnya sekaligus dengan tekanan yang keras sekali ke vagina Lina. laki-laki itu sebenarnya harus tahu bahwa bagaimanapun wanita mengerang dan memohon untuk disetubuhi tapi kalau penis itu ditancapkan dengan cara seperti itu akan menimbulkan rasa sakit dan langsung menurunkan rasa gairah yang tadinya sudah begitu tinggi. Biasanya begitu masuk, karena akibat erangan Lina, si laki-laki langsung menyetubuhi Lina dengan gerakan yang cepat. Tapi karena cara masuknya seperti tadi di atas, dimana akibatnya gairah Lina sendiri agak menurun karena masih menahan rasa pedih yang belum hilang, bukannya Lina yang orgasme malahan menjadi sebaliknya.
Seharusnya si laki-laki tahu bahwa kalau wanita sudah memohon untuk di setubuhi, masukkan penisnya secara ‘gentle’, tekan perlahan tapi lakukan sedalam mungkin, kemudian setubuhi wanita itu dengan gerakan yang teratur tetapi tidak terlalu cepat. Kalau si laki-laki melakukan seperti itu, akan terasa sekali sama Lina bagaimana kepala penis membuka bibir vagina Lina untuk berusaha masuk ke vagina Lina dan otomatis lubang vagina akan membesar dan vagina bertambah basah sehingga dengan mudah dan nikmat penis itu akan masuk semuanya ke dalam vagina Lina, dan yang pasti tidak lama kemudian Lina pasti orgasme. Hal ini baru satu kali Lina alami dari delapan laki-laki yang pernah bersetubuh dengan Lina”, ungkap Lina, seorang asisten front office manajer sebuah hotel berbintang di Bandung berumur 25 tahun.

“Lelaki dewasa itu menurut saya adalah manusia yang kadang-kadang sering bersikap bodoh dan menyakitkan, tetapi mereka sama sekali tidak menyadarinya. Salah satu ungkapan kebodohan dan sikap laki-laki yang menyakitkan itu aku peroleh dari pacarku sendiri. Dan dia sendiri sama sekali tidak menyadarinya. Kejadiannya sewaktu aku masih berumur 18 tahun dimana pacarku waktu itu berumur 25 dan sudah bekerja. Masa pacaranku pada waktu itu memasuki usia 2 tahun, dan di suatu malam akhirnya pertahananku jebol juga, keperawananku berhasil diambilnya. Usai dia memerawaniku, dia bertanya kepadaku, “Apakah aku masih sakit dan apakah aku menyesal telah melakukannya”. Pertanyaan ini terasa buatku sangat menyakitkan dan di mataku rasanya dia menjadi sangat bodoh sekali dengan melontarkan pertanyaan semacam itu. Karena, kalau aku jawab bahwa aku menyesal telah melakukannya, dia sudah pasti tidak dapat berbuat apa-apa karena keperawananku sudah robek. Sama saja sewaktu penisnya masih belum dapat menembus keperawananku dia sempat bertanya, “Apakah aku merasa sakit?”, tapi tanpa menunggu jawabanku tetap saja dia melakukannya. Seharusnya dia sebagai pacarku dan juga bagi laki-laki serta laki-laki lainnya yang telah berhasil merenggut keperawanan pacarnya tidak usah bertanya semacam itu, tapi cukup dengan memeluk dan mengatakan bahwa dia sangat mencintaiku dan akan bertanggung jawab atas segala akibat dari apa yang telah kita lakukan berdua”, ungkap Ika, seorang mahasiswi berumur 21 tahun.

“Meskipun sempat ragu-ragu karena takut merasa sakit, tapi Desi pernah minta pacar Desi untuk mencoba menyetubuhi anus Desi. Pacar Desi mengerti gelagat bahwa meskipun itu keinginan Desi sendiri tapi dia tahu bahwa sebenarnya Desi masih ragu-ragu untuk melakukannya. Tapi ternyata pacar Desi bisa menyetubuhi anus Desi hampir tanpa meninggalkan rasa pedih sedikitpun, malah sebaliknya, Desi memperoleh kepuasan yang luar biasa sekali. Pertama yang dia lakukan adalah memberi pelicin (vaseline) di penisnya dan juga di sekitar maupun di lubang anus Desi. Setelah penisnya berada di posisi bibir anus Desi dia sama sekali tidak melakukan tekanan, tapi justru dia yang menyuruh Desi mendorong pantat Desi ke belakang sehingga kontrol untuk mengatasi rasa sakit sepenuhnya ada pada Desi. Dengan perlahan-lahan, kadang-kadang berhenti dulu kalau terasa sedikit pedih, penis pacarku itu akhirnya masuk semua ke dalam anus Desi.
Tanpa rasa pedih atau sakit yang berlebihan seluruh batang penis pacarku telah tertanam di dalam anus Desi, yang ada hanya rasa nikmat. Dengan tangannya dia meraih vibrator yang telah disiapkan, dan dibenamkannya vibrator tersebut ke vagina Desi. Pacar Desi tetap diam tidak melakukan gerakan, dan gelinya gelitikan vibrator di dalam vagina Desi mulai membuat Desi bergerak, setiap gerakan Desi melawan vibrator menimbulkan gerak balik terhadap pantat Desi, dan otomatis anus Desi bergerak naik turun menggesek penis pacar Desi. Adegan ini tidak bertahan lama karena Desi tidak mampu untuk menahan rasa nikmat yang Desi alami. Desi mencapai orgasme yang menurut Desi, belum pernah Desi rasakan sebelumnya. Ternyata kalau laki-laki itu mengerti soal persetubuhan, banyak cara yang dapat diberikannya untuk memuaskan wanita. Dengan pengalaman itu, Desi makin sayang sama dia dan tidak pernah punya pikiran untuk mencoba penis yang lain selain penis pacar Desi”, ungkap Desi seorang foto model berumur 23 tahun.

“Suami Hani termasuk suami yang termasuk cepat klimaks, sehingga Hani sering sekali kecewa. Setelah dia klimaks, dia malah tidak ada usaha sedikitpun untuk melakukan sesuatu agar Hani dapat juga mencapai kepuasan kalau bersetubuh dengan dia. Pada suatu malam, dia mengajak Hani bersetubuh dan tentunya sebagai istri Hani selalu siap untuk melayaninya. Diluar kebiasaannya, malam itu dia kuat sekali bersetubuhnya, Hani jadi bertanya-tanya, bagaimana mungkin suami Hani dalam soal bersetubuh dapat berubah begitu drastis menjadi laki-laki yang perkasa, padahal selama dua tahun usia perkawinan kita, paling lama dia hanya mampu bertahan 3-5 menit saja. Malam itu beberapa kali Hani mencapai orgasme.
Dua hari kemudian kita bersetubuh lagi, sewaktu pemanasan Hani hisap penisnya, terasa bau dan sedikit pedas rasa penisnya di mulut Hani. Mulut Hani terasa tidak nyaman sama sekali dan birahi Hani langsung turun drastis. Teka-teki yang ada di benak Hani terjawab sudah, ternyata penis suami Hani sebelum bersetubuh telah diolesi dengan semacam obat yang mampu menimbulkan rasa kebal. Malam itu, meskipun dia mampu bertahan lebih dari 30 menit, Hani tetap tidak dapat mencapai orgasme, vagina Hani sampai pedih menahan gesekan penisnya, karena cairan vagina Hani sudah mengering tetapi dia masih saja menyetubuhi Hani. Pemakaian obat semacam itu sangat mengganggu pikiran Hani, dan semakin lama dia menyetubuhi Hani, semakin terasa bahwa vagina Hani bukan sedang dimasukin penisnya tetapi merasa sedang ditusuk-tusuk oleh sebuah benda mati. Hani tidak ada gairah lagi, karena Hani punya perasaan bahwa apapun tingkah dan gaya Hani bersetubuh tidak akan ada artinya kalau yang dihadapi adalah penis yang tidak mempunyai rasa sensitifitas, hanya akan membuat Hani lelah tidak berujung saja.
Malam itu, acara bersetubuh kita terasa buat Hani sebagai sebuah siksaan, berakhir dengan meninggalkan kesan sangat buruk terhadap penis suami Hani. Perlu untuk diketahui oleh para lelaki, bahwa pemakaian obat semacam itu belum tentu akan mampu menghasilkan orgasme yang indah bagi pasangannya, contohnya seperti apa yang aku alami dengan suamiku sendiri. Lebih baik meminta saran dokter atau yang memang ahli di dalam bidang seksual untuk berkonsultasi bagaimana caranya untuk mengatasi masalah ejakulasi dini yang kalian hadapi”, ungkap Hani seorang ibu rumah tangga berusia 38 tahun.

“Pada umur 17 tahun, Winda diperawanin oleh pacar Winda, pada waktu itu umur dia adalah 22 tahun. Sedikit rasa sakit yang Winda alami adalah sewaktu unjung penis pacar Winda menekan untuk berusaha masuk ke vagina Winda. Setelah ujung penisnya berhasil masuk, pacar Winda tidak kesulitan untuk menekan masuk seluruh batang penisnya ke vagina Winda tanpa menimbulkan rasa sakit sedikitpun di vagina Winda. Gerakan dan goyangan Winda muncul secara tidak terkontrol akibat rasa nikmat merasakan goyangannya. Setelah selesai kita bersetubuh, beberapa saat pacar Winda termenung seolah-olah memikirkan sesuatu. Akhirnya dia berkata bahwa dia merasa heran bahwa Winda tidak menjerit dan tidak mengeluarkan setitik darahpun sewaktu diperawanin malah menurutnya Winda bergoyang liar menikmatinya. Winda merasa sakit hati dan sedih sekali dituduh bahwa Winda sudah biasa bersetubuh, padahal itu adalah yang pertama kalinya Winda bersetubuh.
Winda jelaskan kepada pacar Winda bahwa kejadian bersetubuh yang tadi itu adalah yang pertama buat Winda. Tapi kelihatannya pacar Winda tidak begitu mempercayainya. Padahal Winda sendiri tidak yakin dan tidak tahu kalau dia itu masih benar-benar jejaka dalam artian belum pernah bersetubuh sama sekali sebelumnya. Sejak kejadian itu pacar Winda makin aneh kelakuannya, dan akhirnya hubungan kita putus. Meskipun hati Winda begitu sedih dan sulit untuk menerimanya, tetapi akhirnya Winda justru merasa bersyukur putus hubungan dengan dia. Karena dari sikapnya tersebut Winda dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa dia tidak sepenuhnya mencintai Winda. Dia hanya mencintai selaput dara Winda tetapi tidak mencintai Winda secara keseluruhan. Lelaki semacam pacar Winda ini sebaiknya dijauhi oleh para wanita. Lelaki semacam ini egonya sangat tinggi, sehingga kalaupun dipaksakan terus untuk menjadi pacar atau suami kelakuannya kelak hanya akan membuat kita sebagai wanita tersiksa batin saja. Kalau seorang laki-laki betul-betul tulus mencintai seorang wanita, tentunya dia akan mencintai wanita tersebut secara keseluruhannya. Apalagi dalam hal ini Winda telah menjelaskan kepadanya bahwa dia adalah laki-laki yang pertama bersetubuh Winda”, ungkap Winda, seorang wanita yang baru lulus SMU berumur 18 tahun.

“Usia perkawinanku sekarang telah memasuki tahun ketujuh dan aku sendiri sekarang berumur 35 tahun. Hubungan seksual tadinya berjalan normal dan memuaskan bagi diri dan suamiku, tetapi dalam 5 bulan terakhir ini aku hampir tidak pernah lagi dapat mencapai orgasme. Mungkin hal ini disebabkan oleh rasa jenuh dan bosan akibat dari acara bersetubuh yang selalu monoton kurang variasi, karena suamiku tidak memiliki inisiatif untuk lebih menghidupkan lagi acara persetubuhan kita. Tanpa direncanakan aku terlibat penyelewangan dengan teman suamiku. Dari penampilan wajah maupun postur fisiknya dia jauh di bawah suamiku, tapi kalau dia bersetubuh aku, dia dapat memberikan apa yang aku tidak peroleh dari suami sendiri. Dengan telaten dan sabar dia menuntunku untuk melakukan apa saja yang aku sukai selama bersetubuh. Hasilnya, aku sangat tergantung sekali kepada dia dalam hal bersetubuh, dan dia tergantung padaku dalam hal materi. Buatku tidak menjadi masalah. Materi aku dapat minta dengan mudah kepada suamiku. Penis dia sendiri ukurannya lebih kecil dari suamiku, tapi cara dia menuntun aku untuk mencapai orgasme luar biasa sekali, tidak jarang aku dapat mencapai orgasme lebih dari tiga kali dalam satu kali acara bersetubuh dengan dia.
Dampak lainnya, setiap aku bersetubuh dengan suamiku sendiri aku dapat kembali mencapai orgasme, hal ini disebabkan karena akau selalu membayangkan goyangan dia selama akau bersetubuh dengan suamiku. Buat para lelaki/suami jadikanlah pengalamanku ini untuk menjaga agar pacar/istri itu tidak mencari penis lain dengan jalan selalu berusaha untuk memahami keinginan wanita dalam hal bersetubuh. Wanita sulit untuk mengutarakan keinginannya yang macam-macam dalam hal bersetubuh karena rasa malu dan takut kalau dicap yang tidak-tidak. Tawaran dan inisiatif melakukan variasi baru dalam hal bersetubuh sebaiknya datang terlebih dahulu dari pihak laki-laki. Kalau hanya sekedar memasukkan penis ke dalam vagina, aku kira hampir semua lelaki tidak perlu belajar, secara alami pasti bisa. Yang perlu dipelajari oleh para lelaki adalah bagaimana caranya agar selalu dapat memberikan suasana dan variasi baru pada setiap kesempatan bersetubuh, dimana variasi-variasi tersebut juga dapat diterima oleh pasangannya sehingga acara bersetubuh tersebut tetap diliputi rasa gairah, tidak monoton dan membosankan untuk dilakukan”, ungkap Eli, seorang ibu rumah tangga berumur 35 tahun.

Semoga artikel ini menambah pengetahuan bagi laki-laki bagaimana cara memuaskan wanita yang kita cintai, sehingga wanita tersebut tambah cinta pada kita dan tidak akan pernah berpaling kepada laki-laki lain.

Sumber: www.17tahun.com

KEPERAWANAN di masyarakat kita ternyata dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting dalam tubuh seorang wanita, dianggap suci, dan harga dari seorang wanita. Hasil polling HanyaLelaki.COM menunjukan 54,79% dari 303 responden menganggap keperawanan penting sekali. Namun, bagaimana kalau hal yang satu ini hilang? hilang bukan karena keinginan si wanita, hilang karena sesuatu dan lain hal. Bagaimanakah cara memperbaharuinya?

Setidaknya, ada dua cara bagaimana mengembalikan keperawanan seorang wanita. yaitu dengan cara operasi dan kalau Anda takut akan operasi, Anda dapat melakukan olahraga khusus untuk mengencangkan otot-otot vagina Anda.

Operasi adalah cara yang paling tepat untuk mengembalikan keperawanan seorang wanita. Operasi ini adalah operasi untuk merestorasi Hymenal Ring. Biasanya para gynecologe dapat melakukan ini di tempat mereka praktek dan melakukan pembiusan lokal. Memang hal ini sulit ditemukan di Indonesia, sebagian besar orang yang ingin mengoperasi kembali keperawanan mereka, mereka lebih memilih melakukannya di negara tetangga kita Singapura.

Anda juga harus memilih bahan yang tepat untuk melakukan pembedahan tersebut, bila Anda memilih bahan yang tahan lebih lama, semakin lama pula keperawanan Anda dapat bertahan. Dalam pengoperasian tersebut setiap bagian dari Hymenal Ring tersebut akan dipotong, kemudian The Ring dijahit kembali dengan sekali jahitan yang memutar, dan menyembunyikan jahitan tersebut dibawah mucosa atau selaput. Diameter dari Hymenal Ring yang telah diperbaiki tersebut kira-kira satu inchi. Setelah ini, bila Anda melakukan hubungan seksual pertama kali, sang pria pasti akan merasakan the `popping` feeling dan menyatakan bahwa Anda masih PERAWAN.

Adanya pendarahan juga merupakan sesuatu yang penting untuk memastikan bahwa Anda Perawan atau tidak, karena Hymenal Ring yang sudah dijahit kembali belum tentu mengeluarkan darah. Ada cara bagaimana mengatasi hal ini. Yaitu dengan penggunaan `tampon` dan pil KB. Sang wanita mengkonsumsi pil KB, merencanakan `bulan madu` mereka tepat pada saat dia sedang mendapatkan `tamu bulanan` (tentunya tanpa sepengetahuan sang suami) dan menggunakan tampon. Tampon dicopot ketika hendak akan melakukan hubungan seksual, dan Anda pasti akan mendapatkan `darah` pada malam pertama Anda.

Itu adalah cara bagaimana untuk mengatasi keperawanan yang hilang secara fisikal, lalu bagaimana dengan mental orang itu sendiri?

Secara mental mungkin agak sulit bila seorang wanita kehilangan keperawanannya, terutama bila seorang wanita menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional yang selama hidupnya diajarkan oleh orangtuanya. Tak jarang seorang wanita dapat menjadi gila karena kehilangan keperawanannya, walaupun saat ini banyak juga wanita yang tidak menganggap hal itu penting.

Biasanya wanita yang mengalami gangguan mental mengalami kejadian yang tragis dalam kehidupan seperti korban pemerkosaan, atau kecelakaan, sehingga kehilangan keperawanan merupakan sesuatu hal yang paling `menghancurkan` diri sang wanita tersebut.

Lain halnya dengan wanita yang tidak terlalu memikirkan hal-hal tersebut. Entah apa yang terjadi, apakah karena pengaruh kehidupan barat yang secara dominan kita dapat melalui berbagai media massa atau mungkin orang menganggap `keperawanan` itu sesuatu yang kuno. Lebih menyedihkan lagi kalau para wanita sudah tidak peduli tentang hal yang satu ini dan melakukan hubungan seksual secara sembarangan. Dan AIDS pun berkembang.

Jadi begitulah seputar keperawanan, walaupun banyak orang yang sudah tidak peduli lagi, tapi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya Anda menjaganya dengan baik. (R.E.N)

Masa subur adalah suatu masa dalam siklus menstruasi perempuan dimana terdapat sel telur yang matang yang siap dibuahi, sehingga bila perempuan tersebut melakukan hubungan seksual maka dimungkinkan terjadi kehamilan.

Siklus menstruasi dipengaruhi oleh hormon seks perempuan yaitu esterogen dan progesteron. Hormon-hormon ini menyebabkan perubahan fisiologis pada tubuh perempuan yang dapat dilihat melalui beberapa indikator klinis seperti:

  • Perubahan suhu basal tubuh
  • Perubahan sekresi lendir leher rahim (serviks)
  • Perubahan pada serviks
  • Panjangnya siklus menstruasi (metode kalender)
  • Indikator minor kesuburan seperti nyeri perut dan perubahan payudara.

Indikator pertama- perubahan suhu

Peningkatan suhu menunjukkan adanya ovulasi. Peningkatan suhu yang menetap selama 3 hari mengindikasikan 48 jam setelah ovulasi dan menandakan dimulaiya fase tidak subur setelah ovulasi. Peningkatan suhu ini sekitar 0,2 ˚C atau lebih.

Pembacaan suhu tidak dapat menentukan dimulainya masa subur, sehingga tidak bisa digunakan untuk menentukan waktu yang tepat melakukan hubungan seksual untuk mendapatkan kehamilan.

Indikator Kedua – Perubahan Lendir Serviks

Perubahan lendir serviks dapat diamati melalui vulva (alat kelamin luar) dan dicatat setiap hari. Perubahan lendir dapat juga diamati pada serviks dimana lendir tersebut akan muncul sehari sebelum muncul di vulva. Perubahan ini mungkin dikaburkan dengan adanya cairan sperma, spermisida atau infeksi vagina. Lendir serviks ini dapat dikenali dengan rasa/sensasi, penampakan, dan tes dengan jari tangan.

Indikator ketiga – perubahan pada serviks

Pengamatan pada serviks akan memberikan tambahan informasi dan sangat berguna bagi yang mempunyai siklus panjang, selama menyusui atau pada masa sebelum menopause. Perubahan pertama pada serviks sering terjadi satu atau dua hari sebelum perubahan pada lendir serviks dan dapat memberikan tanda awal sebelum masa subur. Pada umumnya memerlukan waktu dua atau tiga siklus agar dapat secara akurat mengenali perubahan panjang, posisi, konsistens, dan terbukanya serviks.

Indikator Keempat – Metode Kalender

Panjang siklus sebaiknya diukur dari hari pertama menstruasi sampai dengan menstruasi berikutnya, tetapi tidak termasuk hari pertamanya. Adanya bercak sebelum periode sebaiknya dimasukkan pada siklus sebelumnya. Hal ini akan membantu untuk menentukan panjang fase sebelum dan setelah ovulasi dengan lebih tepat. Metode kalender ini berdasarkan pengetahuan bahwa ovulasi terjadi 12-16 hari sebelum menstruasi berikutnya tanpa memandang panjangnya siklus. Sebaiknya perhitungan dibuat dengan mengambil siklus terpendek dan terpanjang dalam satu tahun, minimal 6 bulan.

Dengan menganggap bahwa sperma dapat hidup di kelamin perempuan selama hari dan masa hidup sel telur 2 hari, maka diperoleh rumus sebagai berikut:

Siklus terpendek – 20 = hari terakhir masa tidak subur sebelum ovulasi

Siklus terpanjang – 10 = hari terakhir masa subur

Indikator Kelima – Indikator Minor Kesuburan

  • Sakit karena ovulasi (Mittelschmerz pain) – rasa sakit yang tajam atau tumpul pada salah sisi perut bagian bawah selama beberapa jam.
  • Gejala-gejala pada payudara – rasa kencang dan menggeleyar pada payudara dialami pada sekitar ovulasi. (habibi)

Keputihan yang kerap dialami kaum wanita memang sangat menggangu aktivitas sehari-hari, meskipun anda sudah berusaha menjaga kebersihan daerah intim dan menghindari kelembaban tapi tetap terjadi keputihan. Cobalah ingat apakah akhir-akhir ini anda mengonsumsi antibiotik secara berlebihan. Keputihan adalah keluarnya cairan vagina secara berlebihan dan kerap menimbulkan keluhan. Selama ini keputihan sering dikaitkan dengan perilaku tidak higienis atau infeksi jamur. Padahal menurut dr.Stephen Januar Kusmanto, dari Bayer Health Care, keputihan ternyata juga bisa disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang irasional. Selain antibiotik, faktor lain yang bisa menjadi penyebab munculnya keputihan adalah kebiasaan menggunakan produk pencuci kewanitaan. Sebaiknya jangan anggap remeh masalah keputihan. Segeralah periksakan ke dokter ahlinya jika penyakit ini sudah berlarut-larut menimpa anda. Jadi mulai sekarang, bijaksanalah dalam mengkonsumsi antibiotic.Keputihan yang kerap dialami kaum wanita memang sangat menggangu aktivitas sehari-hari, meskipun anda sudah berusaha menjaga kebersihan daerah intim dan menghindari kelembaban tapi tetap terjadi keputihan. Cobalah ingat apakah akhir-akhir ini anda mengonsumsi antibiotik secara berlebihan. Keputihan adalah keluarnya cairan vagina secara berlebihan dan kerap menimbulkan keluhan. Selama ini keputihan sering dikaitkan dengan perilaku tidak higienis atau infeksi jamur. Padahal menurut dr.Stephen Januar Kusmanto, dari Bayer Health Care, keputihan ternyata juga bisa disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang irasional. Selain antibiotik, faktor lain yang bisa menjadi penyebab munculnya keputihan adalah kebiasaan menggunakan produk pencuci kewanitaan. Sebaiknya jangan anggap remeh masalah keputihan. Segeralah periksakan ke dokter ahlinya jika penyakit ini sudah berlarut-larut menimpa anda. Jadi mulai sekarang, bijaksanalah dalam mengkonsumsi antibiotic. (tedifa)


Blog Stats

  • 401,031 hits

Arsip